Implan Penis, Amankah untuk Kesehatan?

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 22 Jan 2019, 09:00 WIB
Ketika obat-obatan dan psikoterapi tak lagi mempan, masalah disfungsi ereksi dapat dibantu dengan implan penis. Amankah untuk kesehatan?
Implan Penis, Amankah untuk Kesehatan? (Gowithstock/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Implan penis merupakan alat yang diletakkan di dalam penis khusus untuk pria yang mengalami disfungsi ereksi, agar dapat kembali berfungsi normal. Implan penis pada umumnya direkomendasikan setelah segala terapi lainnya untuk disfungsi ereksi tidak berhasil.

Pemasangan implan penis membutuhkan operasi. Sebelum memilih tipe implan, pastikan Anda memahami operasi yang terkait, termasuk risiko, komplikasi, serta tindak lanjut yang akan mengikutinya setelah operasi dilakukan.

Implan penis salah satu opsi

Bagi sebagian besar kaum Adam, disfungsi ereksi dapat ditangani secara sukses dengan obat-obatan, maupun pompa penis. Namun, bila cara-cara tersebut tidak berhasil, implan penis dapat menjadi salah satu opsi. Implan penis juga dapat mengobati kasus pada kondisi yang menyebabkan terbentuknya jaringan parut di dalam penis, sehingga menyebabkan ereksi yang menyakitkan serta bentuk penis melengkung. Hal tersebut disebabkan oleh penyakit Peyronie.

Implan penis tidak diperuntukkan bagi semua pria. Dokter tidak akan menyarankannya jika Anda:

  • Mengalami disfungsi ereksi yang situasional, seperti hasil dari konflik hubungan dengan pasangan, atau karena suatu hal yang dapat diubah kembali.
  • Mengalami infeksi, seperti infeksi pada paru atau saluran kemih.
  • Mengidap diabetes mellitus tidak terkontrol (tidak mengonsumsi obat rutin).

Hal yang perlu diingat adalah walaupun implan penis membantu pria mendapatkan ereksi, implan tidak akan menambah hasrat seksual maupun sensasi yang dirasakan. Sebagian besar implan juga tidak akan membuat penis Anda semakin besar dari ukuran aslinya, bahkan penis yang ereksi bisa saja lebih pendek dibandingkan sebelumnya.

1 of 2

2 jenis implan penis

Terdapat dua tipe umum implan penis, yakni inflatable (yang dapat dikembangkan secara manual) dan semi-rigid (semi-kaku). Kedua tipe itu bekerja secara berbeda, dan masing-masing memiliki keuntungan serta kerugian.

Implan inflatable merupakan jenis yang paling sering digunakan, dapat dikembangkempiskan saat ingin mengalami ereksi maupun tidak. Untuk menghasilkan ereksi, Anda memompa cairan yang terdapat dalam implan dari tabungnya. Keuntungan dari implan ini adalah mudah disembunyikan dan tidak akan terlihat secara kasat mata. Kerugiannya adalah memiliki lebih banyak bagian yang dapat mengalami malfungsi.

Adapun implan semi-rigid adalah implan yang selalu bersifat keras. Penis dapat dijauhkan dari tubuh saat akan berhubungan intim, dan didekatkan ke arah tubuh saat beraktivitas biasa. Keuntungan dari implan ini adalah mudah digunakan bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik maupun mental, serta sedikitnya bagian yang akan mengalami malfungsi. Namun, implan ini memiliki kerugian akan sulitnya disembunyikan di bawah celana, dan adanya risiko cedera penis karena selalu bersifat keras dan menekan bagian dalam penis.

Risiko implan penis

Risiko menjalani operasi pemasangan implan penis, seperti operasi pada umumnya, adalah infeksi, terjadi masalah dengan implan tersebut seperti malfungsi, dan adanya pengikisan di dalam penis akibat pelekatan berlebihan implan terhadap dinding dalam penis.

Setelah dilakukan pemasangan implan, Anda akan diberikan obat antinyeri serta antibiotic setelah efek anestesi melemah, serta untuk mencegah infeksi.

Anda juga akan diminta untuk memosisikan penis pada perut bagian bawah, mengarah ke pusar, agar selama proses penyembuhan tidak terjadi pembengkokan ke arah bawah. Sebagian besar pria dapat kembali beraktivitas berat dan kembali berhubungan intim 4 hingga 6 minggu setelah operasi dilakukan. Kembalilah ke dokter jika diberitahu untuk melepaskan jahitan.

Meski implan penis merupakan pengobatan yang paling jarang dipilih untuk disfungsi ereksi, sebagian besar pria dan pasangan melaporkan tingkat kepuasan tinggi menggunakan implan tersebut. Keawetan implan selama 10 tahun ada pada kisaran 60-80 persen.

Bagi sebagian pria, disfungsi ereksi adalah masalah kesehatan yang sangat ditakuti. Implan penis, jika dipakai sesuai kebutuhan, kegunaan, serta dijaga dan berhati-hati dalam pemakaian, akan sangat berguna serta aman bagi mereka yang membutuhkan. Akan tetapi, konsultasikan dengan dokter sebelum menjalani prosedur ini.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓