8 Penyebab Cairan Sperma Berwarna Kuning

Oleh Rieke Saras pada 22 Jan 2019, 17:15 WIB
Warna cairan sperma Anda bisa menelaah kondisi kesehatan tubuh Anda. Jika warnanya kuning, kira-kira apa artinya, ya?
8 Penyebab Cairan Sperma Berwarna Kuning (Lightwavemedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Cairan sperma atau air mani yang sehat biasanya berwarna putih atau putih keabu-abuan dengan tekstur seperti jeli. Tapi jika cairan sperma berubah warna menjadi kuning, maka Anda harus lebih memperhatikan kesehatan tubuh.

Menurut dr. Kartika Mayasari kepada KlikDokter, perubahan warna sperma ini bisa tergantung pada beberapa faktor yang memengaruhinya, seperti makanan yang dikonsumsi hingga masalah kesehatan. Jika perubahan warna sperma bersifat sementara, masih termasuk normal. Namun jika warna tersebut menetap hingga sekitar 1-2 minggu, maka kondisi tersebut perlu diperiksakan ke dokter.

Dilansir berbagai sumber, berikut delapan penyebab cairan sperma Anda berwarna kuning:

  • Urine dalam cairan sperma

Cairan sperma mengalir melalui uretra, saluran yang membawa urine dan sperma keluar dari tubuh. Urine dan cairan sperma Anda dapat bercampur saat cairan sperma keluar dari penis. Campuran keduanya dapat membuat air mani Anda berwarna kuning.

  • Penyakit kuning

Penyakit kuning terjadi ketika hati Anda kesulitan memecah bilirubin, produk sisa dari penghancuran sel-sel darah merah. Kondisi ini bisa memengaruhi warna cairan sperma. Penyebabnya bisa karena virus (misal hepatitis), penyakit autoimun, kelainan metabolik, alkohol, obat-obatan tertentu, radang empedu, kanker pankreas, dan pankreatitis.

  • Leukositosperma

Ini adalah kondisi ketika jumlah sel-sel darah putih dalam cairan sperma berlebih. Hal ini dapat menyebabkan cairan ini tampak kuning, dan bisa menjadi pertanda dari infeksi, jarang ejakulasi, hingga penggunaan alkohol. 

  • Infeksi menular seksual

Klamidia, herpes, dan gonore dapat mengubah warna air mani menjadi hijau kekuningan. Bisa disertai dengan rasa sakit di sekitar alat kelamin, keluarnya cairan yang tidak biasa, dan rasa terbakar saat buang air kecil atau ejakulasi.

  • Infeksi prostat

Cairan sperma yang terlihat kuning kehijauan dapat menjadi gejala dari infeksi prostat. Infeksi prostat terjadi ketika bakteri di urine Anda masuk ke dalam prostat. Tanda dan gejala lainnya adalah buang air kecil terasa sulit atau nyeri, sering buang air kecil, urine tampak keruh, nyeri saat ejakulasi, rasa sakit di punggung bagian bawah, perut bagian bawah, penis, atau pangkal paha.

  • Usia

Seiring bertambahnya usia, warna cairan sperma dapat mengalami perubahan, dan hal ini sangat alami. Anda tak perlu heran jika warna cairan sperma berubah kekuningan bersamaan dengan bertambah banyaknya uban di rambut. Namun, perubahan warna ini sering kali terjadi secara bertahap sehingga biasanya tidak disadari.

  • Pola makan

Mengonsumsi makanan yang mengandung pewarna dapat menyebabkan air mani berwarna kuning. Bau cairan sperma juga dapat berubah jika Anda makan makanan yang beraroma kuat, seperti bawang putih, bawang merah, asparagus, atau brokoli.

  • Obat-obatan tertentu

Sama seperti makanan, obat-obatan tertentu juga dapat menimbulkan warna kuning pada cairan sperma. Terutama jika Anda baru mengonsumsi suplemen,  seperti vitamin B, dan beberapa antibiotik, seperti rifampicin atau metronidazole.

Coba ingat-ingat kembali saat terakhir Anda orgasme. Apakah Anda memperhatikan warna cairan sperma Anda? Mungkin Anda langsung mengelapnya dengan tisu dan membuangnya ke tempat sampah. Lain kali, ada baiknya untuk memeriksa warna dan konsistensi cairan tersebut. Karena kualitas cairan sperma bisa menggambarkan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Perhatikan apakah cairan sperma berwarna kuning itu diikuti dengan sejumlah gejala yang menurut Anda tidak bersumber dari makanan atau obat-obatan. Misalnya, jika Anda baru-baru ini melakukan hubungan seksual tanpa kondom, mengalami nyeri atau kesulitan buang air kecil, rasa sakit di perut bagian bawah atau area kelamin, demam, atau lainnya. Segera temui dokter umum agar bisa didiagnosis lebih lanjut.

[RS/ RVS]

Rama RadityaRama Raditya

Dokter