Bisakah Wanita dengan Kanker Serviks Hamil?

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 20 Jan 2019, 09:00 WIB
Sebagian besar wanita ingin hamil setelah menikah. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat sulit hamil, salah satunya, kanker serviks.
Bisakah Wanita dengan Kanker Serviks Hamil? (Stock-Asso/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Hampir semua wanita pasti ingin memiliki keturunan. Namun, tidak semua wanita dapat segera hamil usai menikah. Lalu, bagaimana dengan wanita penderita kanker serviks?

Pada umumnya, kemungkinan wanita penderita kanker serviks untuk memiliki anak sangatlah kecil, meski telah melakukan terapi. Hal ini karena kanker dapat memengaruhi kesuburan pasien, khususnya kanker serviks.

Terapi untuk menangani kanker serviks

Penyakit yang menyerang wanita ini menawarkan berbagai jenis terapi. Biasanya terapi yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi penderita kanker serviks. Berikut ini adalah pemaparannya:

  • Operasi untuk pasien kanker serviks stadium awal

Apabila Anda menderita kanker serviks tetapi masih berada pada stadium awal, masih mungkin untuk dilakukan operasi pembuangan sel kanker tanpa harus mengangkat organ reproduksi. Anda pun masih dapat hamil di kemudian hari.

Contoh tindakannya adalah cone biopsy (pengangkatan mulut rahim), sehingga tidak rahim dan indung telur masih dapat berfungsi dengan baik. Tetapi tindakan ini juga dapat memengaruhi kesuburan Anda, karena pembuangan jaringan serviks lewat operasi dapat meningkatkan resiko keguguran di trimester dua dan tiga awal.

  • Kemoterapi

Penanganan kanker serviks dengan kemoterapi dapat membunuh sel-sel kanker sekaligus membunuh sel-sel yang sehat, seperti ovum yang berada pada ovarium. Pengobatan dengan cara ini berisiko menyebabkan terjadinya keguguran saat hamil dan menopause dini.

  • Radioterapi

Saat penanganan kanker serviks melibatkan tindakan radioterapi, sinar radiasi dalam jumlah tinggi ditujukan untuk mematikan sel kanker. Hal ini akan membuat ovarium terekspos radiasi dan dapat merusak sebagian atau seluruh ovum (telur). Akibatnya, pasien dapat mengalami menopause dini.

Kehamilan pada pasien dengan ovarium yang pernah terkena radiasi dapat meningkatkan resiko keguguran dan kelahiran bayi prematur.

Dari ketiga jenis terapi di atas, lakukanlah konsultasi dengan dokter bila memang Anda memiliki rencana untuk merealisasikan kehamilan. Sebab, sebagian penanganan bisa menyebabkan Anda kesulitan untuk mendapatkan kehamilan.

Upaya untuk hamil bagi penderita kanker serviks

Meski sulit untuk memiliki momongan, bila memang terdeteksi memiliki kanker serviks, Anda jangan lantas putus asa. Lakukanlah berbagai upaya berikut ini untuk mewujudkan mimpi Anda memiliki buah hati:

1. Lakukan pemeriksaan pap smear setahun sekali

Bila Anda melakukan pap smear secara rutin, maka sel kanker akan terdeteksi sejak dini. Penanganannya akan menjadi lebih ringan dibandingkan bila kanker tersebut terlambat terdeteksi.

Jika kanker Anda sudah mencapai stadium lanjut, mungkin dokter akan menyarankan pengangkatan organ reproduksi. Bila ini terjadi, secara otomatis Anda tidak dapat hamil.

2. Cek apakah penanganan kanker memengaruhi kesuburan Anda

Bisa atau tidaknya hamil bagi pasien kanker serviks tergantung dari stadium kanker serta penanganannya. Beberapa tindakan penanganan kanker serviks dapat memelihara  rahim, sehingga pasien dapat tetap hamil.

3. Berkonsultasi dengan dokter mengenai program kehamilan

Bila Anda merencanakan kehamilan, diskusikan dengan dokter apakah memungkinkan untuk membuang jaringan serviks seminimal mungkin, misalnya pada kanker stadium awal. Hal ini akan memperkecil efek samping yang dapat membahayakan kesuburan Anda.

Apapun masalah dan kondisi sistem reproduksi Anda, bila penanganan kanker serviks memengaruhi kesuburan Anda, tetap  jagalah kesehatan emosi Anda. Sebab stres dan kecemasan dapat memengaruhi penurunan kesehatan secara umum. Selain itu, dukungan dari keluarga sangatlah penting untuk menjaga kualitas kesehatan Anda.

Penyakit kanker serviks yang menyerang wanita patut diwaspadai, terutama bila Anda ingin memiliki momongan. Jauh sebelum Anda berpikir untuk hamil, hal yang terpenting adalah memelihara kesuburan. Lakukan pap smear secara rutin untuk mendeteksi dini adanya risiko kanker serviks.

 

[NP/ RVS]