Suntik Antikeriput, Aman atau Berbahaya?

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 19 Jan 2019, 07:00 WIB
Ingin menghilangkan keriput dengan suntik antikeriput? Simak apa saja yang perlu diperhatikan.
Suntik Antikeriput, Aman atau Berbahaya? (Olena Yakobchuk/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Keriput yang disebabkan penuaan adalah hal yang wajar. Anda dan semua orang akan mengalaminya pada suatu hari. Meski begitu, rasanya tak seorang pun orang ingin berurusan dengan keriput, apalagi jika ia datang sebelum waktunya. Tak heran bila banyak bermunculan prosedur kecantikan yang diklaim bisa menghilangkan keriput. Salah satunya, suntik antikeriput.

Anda pernah mendengar tentang suntik antikeriput? Apakah prosedur tersebut aman atau berbahaya? Sebelum mengetahuinya, alangkah baiknya Anda mengenali faktor-faktor munculnya keriput terlebih dulu.

Seiring bertambahnya usia, kulit akan kehilangan elastisitas. Kelembapan kulit dan produksi minyak pun ikut menurun. Belum lagi lemak di bawah kulit yang juga mengalami penurunan sehingga kulit menjadi kendor. Saat inilah keriput mulai muncul dan semakin jelas.

Di samping usia, faktor lain yang memengaruhi munculnya keriput adalah sinar UV matahari (terutama pada orang kulit putih). Sinar UV merusak jaringan ikat kulit, seperti kolagen dan elastin, yang berfungsi menjaga elastisitas dan kekuatan.

Ekspresi wajah juga berperan dalam menimbulkan keriput. Gerakan perubahan-perubahan pada wajah menyebabkan munculnya garis-garis halus. Terlebih jika kulit kurang terhidrasi dengan baik, maka keriput akan makin terbentuk.

Suntik antikeriput dan keamanannya

Untungnya, kemajuan ilmu kesehatan khususnya di bidang kecantikan sudah mampu menghilangkan keriput ini dengan cara yang instan, yaitu dengan suntik antikeriput. Apa itu suntik antikeriput?

Suntik antikeriput yang paling banyak digunakan dan menjadi tren adalah botoks dan filler. Beauty is pain, begitulah ungkapan yang sering disebut namun sudah tidak berlaku masa kini. Demi mendapatkan wajah cantik, rasa sakit dan biaya yang mahal sudah bukan lagi pertimbangan yang berarti.

Namun, apakah suntik antikeriput ini aman? Adakah efek sampingnya? Jawabannya adalah semua prosedur medis pasti memiliki risiko. Namun, para ahli selalu mengusahakan untuk meminimalkan risiko yang didapat oleh pasien.

  • Botoks

Botoks adalah zat protein yang diproduksi bakteri Clostridium botulinum. Prosedur botoks dapat mengurangi keriput, mengencangkan kulit, mengoreksi bentuk wajah (misalnya rahang), dan mengurangi produksi keringat.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) menyebutkan bahwa botoks aman selama dikerjakan oleh dokter yang kompeten. Namun, untuk ibu hamil dan menyusui perlu dilakukan konsultasi bersama dengan dokter spesialis kandungan sebelum melakukan suntik botoks.

Botoks disuntikkan ke area yang ingin diperbaiki. Hasil akan segera terlihat dan maksimal dalam bulan pertama. Kekuatan botoks berbeda-beda namun rata-rata dapat bertahan kurang lebih 10-12 bulan.

Sebelum penyuntikan, dokter akan menggambar wajah agar terlihat jelas bagian yang akan disuntik. Setelah itu, dokter akan melakukan anestesi lokal dengan salep anestesi yang didiamkan selama 30-40 menit. Pengerjaan suntik botoks relatif cepat dan hampir tanpa efek samping. Efek samping yang mungkin timbul bersifat ringan, yaitu nyeri dan kemerahan pada daerah tempat masuk jarum suntik.

  • Filler

Filler merupakan penyuntikan cairan bernama hyaluronic acid (HA) ke lapisan kulit. Cairan HA akan memberikan elastisitas, volume, serta hidrasi kulit. Pengerjaannya hampir mirip dengan botoks.

Filler mampu bertahan 6 bulan-1 tahun.  Efek samping yang mungkin timbul pasca penyuntikan filler adalah bengkak, lebam, alergi, atau masukknya cairan ke dalam pembuluh darah sehingga terjadi kematian jaringan atau nekrosis. Oleh karena itu, penyuntikan filler juga harus dilakukan oleh dokter yang kompeten di bidangnya.

Untuk mendapatkan kulit wajah yang bebas keriput, sekarang memang sudah banyak pilihan yang instan. Jika Anda memilih suntik antikeriput dengan botoks ataupun filler, silakan saja asal dikerjakan oleh dokter yang berkompeten. Untuk ibu hamil dan menyusui, konsultasikan dulu dengan dokter spesialis kandungan Anda sebelum melakukan suntik.

[RS/ RVS]