Berapa Lama Kopi Bisa Menahan Kantuk?

Oleh Novita Permatasari pada 18 Jan 2019, 16:20 WIB
Kopi biasa diandalkan sebagai teman lembur. Tapi, berapa lamakah efek kafein di dalamnya dapat membantu Anda menahan kantuk?
Berapa Lama Kopi Bisa Menahan Kantuk? (Roman-Samborskyi/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sedang bersiap untuk lembur? Biasanya, satu hal yang tak mungkin dilupakan adalah membuat kopi sebelum melanjutkan pekerjaan. Kopi memang telah lama dipercaya dapat membantu menahan kantuk, sehingga kerap dikonsumsi bila orang akan  memulai aktivitas di malam hari atau mungkin sebagai penyemangat di pagi hari.

Kandungan utama dalam kopi yang bekerja untuk menahan kantuk sendiri adalah kafein. Dilansir dari Healthline, kafein merupakan stimulan yang bekerja dengan cepat pada sistem saraf pusat.

Setelah minum kopi, tubuh Anda akan mengalami peningkatan tekanan darah dan detak jantung, tubuh terasa lebih berenergi, serta mood pun membaik. Teknisnya, sejak tegukan pertama, kafein akan melewati jaringan epitel hingga memasuki aliran darah Anda melalui lapisan mulut, tenggorokan, kerongkongan dan perut.

Seperti dipaparkan dalam situs Caffeine Informer, hanya dibutuhkan sekitar 45 menit bagi kafein untuk masuk ke dalam membran sel tubuh Anda. Lalu, kira-kira berapa lama, ya, kopi bisa menghalau kantuk?

Berapa lama kopi dapat membuat Anda terjaga?

Menurut American Academy of Sleep Medicine, jumlah waktu yang dimiliki oleh kafein untuk bekerja di dalam tubuh adalah 5 jam. Meski demikian, durasi waktu ini dapat dipengaruhi oleh usia, kondisi medis dan interaksi obat yang tengah dikonsumsi.

Efek dari kafein sendiri mencapai puncaknya sekitar 30 menit hingga 60 menit setelah dikonsumsi. Bila Anda coba rasakan, efek kopi memang tidak langsung bekerja, tapi membutuhkan waktu untuk masuk ke dalam aliran darah dan memengaruhi metabolisme tubuh, seperti telah dijelaskan di atas.

Selain memengaruhi kerja otak, kafein dalam kopi juga dapat memberikan efek lain pada tubuh. Kafein dapat menyebabkan kontraksi awal dinding arteri, namun kemudian otot polos akan melemas. Hal ini akan membuka pembuluh darah, sehingga memungkinkan aliran darah yang lebih deras.

 Hal tersebutlah yang kemudian membuat pikiran Anda lebih fokus dan merasa lebih bersemangat setelah minum kopi. Meski demikian, American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan agar Anda tidak mengonsumsi kopi sekitar 6 jam sebelum tidur. Jadi, bila Anda tidur jam 9 malam, sebaiknya Anda terakhir minum kopi pada pukul 3 sore.

Dijelaskan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, dalam 200 ml atau segelas kopi terkandung hingga 200 mg kafein. Jumlah tersebut mencapai sepertiga asupan kafein yang dianjurkan dalam sehari. Sedangkan, segelas kopi yang menggunakan susu seperti latte atau cappuccino mengandung sekitar 175 mg kafein.

“Sebagai stimulan untuk merangsang sistem saraf pusat, kadar kafein pada kopi dapat memberi lonjakan energi yang tinggi setelah dikonsumsi. Namun setelah efeknya habis, tubuh Anda akan terasa lebih lemas dari sebelumnya,” jelasnya.

Atas dasar hal tersebut, pertimbangkanlah mengonsumsi kopi di waktu yang tepat dan dengan takaran yang direkomendasikan, agar waktu dan kualitas tidur Anda tak terganggu. Sebab, bila tubuh terasa lemas, kualitas tidur pun akan berkurang. Esok paginya Anda bisa merasa tetap lelah meski telah tidur semalaman.

1 of 2

Batas maksimal minum kopi dalam sehari

Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), dari KlikDokter, untuk orang dewasa yang sehat, jumlah kafein yang aman untuk dikonsumsi adalah 400 mg dalam sehari. Jumlah ini setara dengan 4 cangkir kopi.

“Toleransi kafein pada kopi memang bisa berbeda-beda pada setiap orang. Namun, konsumsi kafein lebih dari 600 mg dalam sehari atau sekitar 5-7 cangkir, bisa berbahaya bagi tubuh,” jelas wanita yang akrab dipanggil dr. Jesslyn ini.

Nah, bagi Anda yang memiliki penyakit mag atau asam lambung namun ingin minum kopi, dr. Jesslyn menyarankan konsumsi kafein tidak lebih dari 100-200 mg (setara 1-2 gelas) kopi dalam sehari.

“Jika Anda sensitif terhadap kafein, berhati-hatilah. Karena mengonsumsi kopi dalam jumlah sedikit sekalipun seperti secangkir kopi bisa menyebabkan gelisah dan gangguan tidur,” tambahnya.

Minum kopi memang kerap menjadi “senjata” untuk menahan kantuk, terutama bila Anda memiliki setumpuk pekerjaan yang perlu segera diselesaikan. Meski demikian, perhatikan waktu mengonsumsi dan takarannya agar tidak memengaruhi kualitas tidur Anda.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓