Bisakah Janin Mengalami Obesitas?

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 23 Jan 2019, 13:30 WIB
Meski masih di dalam kandungan, janin dapat mengalami obesitas. Kenali bahaya obesitas pada janin di sini.
Bisakah Janin Mengalami Obesitas? (EmiliaUngur/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Setiap ibu hamil tentu ingin janinnya berkembang dengan baik. Ini akan tecermin dari berat janin yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Namun, perlu diperhatikan apakah berat janin ini sesuai untuk usia kehamilan. Bila berat janin selalu lebih besar dari rata-rata, perlu diwaspadai akan adanya obesitas janin.

Dalam dunia medis, kondisi itu disebut dengan fetal macrosomia, dimana berat janin dapat mencapai 4.000-4.500 gram saat lahir.Secara global, kurang lebih sekitar 9 persen bayi terlahir dengan berat 4.000 gram atau lebih dan sekitar 0,1 persen dengan berat 5.000 gram atau lebih.

Risiko obesitas pada janin

Janin yang mengalami obesitas dapat menimbulkan komplikasi, baik pada ibu maupun bayi, terutama saat melahirkan normal. Yang paling sering adalah distosia bahu, kala kepala bayi sudah lahir tapi bahunya “terjebak” di dalam tubuh ibu.

Pada bayi, distosia bahu paling sering menyebabkan patah tulang selangka hingga cedera saraf yang memengaruhi area lengan. Pada kasus yang jarang, dapat menyebabkan kerusakan otak hingga kematian bayi. Adapun bagi ibu, kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan hebat kala bersalin, robekan rahim, hingga cedera vagina yang luas dan membutuhkan banyak jahitan.

Ini merupakan situasi yang serius sehingga membutuhkan manuver khusus agar bayi lahir sehat dan komplikasi pada ibu dapat diminimalkan.

Selain komplikasi saat bersalin, janin yang obesitas juga lebih rentan mengalami gangguan kesehatan setelah lahir, seperti obesitas dan sindrom metabolik di masa kanak-kanak. Keduanya akan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes di masa depan.

Penyebab obesitas pada janin

Pada umumnya, semakin lama suatu kehamilan melampaui hari perkiraan lahir, khususnya bila usia kehamilan di atas 40 minggu, semakin besar pula risiko janin menjadi obesitas. Ini karena janin terus tumbuh di dalam rahim. Kondisi ini juga bisa terjadi bila sang ibu mengalami obesitas atau kenaikan berat badan terlalu besar selama hamil, mengalami diabetes baik sebelum maupun selama hamil, berusia lebih dari 35 tahun atau kurang dari 17 tahun, serta memiliki riwayat melahirkan bayi besar.

Pada sebagian kecil kasus, obesitas pada janin disebabkan oleh kelainan genetik yang membuat janin tumbuh lebih cepat dari usia kehamilan yang seharusnya.

1 of 2

Bisakah dicegah?

Memang tak semua penyebab maupun faktor risiko yang berhubungan dengan obesitas janin bisa dihindari. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Bila Anda tergolong obesitas atau memiliki berat badan yang berlebih, segera lakukan perubahan gaya hidup agar mencapai berat badan yang sehat sebelum mulai hamil. Namun bila sudah telanjur hamil, diskusikan dengan dokter berapa pertambahan berat badan yang diperbolehkan agar tumbuh kembang janin optimal dan tidak menjadi obesitas.
  • Selalu awasi kenaikan berat badan selama hamil. Normalnya, kenaikan berat badan sebanyak 11-16 kg selama hamil akan menunjang tumbuh kembang janin yang optimal. Meski demikian, angka ini hanya berlaku untuk wanita dengan berat badan yang normal sebelum hamil.
  • Miliki pola makan yang sehat. Hamil bukan berarti Anda makan untuk dua orang. Makanlah seperti biasa dengan komposisi gizi yang seimbang.
  • Kendalikan gula darah bila Anda mengalami diabetes sejak sebelum atau saat hamil. Ini merupakan cara terbaik untuk mencegah berbagai komplikasi yang menyertainya, termasuk obesitas pada janin.
  • Rutin melakukan aktivitas fisik sebanyak 150 menit per minggu. Contoh aktivitas yang aman adalah berjalan, berenang, yoga, dan bersepeda.

Mengetahui bahwa berat janin selalu bertambah sesuai usia kehamilan, atau bahkan cenderung di atas rata-rata mungkin membuat Anda tenang dan merasa aman. Meski demikian, ingat bahwa ini tak selalu sehat karena adanya berbagai komplikasi dari obesitas pada janin. Oleh sebab itu, penting untuk mengelola faktor risiko, menerapkan gaya hidup sehat, dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter agar tumbuh kembang janin yang dikandung terpantau sesuai dengan usia kehamilan.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓