Rambut Panjang Bikin Rontok Makin Parah?

Oleh Ayu Maharani pada 22 Jan 2019, 15:10 WIB
Salah satu alasan populer memendekkan rambut adalah untuk mengatasi kerontokan. Benarkah rambut panjang bikin rontok makin parah?
Rambut Panjang Bikin Rontok Makin Parah? (Asiandelight/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat melihat berhelai-helai rambut di sisir atau jemari, tak sedikit orang yang ingin buru-buru ke salon untuk memendekkan rambut. Rambut rontok memang bisa menjadi pertanda sudah waktunya rambut dipotong. Namun, benarkah penyebab rambut rontok atau rontok yang makin parah disebabkan karena rambut yang terlalu panjang?

Menurut dr. Adithia Kwee kepada KlikDokter, pertumbuhan rambut normal berlangsung selama 2-6 tahun dan tiap helainya tumbuh sepanjang 1 cm per bulan. Kemudian, 90 persen rambut di kepala akan terus tumbuh, sedangkan 10 persennya lagi berada dalam fase istirahat.

“Nah, setelah 2-3 bulan, rambut yang berada dalam fase istirahat akan rontok dan rambut baru mulai tumbuh di tempat yang sama. Ketika rambut Anda mengalami kerontokan tiap hari, hal itu sebetulnya normal-normal saja. Apalagi bila yang rontok hanya 50-100 helai per hari,” kata dr. Adithia menjelaskan.

Ia melanjutkan, pasalnya, rata-rata tiap kulit kepala seseorang memiliki sekitar 100.000 helai rambut. Jadi, jika ada pengurangan setiap harinya dengan angka yang tadi disebutkan, itu tidak akan menimbulkan kebotakan.

Namun, bila rambut yang rontok lebih dari 100 helai per hari, barulah Anda boleh merasa khawatir karena menurut dr. Adithia, itu bisa disebabkan oleh faktor lain.

“Misalnya saja faktor keturunan ataupun faktor yang didapat dari penyakit tertentu. Kalau karena keturunan, tak ada yang bisa dilakukan kecuali memperlambat proses kebotakannya. Jika karena penyakit tertentu, Anda mesti melakukan beberapa usaha ekstra untuk mencegah kerontokan rambut semakin parah.”

Makin panjang rambut, makin parah rontoknya?

Sebenarnya, pandangan bahwa rambut yang panjang kian bikin rontok itu belum diketahui secara pasti. Dilansir dari Nicehair.org, belum ada bukti penelitian medis yang melaporkan bahwa panjang atau pendeknya rambut memengaruhi kerontokan.

Saat beberapa helai rambut sebatas punggung tengah rontok, rambut ini akan lebih “membundel”, sehingga kesannya jumlah rambut yang rontok lebih banyak. Beda halnya jika rambut hanya sebatas telinga, yang ketika rontok tak akan memberikan efek tebal atau banyak. Ketika disisir menggunakan sisir atau jari tangan pun, helaian rambut yang panjang akan melilit, sehingga helaian yang rontok tampak banyak. Mungkin inilah anggapan rambut panjang bikin rontok atau bikin rontok makin parah berasal.

Hindari mengikat rambut terlalu sering dan terlalu kencang

Sementara itu, semakin panjang rambut, maka keinginan untuk mengikatnya juga semakin tinggi. Apalagi bila Anda termasuk aktif dan tak ingin rambut panjang membatasi ruang gerak. Faktanya, makin sering Anda mengikat rambut, apalagi dengan kencang, makin besar pula risiko Anda mengalami alopecia traksi. Kondisi ini merupakan kerontokan rambut yang diakibatkan oleh penarikan berulang yang sama dan berlangsung cukup lama. Tarikan yang terlalu kuat dan berulang dapat merusak folikel rambut dan menarik rambut keluar dari kulit kepala, sehingga berujung pada kerontokan.

Akibat mengikat rambut panjang terlalu kencang dan sering, kulit kepala juga akan terasa gatal, nyeri, bahkan kemerahan. Selain itu, jarak rambut di kulit kepala dapat melebar dan garis rambut di sekitar dahi terlihat lebih mundur.

Rambut rontok akibat kebiasaan mengikat rambut seperti bisa tumbuh kembali. Namun, bila dilakukan terus-menerus dapat menghambat pertumbuhan rambut, menyebabkan kebotakan di beberapa bagian. Mungkin inilah kenapa banyak orang yang memangkas rambut panjang mereka, apalagi yang sudah melebihi bokong, agar keinginan untuk mengikat, mengepang, atau menyanggul rambut secara kencang tak muncul. Lagi pula, rambut yang super panjang bisa memberatkan folikel rambut, sehingga risiko kerontokan makin tinggi.

Jadi, apakah rambut panjang bikin rontok makin parah? Bisa jadi! Apalagi jika rambut terlalu sering diikat terlalu kencang, atau panjangnya sudah melampaui batas wajar. Anda tak perlu buru-buru potong rambut jika rambut yang rontok kurang dari 100 helai per hari. Jika lebih dari itu, lebih baik periksakan diri ke dokter spesialis kulit. Potong rambut sah saja, apalagi jika rambut sudah tampak tak berbentuk, pecah-pecah, dan mulai kusut.

[RN/ RVS]