Bagaimana Rasanya Saat Mengalami Serangan Panik?

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 19 Jan 2019, 09:30 WIB
Bagi Anda yang belum pernah mengalami serangan panik, ketahui kondisi apa yang akan dialami oleh penderita serangan panic, berikut ini.
Bagaimana Rasanya Saat Mengalami Serangan Panik? (Ilolab/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Serangan panik merupakan salah satu jenis gangguan jiwa yang dapat dialami oleh seseorang. Kondisi ini umumnya terjadi apabila seseorang terpapar suatu kejadian yang menyebabkan luapan emosi, seperti rasa takut, amarah, dan sebagainya.

Gejala serangan panik

Beberapa hal yang paling sering dialami ketika seseorang mengalami serangan panik adalah wajah memerah, sesak napas, nyeri dada, rasa mual, sakit kepala dan rasa takut yang sangat intens.

Namun pada kenyataannya, gejala tersebut dapat berbeda tergantung dari orang yang mengalaminya. Biasanya apa yang dialami penderita saat serangan panik muncul sesuai dengan pengalaman pribadi.

Kemudian, penderita juga bisa saja mengalami kehilangan kendali. Oleh sebab itu, seseorang yang mengalami serangan panik sering kali merasa bahwa ia tidak dapat melakukan sesuatu untuk mengubah situasi yang dialaminya. Seseorang yang mengalami serangan panik juga dapat merasa terancam saat berada dalam kondisi atau lingkungan tempat dia berada. Bila sudah parah, penderita bahkan bisa menutup diri dari interaksi sosial.

Muncul tiba-tiba dan sulit dikendalikan

Serangan panik sering kali timbul dengan adanya pemicu. Namun, terkadang serangan panik juga dapat timbul secara tiba-tiba tanpa adanya pemicu dari lingkungan di sekitar.

Perlu Anda ketahui juga, serangan panik bukanlah sesuatu yang mudah untuk dikendalikan. Sebab, kondisi ini dipercaya dapat dipicu oleh stres, gangguan jiwa, atau stimulus dan perubahan lingkungan tertentu. Oleh sebab itu, serangan panik umumnya tidak disengaja dan terjadi tanpa aba-aba.

Serangan ini bisa saja muncul secara tak terduga, baik dalam kondisi tenang maupun cemas. Misalnya, seseorang bisa saja mengalami serangan panik sebelum memberikan pidato atau tampil di depan orang banyak.

Berbeda dengan gangguan kecemasan

Dilansir dari situs Anxiety and Depression Association of America, serangan panik ini bukanlah gangguan kecemasan. Hal yang membedakan adalah intensitas dan lamanya gejala terjadi.

Serangan panik biasanya mencapai puncak gangguan dalam durasi 10 menit kemudian gejalanya mereda. Selain itu, penderita memiliki kecenderungan untuk meniru orang-orang yang memiliki penyakit kronis seperti jantung atau gangguan pernapasan.

Hal ini karena saat mengalami serangan, penderita kerap merasa dirinya memiliki penyakit tersebut. Biasanya, penderita serangan panik sering melakukan kunjungan ke dokter untuk memeriksakan diri, padahal kondisinya baik-baik saja.

Sayangnya, beberapa penderita merasa takut atau malu memberi tahu orang terdekatnya bahwa ia mengalami serangan panik. Mereka khawatir dipandang sebagai orang yang memiliki gangguan jiwa.

Pengobatan dan pencegahan serangan panic

Seseorang dengan serangan panik membutuhkan perhatian medis, terutama bila terjadi secara berulang atau dampaknya dapat membahayakan diri sendiri serta orang lain.

Oleh sebab itu, seseorang yang mengalami serangan panik sebaiknya dikonsultasikan ke tenaga kesehatan yang berkompetensi untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan lebih lanjut.

Untuk upaya pencegahan, Mayo Clinic menyatakan tidak ada acara yang pasti untuk mencegah serangan panik. Namun, saat merasakan gejala-gejala di atas, Anda direkomendasikan untuk sesegera mungkin memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan. Hal ini perlu dilakukan untuk membantu menghentikan serangan menjadi lebih buruk atau muncul lebih sering dari sebelumnya. Cara ini cukup efektif untuk menjaga kesehatan mental Anda.

Selain itu, cobalah untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin yang mungkin berperan dalam menghindarkan diri Anda dari munculnya serangan. Konsultasikan dengan dokter tentang aktivitas yang cocok untuk Anda lakukan.

Berbagai pemaparan di atas merupakan gambaran umum hal-hal apa saja yang dapat menandakan bahwa seseorang sedang mengalaminya. Dengan memahami serangan panik, Anda dapat mendukung diri sendiri atau orang lain ketika mengalaminya.

[NP/ RVS]