Susu Kedelai Efektif Turunkan Kolesterol Tinggi?

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 24 Jan 2019, 09:00 WIB
Ada yang mengatakan bahwa susu kedelai dapat menurunkan kolesterol tinggi. Benarkah?
Susu Kedelai Efektif Turunkan Kolesterol Tinggi? (Davizro Photography/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Susu kedelai sering dijadikan alternatif untuk susu hewani. Meski ketenarannya masih berada di bawah susu sapi, susu kedelai tidak sepi peminat. Susu kedelai juga dapat dikonsumsi oleh para vegetarian dan mereka yang mengalami intoleransi laktosa dengan aman. Menariknya, ada yang mengatakan bahwa susu kedelai dapat menurunkan kolesterol tinggi. Benarkah demikian?

Kaya nutrisi meski murah

Dengan harga yang lebih murah, susu kedelai tidak lantas miskin nutrisi. Ada banyak kandungan gizi yang terdapat di dalam segelas susu kedelai, mulai dari protein, vitamin A, vitamin B, kalsium, vitamin D, magnesium, potasium, dan serat.

Susu kedelai mengandung sedikit lemak secara alami, dan bebas kolesterol. Meski hanya mengandung sedikit gula, susu kedelai menyimpan karbohidrat yang dapat memberikan cukup energi untuk beraktivitas hingga jadwal makan berikutnya.

Karena tidak mengandung laktosa, susu kedelai baik untuk mereka yang menderita intoleransi laktosa sebagai alternatif susu sapi. Intoleransi laktosa merupakan ketidakmampuan tubuh untuk mencerna laktosa (gula pada susu yang umumnya terdapat dalam susu sapi).

Tentunya produk susu ini membantu penderita intoleransi laktosa dalam mendapatkan tambahan nutrisi, terutama kalsium dan vitamin D yang sering kali kurang pada kebanyakan wanita, tanpa mengalami gangguan pencernaan.

Bisa turunkan kolesterol?

Susu kedelai memang mengandung rendah lemak dan bebas kolesterol, sehingga baik untuk dikonsumsi oleh orang dengan kadar kolesterol tinggi. Namun, apakah meminum susu kedelai dapat membantu menurunkan kolesterol?

Penelitian mengenai kemampuan susu kedelai dalam menurunkan kolesterol telah dilakukan sejak tahun 1990-an. Studi-studi tersebut umumnya memberikan hasil yang sangat memuaskan, sehingga Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) merekomendasikan konsumsi 25 gram protein kedelai untuk membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Perlu diketahui bahwa satu gelas susu kedelai rata-rata mengandung 7 gram protein.

Namun pada tahun 2006, American Heart Association (AHA) mengemukakan suatu studi bahwa kolesterol “jahat” yang dikenal dengan LDL baru dapat diturunkan setelah Anda mengonsumsi 50 gram kacang kedelai setiap hari. Itupun hanya berdampak terhadap penurunan 3% LDL, yang dianggap kurang signifikan dengan konsumsi kacang kedelai sebanyak itu.

Karena itu, AHA menyatakan bahwa susu kedelai dan produk kacang kedelai lainnya boleh menjadi bagian dari menu makanan sehari-hari. Namun tidak direkomendasikan khusus untuk terapi menurunkan kolesterol tinggi.

Sumber protein yang rendah lemak

Susu kedelai tetap dianjurkan untuk dikonsumsi sehari-hari, meskipun dalam batas sewajarnya dan tidak berlebihan. Hal ini mengingat susu kedelai adalah sumber alternatif protein yang lebih murah ketimbang sumber protein seperti daging dan unggas, serta dapat dikonsumsi oleh para vegetarian.

Di samping itu, susu kedelai juga sehat karena rendah lemak dan bebas kolesterol. Apalagi susu kedelai mengandung isoflavon (suatu bentuk fitoesterogen, atau estrogen yang berasal dari tumbuhan) yang dapat bermanfaat untuk kesehatan wanita dan menurunkan risiko penyakit jantung.

Oya, selain buatan pabrik, susu kedelai dapat dibuat sendiri di rumah dengan mudah. Anda hanya perlu merendam kacang kedelai semalaman, menghaluskannya dengan blender, lalu merebusnya. Sebelum disajikan, rebusan susu kedelai tersebut disaring terlebih dahulu. Untuk menambah cita rasa, Anda bisa menambahkan jahe, daun pandan, dan gula ke dalam campuran susu kedelai.

Bagaimana? Tertarik untuk membuat susu kedelai sendiri di rumah? Meski AHA tidak menganjurkan susu kedelai sebagai terapi utama menurunkan kolesterol tinggi, Anda tetap dapat mengonsumsinya untuk menunjang kesehatan.

[RS/ RVS]