Waspada, Berjangkitnya Demam Berdarah di Musim Hujan

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 16 Jan 2019, 17:40 WIB
Memasuki musim hujan, waspadai penyakit demam berdarah. Ini menyusul kasus meninggalnya balita akibat DBD.
Waspada, Berjangkitnya Demam Berdarah di Musim Hujan (Torychemistry/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pada musim hujan seperti saat ini, wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) tidak bisa dianggap sepele. Kemarin, Selasa (15/1), Siva, balita berusia 3 tahun di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, meninggal dunia akibat penyakit ini. Dilansir dari Kompas.com, meninggalnya Siva cukup mengejutkan keluarga karena kejadiannya cukup cepat.

Sang bibi, Giyem, mengaku keponakannya hanya panas biasa pada Sabtu (12/1). Siva sempat dibawa ke RS Surya Melati dan RS Simpang Lima. Namun, nyawa Siva tidak tertolong dan meninggal kemarin.

Pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti memang semakin pesat pada musim hujan. Ini karena makin banyak genangan air selepas hujan. Genangan air merupakan tempat yang ideal bagi nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini memang menggigit siapa saja tanpa mengenal umur. Akan tetapi, anak-anak - terutama balita - memang paling rentan karena mereka tidak bisa menghindari dari gigitan nyamuk.

Demam berdarah momok di negara tropis

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, demam berdarah memang momok di negara tropis seperti Indonesia. Bahkan pada musim hujan 2016, yakni pada Januari sampai Februari, menurut data Kementerian Kesehatan RI, sebanyak 8.487 jiwa orang terjangkit penyakit mematikan ini (dengan angka kematian sebesar 108 jiwa).

Selain itu, terekam pula bahwa anak–anak adalah korban terbanyak dari penyakit ini. Sebanyak 43,44 persen kasus terjadi pada golongan usia 5–14 tahun. Adapun golongan usia 15–44 tahun memiliki frekuensi kasus sebesar 33,25 persen. Ini menandakan bahwa perkembangan penyakit ini sangat pesat saat musim hujan. Ini bisa menjadi sinyal berbahaya bagi siapa saja, termasuk Anda dan keluarga.

Waspadalah jika Anda mulai merasa demam. Itu karena menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, demam adalah gejala utama DBD. Demam biasanya mendadak tinggi selama 2-7 hari yang disertai gejala penyerta, berupa:

  • Nyeri kepala
  • Nyeri belakang bola mata
  • Nyeri otot dan sendi
  • Flushing (wajah panas kemerahan) atau ruam di kulit
  • Mual, muntah
  • Nyeri perut akibat pembengkakan hati
  • Bintik-bintik merah di kulit (petechiae)
  • Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan leukopenia (jumlah leukosit di bawah nilai normal) dan trombositopenia (jumlah trombosit di bawah nilai normal)

Cara melindungi diri dan anak dari DBD

Daya jelajah terbang nyamuk Aedes Aegypti yang semakin tinggi pada musim hujan seperti ini adalah faktor utama penularan DBD. Menurut dr. Dyan Mega, nyamuk dewasa jenis ini dapat terbang hingga 100 meter. Bahkan, bila angin bertiup kencang, nyamuk dapat ikut terbawa mencapai jarak yang lebih jauh.

Jadi, bila di dalam radius 100 meter rumah Anda terdapat penderita DBD, Anda harus ekstra ketat menjaga diri dan anak-anak Anda dengan langkah pencegahan berikut:

  • Berantas sarang nyamuk

Nyamuk Aedes aegypti dewasa kerap bersembunyi di tempat gelap dan lembap. Hindari menumpuk barang dan pakaian dalam ruangan yang bisa menjadi tempat tinggalnya nyamuk. Selain itu, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan rutin jentik nyamuk di bak mandi, penyemprotan cairan insektisida (fogging) dan gerakan 3 M (mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air, dan menguras bak air).

  • Pengisolasian aktivitas keluarga Anda

Pastikan daerah Anda serta keluarga dijauhkan dari jangkauan nyamuk. Anda bisa melakukan pengisolasian dengan cara penggunaan kelambu saat tidur, pemakaian baju tertutup pada anak, dan penggunaan losion antinyamuk.

  • Pengawasan waktu beraktivitas

Tingkat keaktifan nyamuk Aedes Aegypti paling tinggi pada pagi hari, pukul 09.00–10.00 dan sore hari pada pukul 16.00–17.00. Kewaspadaan ekstra dalam beraktivitas harus Anda tingkatkan pada waktu-waktu tersebut.

Berita meninggalnya seorang balita di Kediri kiranya dapat meningkatkan kewaspadaan Anda terkait berjangkitnya penyakit demam berdarah. Musim hujan memang membuat DBD semakin tinggi, tapi Anda bisa melakukan tips pencegahan di atas.

[HNS/ RVS]