Mana yang Lebih Baik, IUD atau KB Suntik?

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 24 Jan 2019, 14:00 WIB
Sebelum memilih kontrasepsi IUD atau KB suntik, ketahui dulu mana yang lebih baik antara keduanya di sini.
Mana yang Lebih Baik, IUD atau KB Suntik? (Roman Kosolapov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kontrasepsi digunakan sebagai pencegahan kehamilan. Alat kontrasepsi sendiri memiliki banyak pilihan. Secara garis besar terbagi menjadi 5 metode kontrasepsi, yaitu kontrasepsi alami (senggama terputus, kalender, amenore laktasi), kontrasepsi barier (kondom, diafragma, spermisida), kontrasepsi hormonal (pil maupun suntik), kontrasepsi dalam rahim (IUD/AKDR), dan kontrasepsi operatif (vasektomi dan tubektomi). IUD dan KB suntik adalah dua dari beberapa pilihan populer. Mana yang lebih baik antara keduanya?

Banyak wanita yang bingung membandingkan antara kontrasepsi IUD dan KB suntik. Sebelum menjatuhkan pilihan, ada beberapa hal mengenai kedua alat kontrasepsi tersebut yang bisa menjadi pertimbangan.

Sekilas tentang IUD

Intra-uterine contraceptive device (IUD) atau alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah jenis kontrasepsi dalam rahim cukup banyak diminati wanita karena memiliki efektivitas sebesar 99,5 persen dalam mencegah kehamilan.

IUD adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim. Ukurannya relatif kecil, terbuat dari plastik yang lentur, memiliki lilitan tembaga, atau ada juga yang mengandung hormon di ujungnya, yang memilki benang untuk memudahkan tenaga ahli untuk mengontrol keberadaannya. Di Indonesia, IUD yang paling banyak dijumpai di fasilitas kesehatan adalah IUD CuT-380A, yang berbentuk T dan diselubungi tembaga.

Secara umum, cara kerja dari IUD adalah mencegah pertemuan sel telur dengan sperma, sehingga tidak terjadi pembuahan. Pada IUD yang mengandung tembaga, kandungan tembaganya mampu menciptakan keadaan seperti “peradangan“, sehingga  dapat merusak sperma sebelum dapat bertemu dengan sel telur. Sedangkan pada IUD yang mengandung hormon, kerjanya menyebabkan cairan lendir pada mulut rahim lebih kental, sehingga menghambat pergerakan sperma.

Pemasangan IUD umumnya disarankan pada saat sedang menstruasi, pada saat darah tidak terlalu banyak. Ini karena pada saat menstruasi, mulut rahim sedang terbuka dan akan lebih mudah untuk memasukkan IUD, sehingga rasa sakit pada saat pemasangan akan berkurang. Namun, jika Anda memilih untuk memasang IUD di antara siklus menstruasi, Anda harus cek kehamilan terlebih dulu untuk memastikan Anda sedang tidak hamil, sehingga IUD aman untuk dipasang.

IUD tentunya punya sisi positif dan negatif. Sisi positifnya:

  • Jangka waktu panjang, yaitu 3-5 tahun tergantung jenisnya.
  • Apabila Anda berencana untuk memiliki anak (lagi), Anda bisa kembali subur secara cepat setelah melepas IUD.
  • Aman digunakan oleh wanita pasca bersalin dan ibu menyusui karena tidak memengaruhi produksi ASI.

Sisi negatifnya:

  • Cenderung mahal dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya.
  • IUD sering menyebabkan darah menstruasi lebih banyak, serta adanya keluhan nyeri perut dan pinggang yang berlebih saat menstruasi.
  • IUD tidak dapat melindungi pemakainya dari penyakit menular seksual.
1 of 2

Sekilas tentang KB Suntik

Kontrasepsi suntik atau yang lebih dikenal dengan sebutan KB suntik merupakan kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon progestin, maupun kombinasi hormon estrogen dan progesteron. Untuk memudahkannya, biasanya orang-orang menyebutnya sebagai KB suntik 1 bulan (mengandung kombinasi hormon) dan KB suntik 3 bulan (mengandung hormon progestin).

KB suntik memiliki efektivitas mencegah kehamilan yang cukup tinggi, sekitar 99.7 persen, dengan tingkat kehamilan 0,3 dari 100 wanita. Cara kerjanya adalah dengan menghambat pelepasan sel telur oleh indung telur dan mengentalkan lendir di mulut rahim, sehingga pergerakan sperma menjadi terbatas.

Keuntungan KB suntik antara lain:

  • Tidak perlu takut memasukkan alat apa pun ke dalam tubuh
  • Harganya lebih bersahabat dibandingkan IUD
  • Aman bagi wanita menyusui

Sedangkan kerugiannya adalah:

  • Mengharuskan Anda untuk datang ke fasilitas kesehatan menurut jadwal suntikan berikutnya
  • Alat kontrasepsi ini juga tak bisa melindungi penggunanya dari penyakit menular seksual
  • Apabila Anda menghentikan KB suntik dan berencana hamil, kesuburan Anda bisa kembali, tetapi butuh beberapa waktu
  • Pada awal-awal penggunaannya, KB suntik juga memiliki efek samping seperti mual, sakit kepala, berat badan meningkat, dan gangguan menstruasi.
  • Untuk efek jangka panjangnya, penggunaan KB suntik dapat meningkatkan risiko osteoporosis pada wanita dan menurunkan gairah seksual.

Lalu, mana yang lebih baik antara IUD dan KB suntik?

Jadi, untuk menjawab mana yang lebih baik antara IUD atau KB suntik, keduanya sama-sama baik karena memiliki efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan. Sebaiknya Anda mengunjungi dokter spesialis kebidanan untuk mengetahui jenis kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jangan lupa juga untuk mendiskusikan hal ini dengan pasangan sebelum memilih, ya!

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓