Benarkah Lemak Tubuh Pengaruhi Volume Otak?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 23 Jan 2019, 15:00 WIB
Tumpukan lemak tubuh disebut mampu memengaruhi volume otak. Apa kata medis terkait hal tersebut?
Benarkah Lemak Tubuh Pengaruhi Volume Otak? (Yurchanka-Siarhei/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tubuh manusia membutuhkan lemak supaya bisa berfungsi dengan baik. Lemak itu sendiri berfungsi sebagai cadangan energi karena mampu melarutkan vitamin sehingga dapat diserap oleh tubuh. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, lemak di dalam tubuh bisa menyebabkan berbagai efek negatif seperti kegemukan atau obesitas. Bahkan, ada juga yang menyebut bahwa kadar lemak tubuh yang terlalu banyak berhubungan erat dengan penyusutan volume otak.

Dilansir dari TIME, penelitian yang diterbitkan di Neurology menganalisis gambar otak dari hampir 10.000 partisipan. Mereka membandingkan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan volume otak masing-masing partisipan.

Berdasarkan hasil studi, para peneliti menemukan bahwa partisipan dengan IMT tinggi memiliki volume otak yang lebih kecil. Efek ini tetap kuat, bahkan setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh, seperti usia, gaya hidup, pendidikan, aktivitas fisik, dan riwayat penyakit mental.

Merujuk pada hasil penelitian tersebut, kesimpulannya adalah bahwa lemak tubuh memang sedikit banyak memengaruhi volume otak. Lemak yang terakumulasi memiliki efek toksik karena mengelilingi organ-organ perut seperti hati, lambung dan usus.

Kendati begitu, temuan dari penelitian tersebut masih belum dapat dijadikan sebagai acuan. Sebab penelitian itu hanya menganalisis segelintir kelompok saja alias tidak mencakup skala yang cukup besar.

Namun, menurut dr. Mega Putri kepada KlikDokter, Anda tetap harus berusaha memangkas lemak tubuh hingga mencapai IMT optimal. Hal ini karena lemak memang memiliki pengaruh yang buruk terhadap otak, khususnya bila jumlahnya berlebihan di dalam tubuh.

“Banyak penelitian yang mengatakan bahwa konsumsi makanan berlemak dalam jumlah besar akan merusak sinaps-sinaps di dalam otak, terutama di daerah hipokampus yang dapat menurunkan daya ingat dan kemampuan belajar seseorang,” ujar dr. Mega.

Ketika kadar lemak di dalam tubuh menjadi sangat tinggi, lanjut dr. Mega, hal tersebut dapat menyebabkan peradangan kronis di bagian mikroglia otak. Padahal, bagian tersebut berfungsi melawan zat perusak otak dan melindungi serta memperkuat sel-sel otak.

Tips memangkas lemak tubuh

Saat lemak menumpuk dan bikin berat badan melonjak, sudah saatnya Anda memangkas itu. Cara terbaik yang dapat dilakukan adalah melakukan diet sehat dan olahraga sebanyak dua sampai tiga kali dalam satu minggu.

“Cara terbaik yang efektif memangkas lemak di tubuh adalah tetap melakukan olahraga bersamaan dengan pengaturan makanan. Jika hanya diet saja dan tidak diimbangi dengan olahraga, Anda akan cenderung merasa lemas. Anda dapat melakukan kombinasi olahraga dengan pola makan gizi seimbang,” ujar dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

Lebih lanjut, dr. Sepri mengingatkan agar Anda tidak memaksakan diri untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat, karena hal tersebut berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Penurunan berat badan yang wajar adalah 0,5 kilogram per minggu atau 2 sampai 2,5 kilogram per bulan.

Memang, kadar lemak tubuh yang tinggi belum benar-benar terbukti dapat menyebabkan penyusutan volume otak. Akan tetapi, Anda harus tetap waspada dan berupaya agar kadar lemak di dalam tubuh tetap pada rentang optimal. Anda ingin selalu sehat dan memiliki kemampuan otak yang tajam hingga tua nanti, bukan?

[NB/ RVS]