5 Zat yang Paling Bikin Ketagihan

Oleh Ayu Maharani pada 17 Jan 2019, 17:00 WIB
Bukan MSG atau mecin, rupanya 5 zat inilah yang bisa bikin banyak orang ketagihan dan merusak kesehatan.
5 Zat yang Paling Bikin Ketagihan (FussSergey/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kata “ketagihan” kerap kali diidentikkan dengan sesuatu yang buruk. Itu karena ketagihan sangat erat kaitannya dengan sesuatu yang berlebihan. Dan sesuatu yang berlebihan itu pasti memberikan efek yang buruk, salah satunya kalau ketagihan zat tertentu!

Dilansir CNN.com, potensi suatu zat menjadi bersifat adiktif rupanya dapat dinilai dari segi kerusakan yang ditimbulkan pada tubuh, sejauh mana obat tersebut mengaktifkan sistem dopamin otak, dan semudah apa orang-orang yang telah mencobanya menjadi tidak bisa berpaling dari zat itu.

Nah, dari sekian banyak zat berbahaya adiktif, inilah 5 zat yang paling mampu membuat seseorang susah lepas:

1. Heroin

Peringkat pertama adalah heroin. Narkoba yang satu ini ternyata dapat meningkatkan kadar dopamin pada otak hingga 200%! Dopamin itu sendiri merupakan hormon yang berkaitan dengan perasaan bahagia dan percaya diri. Jika produksi dopamin terlampau berlebih, bukannya baik, hal itu justru bisa membahayakan.

Selain menjadi narkoba yang paling bikin ketagihan, heroin juga termasuk narkoba yang paling berbahaya karena hanya dengan dosis yang kecil, zat haram ini bisa menyebabkan kematian pada penggunanya.

Meski ada tiga cara dalam penggunaan heroin (dihirup, disuntik, dan diisap), sayangnya tidak diberitahu cara mana yang sebenarnya paling berdampak pada tubuh seseorang dan paling “membunuh”. Heroin juga dinilai sebagai obat kedua yang paling mampu merusak penggunanya sekaligus masyarakat.

2. Kokain

Meski tidak sekuat efek heroin, kokain sama-sama bisa meningkatkan dopamin otak. Dalam percobaan terhadap hewan, kokain dapat menaikkan kadar dopamin tiga kali lipat dari tingkat normal. Diperkirakan, sekitar 14-20 juta orang di seluruh dunia menggunakan kokain. Selain itu, sebanyak 21% orang yang pernah mencoba kokain akan menjadi ketagihan dan ketergantungan terhadap zat adiktif ini.

3. Nikotin

Ketika ada seorang perokok yang sulit menghentikan kebiasaannya itu, zat yang patut untuk disalahkan adalah nikotin. Nikotin merupakan bahan adiktif utama tembakau. Saat seseorang merokok, nikotin dengan cepat diserap oleh paru-paru dan dikirim ke otak. Masih jauh lebih rendah dari heroin, nikotin bisa meningkatkan kadar dopamin sekitar 25%-40%.

Zat adiktif peringkat ketiga ini mampu membuat penggunanya ketagihan seumur hidup. Bahkan di Amerika, lebih dari ⅔ penduduknya ketergantungan rokok sepanjang hidup mereka. Tembakau diprediksi WHO akan membunuh lebih dari 8 juta orang setiap tahunnya.

4. Barbiturat

Zat ini memiliki beragam nama alias, seperti peluru biru, gorila, nembies, barbs, dan pink ladies. Pada awalnya, barbiturat (barbiturate) digunakan untuk mengobati kecemasan dan mengobati gangguan tidur. Cara kerjanya, barbs ini akan mengganggu beragam sinyal kimiawi di otak sehingga beberapa wilayah di otak menjadi “mati”.

Bila dikonsumsi dalam dosis rendah, barbiturat dapat menyebabkan euforia. Sedangkan jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, zat ini bisa membunuh dengan cara menekan saluran pernapasan.

5. Alkohol

Meski dianggap legal di banyak wilayah, alkohol memberikan banyak efek pada otak. Dalam penelitian, ketika alkohol diberikan pada hewan, kadar dopamin mereka melonjak sebanyak 40%-360%! Dan semakin banyak alkohol yang diminum, semakin tinggi pula kadar dopaminnya.

Sebanyak 22% orang yang telah mencoba minuman beralkohol, akan terus ketergantungan sampai sepanjang hidupnya. WHO pun telah melaporkan, ada lebih dari 3 juta orang yang meninggal dunia pada tahun 2012 karena kerusakan organ tubuh yang disebabkan alkohol.

Itulah kelima zat yang paling bikin ketagihan di dunia. Kelimat zat adiktif di atas wajib dijauhi jika Anda ingin hidup sehat sepanjang usia. Lagi pula, masih banyak cara lain yang lebih positif untuk mendapatkan perasaan bahagia dan meningkatkan rasa percaya diri. Narkoba, nikotin, dan alkohol hanya memberi rasa bahagia yang semu yang tidak sepadan dengan efek negatif yang ditimbulkannya.

[RS/ RVS]