Bahayakah Kandungan Timbal dalam Lipstik?

Oleh Ayu Maharani pada 23 Jan 2019, 17:15 WIB
Kerap diandalkan untuk menangkal kepucatan di wajah, lipstik rupanya mengandung bahan timbal yang katanya berbahaya bagi kesehatan.
Bahayakah Kandungan Timbal dalam Lipstik? (Tirachard-Kumtanom/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bisa dibilang, lipstik merupakan “alat tempur” bagi wanita untuk tampil lebih menarik dan menghilangkan kepucatan di bibir. Bahkan, tak sedikit wanita yang rela tidak membubuhkan apa pun di wajahnya asalkan bibirnya bergincu. Tapi, lipstik disebut-sebut mengandung timbal yang mungkin saja berdampak pada tubuh.

Hanya dengan memakai lipstik, penampilan segar pun bisa didapat dalam sekejap saja. Namun sayang, antusias kaum hawa dalam menggunakan gincu ini terhambat pemberitaan yang melaporkan adanya kandungan timbal dalam sejumlah lipstik.

Tak tanggung-tanggung, merek yang mengandung timbal tinggi adalah merek besar yang penggunanya tersebar di seluruh dunia. Lantas, benarkah kandungan timbal dalam lipstik itu sangat berbahaya?

Penggunaan timbal pada produk lipstik

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) di Amerika Serikat mengeluarkan pedoman rekomendasi tingkat maksimal timbal untuk berbagai produk kosmetik, seperti lipstik, eyeshadow, bedak, sampo dan pelembap. Ya, ternyata bukan hanya lipstik yang mengandung timbal!

Timbal sendiri merupakan jenis logam yang berbahaya untuk makhluk hidup. Keluarnya pedoman tersebut dipicu oleh laporan Campaign for Safe Cosmetics (CSC) yang menemukan jumlah kandungan timbal di berbagai kosmetik Amerika Serikat sudah melebihi batas, yakni 14  ppm timbal atau 14 mg/liter.

Padahal, FDA menyarankan untuk tidak membuat kosmetik, termasuk lipstik, yang mengandung timbal lebih dari 10 ppm. Meski berbagai jenis kosmetik juga mengandung timbal, kontaminasi timbal pada lipstik menyita banyak perhatian ketimbang produk kecantikan lainnya.

Hal itu tentu bukan tanpa sebab. Lipstik memiliki risiko tertelan paling besar. Dan biasanya, logam berbahaya tersebut masuk ke dalam tubuh saat Anda menjilat permukaan bibir.

1 of 2

Dampak timbal dalam lipstik

Meski FDA sudah merekomendasikan batasan penggunaan timbal pada lipstik, yakni kurang dari 10 ppm. FDA tetap mengatakan, penggunaan kosmetik yang mengandung timbal bukannya tanpa risiko sama sekali.

Bila terus-menerus terakumulasi dalam tubuh, timbal akan menumpuk di dalam darah, terakumulasi di organ hati, ginjal, pankreas, dan paru-paru, lalu merusak fungsi organ tersebut.

Lebih dari itu, dikutip dari Safecosmetics.org, paparan timbal telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, seperti neurotoksisitas atau permasalahan kemampuan belajar dan berperilaku, mengurangi kesuburan pada pria dan wanita, memicu perubahan hormon, serta menimbulkan masalah menstruasi.

Oleh sebab itu, gunakanlah lipstik di saat-saat penting saja untuk menunjang penampilan. Sisanya, Anda bisa menggunakan pelembap bibir dan melakukan scrubbing bibir seminggu sekali agar warna bibir lebih cerah dan sel kulit matinya terbuang.

Selain itu, hindari memulaskan lipstik pada anak-anak karena mereka lebih rentan terkena efek timbal hingga perkembangan otaknya terganggu.

Menyimak paparan di atas, pada dasarnya tidak ada jumlah yang dianggap benar-benar aman jika Anda berbicara soal timbal. Berbeda dengan anjuran di Amerika, di Indonesia sendiri batas timbal yang dapat ditoleransi adalah kurang dari 20 ppm atau 20 mg/liter.

Entah apa yang melatarbelakangi besarnya angka toleransi timbal di Indonesia ini. Namun yang jelas, hampir sebagian lipstik yang dijual di pasaran terkontaminasi timbal.

Mengetahui kandungan timbal dalam lipstik

Sementara itu, adanya kasus timbal pada lipstik merek-merek terkenal dunia memicu rasa penasaran dari masyarakat. Mereka ingin mencari tahu, adakah cara mudah untuk membedakan mana lipstik yang mengandung timbal dan mana yang aman.

Sebagian kalangan pun berpendapat dengan menggosokkan lipstik ke cincin berbahan emas murni. Bila tidak ada perubahan warna sama sekali, kosmetik tersebut termasuk aman alias tak terkontaminasi timbal. Padahal, dikutip dari berbagai sumber, BPOM pernah mengatakan bahwa cara tersebut tidak terbukti efektif.

Karena satu-satunya cara untuk mengetahui apakah ada cemaran logam berat atau tidak pada sebuah lipstik mesti melalui uji laboratorium dengan menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) atau Inductively Coupled Plasma (ICP) dulu.

Jadi, timbal yang terkandung di dalam lipstik memang bisa membahayakan tubuh Anda. satu-satunya cara untuk meminimalkan kontaminasi timbal adalah dengan tidak terlalu sering menggunakan lipstik, apalagi dalam waktu yang lama. Gunakanlah hanya pada waktu tertentu, dan lebih baik lakukan perawatan pada bibir untuk membuatnya tampak lebih segar.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓