Manfaat Terapi Kesehatan Mental yang Dilakukan secara Berkelompok

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 20 Jan 2019, 13:00 WIB
Dengan terapi kesehatan mental yang dilakukan secara berkelompok, orang merasa lebih berani untuk mengungkapkan keluh kesahnya.
Manfaat Terapi Kesehatan Mental yang Dilakukan secara Berkelompok (Monkey-Business-Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mengalami perubahan dalam bentuk tubuh, merasa kurang konsentrasi, badan terasa lemas, dan bahkan tidak memiliki semangat? Bisa jadi kecemasan berlebih yang Anda rasakan saat ini adalah gejala depresi. Terapi kesehatan mental yang dilakukan bersama dengan orang lain disebut-sebut sebagai solusi yang cukup efektif.

Kecemasan berlebih tersebut bisa jadi gejala dari depresi, yakni gangguan jiwa yang yang ditandai dengan suasana hati yang merosot atau labil pada diri seseorang. Mengenai hal ini, dr. Atika dari KlikDokter turut menjelaskan.

“Depresi bisa saja terjadi pada siapa pun, yang umumnya memiliki tekanan yang berat dalam hidupnya, entah karena tekanan pekerjaan, masalah ekonomi, atau tekanan lainnya,” ujarnya.

Terdapat dua macam depresi, yaitu depresi ringan dan berat. Depresi ringan bisa datang dan pergi dengan sendirinya, biasanya ditandai dengan perasaan sedih serta murung. Sedangkan, depresi berat biasanya ditandai dengan merasa tidak berguna, bersalah, hingga terasa sakit kepala dan tidak enak badan.

Bila sudah parah, orang yang depresi dapat menarik diri dari pergaulan. Kondisi ini akan bertambah buruk tanpa adanya perawatan. Sebab, orang yang mengalami depresi bisa saja mengelola kecemasannya tersebut dengan  mengonsumsi alkohol bahkan narkoba.

Anda pernah mendengar terapi kesehatan mental yang dilakukan secara berkelompok? Konon, cara yang satu ini dapat mengatasi segala masalah, terkait kesehatan mental seseorang.

Memahami efektivitas terapi dalam berkelompok

Bagi Anda yang menderita gangguan kecemasan akibat hubungan sosial, dibutuhkan terapi jenis ini. Terapi yang dilakukan dalam sebuah kelompok merupakan salah satu pilihan pengobatan utama, sehingga Anda yang memiliki kecemasan sosial akan merasa jauh lebih baik karena merasa tidak sendiri.

Misalnya saja, terapi dengan saling berkomunikasi antar individu, satu lawan satu. Mereka yang mengalami kecemasan tersebut akan lebih nyaman dan terbuka untuk menjelaskan kecemasan yang sedang dirasakan, karena merasa senasib.

Dalam prosesnya, terapis akan menyaksikan kecemasan sosial dan mengidentifikasi penyebab serta pemicunya. Misalnya saja, kegelisahan mungkin bersumber dari trauma yang belum tersesaikan, masalah gender atau dari proyeksi negatif.

Dengan begitu, terapis kelompok akan dapat membantu Anda yang mengatasi kegelisahan secara sosial untuk mengelola perasaan, mengurangi distorsi dan membuat Anda merasa lebih tenang.

1 of 2

Teknik terapi berkelompok untuk kesehatan mental

Seperti dilansir dari Psychology Today, berikut ini adalah tiga cara terapi berkelompok yang dapat membantu Anda mengurangi kecemasan sosial sekaligus menjaga kesehatan mental:

1. Terapi dengan dukungan

Memberikan dukungan merupakan terapi untuk mengakhiri isolasi sosial. Anda akan merasakan bahwa Anda tidak sendiri, sebab orang di sekitar Anda akan berbagi kekhawatiran dan ketakutan. Manfaatnya, Anda akan lebih mengembangkan kasih sayang dan empati yang lebih untuk diri sendiri ataupun orang lain.

2. Terapi lewat pengembangan keterampilan sosial

Untuk menghilangkan kecemasan, terapi ini dapat memberikan Anda tempat yang baik  untuk melatih keterampilan sosial seperti ekspresi diri, pengaturan batas, manajemen konflik, dan komunikasi sosial.Ketika Anda mengalami kecemasan yang memuncak, pemimpin pada kelompok Anda akan membantu Anda belajar mengelola kecemasan serta memiliki keterampilan sosial yang lebih baik, sehingga Anda akan tenang kembali.

3. Terapi mengelola ketakutan atau kecemasan

Terapi dalam sebuah kelompok dapat  membantu Anda mengelola ketakutan lebih baik dengan cara menyediakan lingkungan sosial yang aman dan mendukung Anda dalam memahami penyebab kecemasan serta mengatasinya.

Kesehatan mental perlu dijaga agar Anda tak lantas mengalami gangguan mental yang lebih parah. Salah satu cara untuk mengelola stres penyebab depresi adalah dengan mengikuti terapi kesehatan mental yang kini bisa dilakukan secara berkelompok. Namun jika sudah berusaha dan belum merasa lebih baik, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai diagnosis.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓