Awas, Orang dengan Obesitas Lebih Berisiko Terkena Kanker

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 19 Jan 2019, 17:00 WIB
Tak hanya rentan memicu serangan jantung, penyakit obesitas ternyata juga bisa menyebabkan kanker. Berikut ini adalah fakta medisnya.
Awas, Orang dengan Obesitas Lebih Berisiko Terkena Kanker (Elnur/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kegemukan atau obesitas tak bisa dipandang sebelah mata. Kondisi berat badan yang berlebih ini dianggap bertanggung jawab terhadap terjadinya berbagai penyakit, mulai dari diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, stroke, hingga kanker.

Ironisnya, jumlah kasus obesitas semakin meningkat. Hal ini berkaitan dengan penerapan gaya hidup masyarakat yang tidak sehat.

Angkanya terus meningkat

Obesitas kini telah menjadi masalah global. Bukan hanya penduduk di negara maju saja yang mengalami masalah kesehatan ini, negara berkembang pun memiliki masalah yang sama. Meskipun bisa dicegah, nyatanya kini sepertiga penduduk dunia mengalami obesitas.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia dari tahun 2007 hingga 2018, tercatat peningkatan angka kegemukan (overweight) dan sangat gemuk (obesitas).

Angka berat badan berlebih atau kegemukan meningkat dari 8,6 persen (2007), 11,5 persen (2013), hingga mencapai 13,6 persen pada tahun 2018. Sementara itu, angka obesitas pun juga meningkat lebih tajam lagi, dari angka 10,5 persen (2007), 14,8 persen (2013), menjadi 21,8 persen di tahun 2018.

Hingga kini, Kementerian Kesehatan RI masih berupaya untuk mengurangi jumlah kasus obesitas di Indonesia.

Lebih dekat dengan obesitas

Obesitas didefinisikan sebagai kelebihan berat badan terhadap tinggi badan, yang juga disertai dengan kelebihan lemak tubuh.

Obesitas dapat bermanifestasi sebagai kegemukan semata, atau dapat pula berkembang menjadi penyakit metabolik seperti hipertensi, diabetes mellitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, depresi, kanker, bahkan kematian.

Keseluruhan komplikasi tersebut tidak hanya berujung pada peningkatan angka morbiditas dan mortalitas, tetapi juga peningkatan beban ekonomi dan psikososial di masyarakat.

Cara yang umum digunakan untuk mengklasifikasikan obesitas adalah dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT), yaitu dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan kuadrat dari tinggi badan (dalam cm).

Terdapat dua klasifikasi IMT, yaitu internasional (untuk ras Kaukasia) dan Asia Pasifik. Kategori tersebut dibedakan karena orang Asia memiliki persentase lemak tubuh yang lebih banyak jika dibandingkan dengan ras Kaukasia.

Artinya, dengan IMT yang lebih rendah, orang Asia lebih berisiko untuk menumpuk massa lemak di daerah perut, yang berkaitan erat dengan penyakit metabolik dan kardiovaskular. Kelebihan berat badan (overweight) ditandai dengan angka IMT 23-29,9 kg/m2, sementara obesitas adalah ≥30 kg/m2.

Obesitas sebagai biang penyakit, termasuk kanker

Menurut berbagai penelitian, obesitas didapati berkaitan dengan 13 jenis kanker, terutama kanker pada organ reproduksi wanita (kanker payudara, endometrium, dan ovarium) serta kanker yang berhubungan dengan sistem pencernaan, yaitu kanker esofagus, lambung, usus besar, rektum (bagian usus besar dekat anus) saluran empedu, dan pankreas.

Tidak hanya itu saja, para peneliti telah menemukan hubungan obesitas dengan jenis kanker lainnya, seperti kanker hati, tiroid, kulit dan ginjal. Para peneliti juga mengungkapkan bahwa risiko kanker seseorang akan semakin bertambah sejalan dengan berapa lama seseorang mengalami obesitas.

Semakin lama orang mengalami obesitas, maka semakin besar pula risiko kanker yang dimilikinya. Karena obesitas dapat dicegah, maka para ahli menyimpulkan bahwa menurunkan berat badan adalah salah satu cara yang harus dilakukan untuk menurunkan risiko obesitas sebagai penyebab kanker.

Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari mengatur pola makan, berolahraga teratur, mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, bahkan operasi pengecilan lambung.

Membahas obesitas bukanlah sekadar membahas masalah berat badan. Agar terhindar dari obesitas dan risiko kanker, ubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat dengan mengonsumsi makanan sehat dan mulai rutin berolahraga.

[NP/ RVS]