Benarkah Sakit Punggung Bisa Sebabkan Gangguan Mental?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 20 Jan 2019, 16:00 WIB
Tak hanya dapat mengganggu aktivitas, sakit punggung juga disebut-sebut sebagai salah satu penyebab gangguan mental.
Benarkah Sakit Punggung Bisa Sebabkan Gangguan Mental? (Yuriy-Bartenev/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jika mengalami sakit punggung kemudian Anda jadi susah beraktivitas, itu adalah hal wajar. Tetapi, bagaimana jika ternyata sakit punggung kemudian membuat Anda mengalami gangguan mental?

Nyeri punggung adalah salah satu penyebab kasus kecacatan di seluruh dunia. Menurut studi Global Burden of Disease, nyeri punggung bawah memengaruhi hampir 1 dari 10 orang di seluruh dunia.

Selain itu, ada banyak bukti bahwa sakit punggung memang berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan meningkatkan risiko masalah kesehatan fisik lainnya. Gangguan mental disebut-sebut sebagai salah satunya.

Sakit punggung dan masalah mental

Faktanya, hubungan sakit punggung dan masalah mental bukan omong kosong belaka. Sebuah studi yang melibatkan hampir 200.000 partisipan menemukan bahwa orang-orang yang menderita sakit punggung lebih mungkin mengalami serangkaian masalah kesehatan mental.

Salah satu faktor pemicunya adalah permasalahan biaya perawatan. Karena memerlukan terapi, sakit punggung sudah pasti membuat biaya perawatan menjadi membengkak. Bila sudah begini, tak hanya sakit punggung yang diobati, tapi mental juga butuh diobati.

Satu studi lainnya yang pernah dilakukan sebelumnya dengan menggunakan data dari World Mental Health Survey mencatat bahwa sakit punggung atau leher kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan mood, penyalahgunaan alkohol, dan gangguan kecemasan.

Sementara itu, studi lain mencoba menyelidiki hubungan antara sakit punggung dan penyakit psikologis low-and middle-income countries (LMICs) pada negara berpenghasilan rendah dan menengah. Studi ini diterbitkan di jurnal General Hospital Psychiatry.

TIim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Patricia Schofield dan Dr. Brendon Stubbs dari Anglia Ruskin University di Inggris mengambil data dari 190.595 individu berusia 18 tahun ke atas di 43 negara. Jumlah tersebut menjadikan studi ini sebagai studi terbesar di antara studi yang sejenis.

Dari 43 negara, 19 negara dikategorikan berpenghasilan rendah dan 24 lainnya berpenghasilan menengah. Tim menggunakan data dari Survei Kesehatan Dunia pada rentang waktu 2002-2004.

Lembaga survei itu adalah sebuah proyek yang didirikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menghasilkan informasi tentang sistem kesehatan dan kondisi kesehatan populasi orang dewasa.

Secara keseluruhan, pada LMIC, sakit punggung memengaruhi 35,1 persen populasi, dan 6,9 persen melaporkan memiliki sakit punggung kronis. Dari negara-negara yang diselidiki, tingkat penyakit nyeri punggung Tiongkok termasuk yang paling rendah, yaitu 13,7 persen. Sedangkan, Nepal merupakan negara dengan kasus sakit punggung tertinggi dengan angka 57,1 persen.

Analisis data kuesioner menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan orang tanpa sakit punggung, mereka yang mengalami sakit punggung 2 kali lebih mungkin mengalami salah satu dari lima kondisi kesehatan mental, yakni kecemasan, depresi, psikosis, stres, dan kurang tidur.

Orang dengan sakit punggung kronis juga tiga kali lebih mungkin mengalami episode depresi dan 2,6 kali lebih mungkin mengalami psikosis (kondisi medis yang merujuk pada keadaan mental yang terganggu oleh delusi atau halusinasi). Menariknya, hasilnya relatif sama di semua negara, terlepas dari tingkatan status ekonomi mereka.

"Ini menunjukkan bahwa sakit punggung memang dapat mengganggu kesehatan mental yang bisa saja membuat pemulihan dari sakit punggung lebih sulit," sambung Dr. Stubbs.

Karena penelitian ini menggunakan sekelompok besar orang di seluruh bagian populasi, temuan ini dapat dianggap cukup mewakili populasi dunia.

Meski penelitian di atas telah membuktikan bahwa sakit punggung dapat memicu gangguan mental, penelitian tambahan masih diperlukan untuk menguatkan isu ini. Yang jelas, untuk menghindari sakit punggung yang dapat berlanjut pada gangguan mental, atur postur tubuh Anda dengan baik setiap beraktivitas dan penuhi asupan kalsium harian untuk menjaga kesehatan tulang, termasuk tulang bagian punggung.

[NP/ RVS]