Bolehkah Ibu Hamil Konsumsi Junk Food?

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 22 Jan 2019, 14:00 WIB
Tak sedikit ibu hamil yang nekat konsumsi junk food dengan alasan mengidam. Padahal, makanan ini bisa berdampak buruk terhadap kehamilan.
Bolehkah Ibu Hamil Konsumsi Junk Food? (Taras Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat sedang hamil, sebaiknya wanita menjaga asupan makanan agar janin dalam kandungan mendapatkan nutrisi cukup dan seimbang. Nutrisi tersebut dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan sang calon bayi. Berat badan ibu juga perlu dijaga agar tidak terlalu berlebihan. Sayangnya, tak sedikit ibu hamil yang gemar konsumsi junk food, entah karena pada dasarnya sudah doyan atau karena alasan mengidam. Apa pun alasannya, konsumsi junk food tidak dianjurkan untuk ibu hamil.

Junk food atau makanan cepat saji tidak memiliki nutrisi yang baik untuk ibu hamil. Jika ibu hamil tetap nekat mengonsumsinya, kebutuhan nutrisi kehamilan tak akan terpenuhi. Junk food membuat penikmatnya merasa kenyang dan seakan tak ada lagi ruang di perut untuk diisi makanan sehat seperti buah dan sayuran.

Alasan untuk menghindari junk food saat hamil

Berikut ini adalah beberapa bahaya konsumsi junk food di masa kehamilan.

  1. Bayi akan menyukai junk food juga

Studi yang dipublikasikan di jurnal medis “Frontiers in Endocrinology” menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi ibu juga akan memengaruhi makanan yang dipilih bayi nantinya. Studi ini menggunakan tikus yang sedang hamil, lalu diberikan makanan berlemak tinggi selama kehamilan. Temuannya adalah, tikus ini memiliki anak yang sistem pusatnya juga menyukai makanan yang berlemak tinggi hingga ia dewasa.

  1. Bayi akan memiliki risiko tinggi alergi

Kebiasaan makan makanan yang tinggi gula selama kehamilan akan meningkatkan risiko terjadinya alergi pada anak. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal medis “European Respiratory Journal”, anak dari wanita yang sering mengonsumsi gula seperti sukrosa, fruktosa, jus buah, atau madu dalam makanannya selama kehamilan akan meningkatkan risiko terjadinya alergi dan asma saat anak berusia 7-9 tahun.

  1. Tingginya risiko perubahan genetik yang abnormal

Studi pada tikus yang selama masa kehamilan sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan pemanis menyebabkan anak betinanya memiliki gangguan kesehatan. Dilaporkan terjadi disfungsi insulin dan terjadi pada tiga generasinya.

  1. Tingginya produksi akrilamid

Makanan seperti kentang goreng, roti, keripik kentang, dan lain-lain memiliki kandungan tepung yang tinggi. Berbagai makanan tersebut dipanggang dan digoreng dengan temperatur tinggi (di atas 121 derajat Celcius). Hal tersebut akan mengubah tepung secara kimiawi menjadi akrilamid. Tingginya akrilamid ini dapat menyebabkan bayi yang dilahirkan memiliki lingkar kepala yang kecil serta berat badan bayi yang kurang.

  1. Menyebabkan ibu kelebihan berat badan

Konsumsi makanan cepat saji dapat menyebabkan berat badan ibu naik secara berlebihan. Kondisi tersebut bisa bikin ibu hamil mengalami komplikasi seperti preeklamsia, melahirkan bayi yang besar, kelahiran prematur, diabetes gestasional, gangguan tidur, keguguran, dan kematian bayi.

  1. Junk food tidak memiliki nutrisi

Kandungan junk food biasanya gula, garam, lemak, dan kolesterol, yang semuanya merupakan kandungan yang perlu dihindari selama masa kehamilan. Gula dan garam yang berlebihan tidak diperlukan dan tidak baik untuk tubuh.

  1. Gangguan pencernaan

Junk food yang digoreng dalam suhu tinggi akan mengganggu sistem pencernaan. Ini karena makanan tersebut menghasilkan gas dan rasa kembung. Junk food juga tidak memiliki kandungan serat, sehingga tidak baik untuk pergerakan usus pada sistem pencernaan.

  1. Risiko diabetes gestasional

Ibu hamil yang gemar menyantap junk food juga akan memiliki risiko tinggi mengalami diabetes pada masa kehamilan atau disebut sebagai diabetes gestasional. Ini berhubungan dengan kandungan gula dan kalori yang berlebih, yang bersumber dari makanan cepat saji.

Dengan delapan bahaya yang disebutkan di atas serta fakta bahwa junk food memang tak memiliki nutrisi, sebaiknya ibu hamil menjauhi jenis makanan ini. Tak hanya saat hamil, tapi juga seterusnya. Lebih baik konsumsi makanan bergizi lengkap dan bergizi dan jangan sampai absen senam hamil, ya. Jika tak sempat, paling tidak upayakan untuk terus bergerak aktif.

[RN/ RVS]