Cara Membantu Orang yang Ketergantungan Narkoba

Oleh dr. Nadia Octavia pada 17 Jan 2019, 16:15 WIB
Beberapa cara ini bisa Anda pakai untuk membantu pengguna narkoba untuk keluar dari ketergantungannya pada zat berbahaya tersebut.
Cara Membantu Orang yang Ketergantungan Narkoba (Chinnapong/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Lama tak terdengar kabarnya, baru-baru ini Aris Idol atau Januarisman Runtuwene alias Aris (pemenang Indonesian Idol musim ke-5) ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjung Priok akibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada hari Selasa (15/1). Setelah menjalani tes urine, hasilnya pun positif.

Jika Anda mengetahui teman yang menggunakan narkoba atau yang tengah berjuang keluar dari jerat narkoba, sebaiknya jangan dijauhi apalagi ia adalah salah satu teman dekat Anda. Ada beberapa cara untuk membantu orang yang ketergantungan narkoba.

Meski maksud Anda baik, membantu seseorang yang punya masalah dengan narkotika kadang bisa disalahartikan jika penyampaiannya tidak tepat. Pengguna narkoba dapat memberikan reaksi negatif ketika perilakunya dikonfrontasi langsung. Reaksinya beragam, bisa berupa penyangkalan, marah, merasa disudutkan, atau justru menjauhi Anda. Untuk itu, beberapa cara di bawah ini bisa Anda coba.

  • Jangan mengambil alih seluruh tanggung jawabnya

Anda mungkin merasa sedih, marah, atau tertekan saat melihat seseorang yang dekat dengan Anda punya ketergantungan terhadap narkoba. Apalagi jika ia sudah tak mampu melakukan kewajiban dan tugas hariannya seperti bersekolah, bekerja, atau perannya sebagai orang tua.

Rasanya mungkin gemas melihat orang tersebut tak lagi “berfungsi” menunaikan tugas dan kewajibannya. Misalnya jika Anda ingin membantu, misalnya memberikan uang, menjaga anaknya, atau lainnya, hindari mengambil alih seluruh tanggung jawabnya.

Hal ini bertujuan agar ia dapat menyadari konsekuensi dari perbuatannya, berusaha untuk menyelesaikan rehabilitasi dan sembuh, dan membuatnya berpikir ulang untuk kembali terjerumus dalam jurang narkoba.

  • Berikan empati

Hampir kebanyakan orang akan menghindar dan menjauh ketika ada orang di sekitarnya merupakan pengguna narkoba. Cobalah posisikan diri Anda menjadi dirinya. Tanpa dukungan yang cukup, pemakai narkoba akan merasa kesepian, terisolir, dan akan kembali menggunakan narkoba, bahkan akan lebih parah, sebagai pelarian. Meski Anda kecewa dengan pilihan hidup orang tersebut, tapi tunjukkan bahwa Anda tetap peduli pada dirinya, siap mendengarkan keluh kesahnya, dan akan membantu semampu Anda.

  • Ajak ia melakukan kebiasaan sehat

Ketika seseorang mengalami ketergantungan narkoba, kemungkinan ia akan mengalami penurunan kesehatan fisik dan mental. Masalah kesehatan mental seperti depresi dan ansietas (gangguan cemas) sering dialami oleh pemakai narkoba dan memperberat gejala ketergantungannya.

Anda bisa mengajaknya untuk mencari terapi medis terkait masalah kesehatan yang dialami. Di samping itu, Anda juga bisa mengajaknya untuk menjalani gaya hidup sehat seperti menjaga pola makan sehat dan berolahraga teratur.

  • Tetap positif

Ketergantungan narkoba dapat menghancurkan hubungan dengan keluarga, teman, rekan kerja, rekan kerja, dan orang lain di sekitarnya. Ketergantungan narkoba juga termasuk "penyakit kronis" yang dapat berlangsung seumur hidup atau dapat berulang lagi.

Meski harapan untuk sembuh total dari ketergantungan narkoba sudah hampir pupus, tapi ketergantungan narkoba dapat ditangani dan tidak ada kata terlambat. Berikan semangat kepada dirinya untuk terus berobat dan mencari terapi medis untuk ketergantungan narkobanya.

Jikalau memungkinkan, Anda juga bisa mengajak dirinya untuk mencarikan hobi baru yang positif agar tidak terjerumus lagi dalam lingkaran ketergantungan narkoba. Kelilingi dirinya dengan teman-teman yang positif dan hindari pergaulan sosial sesama pengguna narkoba.

Ketika mengetahui seseorang yang dekat dengan Anda punya ketergantungan terhadap narkoba, sebisa mungkin jangan sampai menjuhinya. Lakukan cara-cara di atas untuk membantu untuk bisa keluar dari jeratan narkotika tersebut. Bicarakan baik-baik, tunjukkan kesabaran dan empati, serta dengarkan ceritanya. Jika perlu, temani ia untuk mendapatkan pertolongan profesional lewat psikiater atau konselor yang biasa menangani narkoba.

[RN/ RVS]