Kenali Fakta Nutrisi Camilan Online Sebelum Kalap Belanja

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 17 Jan 2019, 14:40 WIB
Saat ini banyak sekali camilan online yang enak dan dibanderol dengan harga terjangkau. Namun, bagaimana kandungan nutrisi di dalamnya?
Kenali Fakta Nutrisi Camilan Online Sebelum Kalap Belanja (Rocketclips-Inc./Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Makanan ringan atau camilan kerap dikonsumsi saat perut lapar di tempat kerja atau saat belajar bersama dengan teman. Salah satu tren yang kini tengah menjadi primadona adalah camilan online yang muncul dalam berbagai pilihan jenis dan rasa. Sebelum membelinya, cek dahulu nutrisi apa yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, jangan membeli camilan karena mengikuti tren yang sedang diminati banyak orang saja. Dengan banyaknya variasi camilan online yang dijual di pasaran Anda harus berhati-hati dalam memilihnya, terutama memeriksa kandungan nutrisi yang ada di dalamnya agar dapat memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh.

Cek ini saat membeli camilan online

Sebenarnya Anda harus lebih waspada ketika akan membeli makanan secara daring karena tidak membelinya secara langsung. Sebisa mungkin, pilihlah akun penjual yang memiliki testimoni baik dan memang sudah cukup dikenal karena terjamin kualitasnya.

Selain Anda perlu memperhatikan kualitas, faktor nutrisi juga perlu Anda prioritaskan. Agar saat mengonsumsinya, Anda tak hanya kenyang, namun juga sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda periksa sebelum membelinya:

1. Pemanis buatan

Sangat mungkin di dalam camilan online yang Anda konsumsi mengandung pemanis buatan. Faktanya, memang ada banyak jenis pemanis buatan yang diizinkan untuk digunakan menurut FDA (Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika).

Beberapa pemanis buatan yang dimaksud adalah sakarin, aspartam, sukralosa, neotame, acesulfame-K, dan stevia. Pemanis buatan tersebut dianggap aman untuk kesehatan apabila dikonsumsi dalam batas wajar, yakni tidak lebih dari 1680 mg per hari. Jika dikonsumsi berlebihan, kadar gula Anda akan meningkat hingga menyebabkan penyakit diabetes serta peningkatan berat badan.

2. Kadar indeks glikemik

Hati-hati, makanan tinggi indeks glikemik dapat meningkatkan kadar gula darah di dalam tubuh Anda. Jadi, perhatikan kadar indeks glikemik di dalam kemasan camilan sebelum Anda membelinya.

Dengan mengetahui indeks glikemik, Anda dapat mengetahui seberapa banyak kandungan karbohidrat sederhana di dalam camilan, misalnya pada makanan yang dibuat dari banyak tepung terigu atau gula pasir.

Tanda dari makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi adalah rasa yang sangat manis, tapi sangat mudah dicerna alias teksturnya lunak, seperti biskut atau kue kering. Untuk menghindari makanan dengan kadar indeks glikemik tinggi, Anda dapat memilih camilan yang berbahan dasar sayur atau buah.

3. Sodium

Camilan dengan rasa asin dan gurih biasanya mengandung kadar sodium yang tinggi. Tingginya kadar sodium dapat meningkatkan tekanan darah di dalam tubuh serta memicu terjadinya osteoporosis. Karena kelebihan sodium dapat menghambat penyerapan vitamin D di dalam tulang.

4. Camilan yang digoreng

Batasilah membeli camilan yang digoreng. Karena makanan yang digoreng memiliki kandungan asam lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko peningkatan kolesterol. Jika dikonsumsi terus-menerus, makanan jenis gorengan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit stroke dan jantung koroner.

5. Kandungan serat

Jenis camilan yang mengandung serat sudah terbukti dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, contohnya granola, gandum, kacang-kacangan, sayur dan buah. Anda direkomendasikan untuk memilih jenis makanan sehat ini.

Teknologi memang semakin memudahkan hidup, termasuk untuk mendapatkan camilan lewat sentuhan jari saja. Meski demikian, saat membeli camilan online tersebut Anda juga harus memperhatikan faktor nutrisi yang terkandung di dalamnya. Agar lebih sehat, pilihlah camilan berbahan dasar sayur atau buah, serta mengandung serat tinggi dan bebas dari zat kimia berbahaya.

[NP/ RVS]