Inilah Makanan yang Harus Dihindari Anak ADHD

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 26 Jan 2019, 09:00 WIB
Anak dengan ADHD atau gangguan hiperaktif perlu menghindari makanan ini, supaya kondisinya bisa lebih baik.
Inilah Makanan yang Harus Dihindari Anak ADHD (Suzanne Tucker/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan bahwa lebih dari 7% anak di seluruh dunia mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) alias gangguan hiperaktif. Anak dengan kondisi tersebut mengalami kelainan perkembangan saraf, sehingga performa dan keberhasilan dalam menjalin hubungan sosial dengan sekitarnya turut mengalami gangguan.

Hingga kini belum ada obat yang bisa benar-benar menyembuhkan ADHD. Namun, dengan pemberian terapi, obat, dan penanganan yang tepat, kondisi tersebut dapat dikontrol sehingga kualitas hidup dan tumbuh kembang anak yang mengalaminya dapat lebih dioptimalkan.

Kenali Gejala ADHD

ADHD mulai dapat didiagnosis saat seorang anak menginjak usia 7 tahun atau remaja. Orang tua dapat mencurigai si Kecil mengalami kondisi tersebut jika ia melakukan hal-hal berikut ini:

  • Kerap mengganggu kegiatan atau pembicaraan orang lain tanpa menunggu gilirannya untuk berbicara atau berinteraksi dengan orang tersebut.
  • Kesulitan untuk mengantre, misalnya menunggu giliran dalam suatu permainan atau antre di toilet.
  • Kesulitan untuk mengontrol emosi mereka, sehingga sangat mungkin mengalami tantrum atau marah secara tiba-tiba.
  • Tidak bisa diam. Akan sulit sekali meminta anak ADHD untuk diam, meski hanya untuk 5 menit.
  • Kesulitan mengatur jadwal kegiatan mereka dengan baik. Anak ADHD tidak dapat menentukan prioritas antara tugas sekolah, ujian, atau bermain. Selain itu, anak ADHD juga cenderung pelupa.
  • Mudah tertarik pada banyak hal dan kesulitan untuk menyelesaikan terlebih dahulu satu kegiatan. Sulit untuk fokus, sehingga anak yang ADHD cenderung kesulitan memahami pembicaraan orangtua atau guru di sekolah.
1 of 2

Makanan punya andil

Berbagai penelitian menemukan hubungan antara makanan dengan hiperaktivitas. Para ahli mengemukakan hubungan antara pewarna buatan dengan gejala ADHD. Ini artinya, anak ADHD disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung pewarna buatan, seperti yang terdapat pada permen, minuman, serealia yang berwarna-warni, saus, buah kaleng, kue, bahkan vitamin dan pasta gigi.

Selain pewarna buatan, pengawet seperti sodium benzoat juga dapat memperparah gejala ADHD. Pengawet jenis ini dapat ditemukan dalam minuman ringan, bumbu salad, dan saus. Makanan dan minuman manis yang mengandung aspartam dan sukralosa juga harus dihindari oleh anak ADHD.

Zat kimia salisilat yang terdapat dalam apel merah, kacang almond, buah cranberry, anggur, dan tomat juga perlu dihindari. Selain itu, salisilat yang terdapat di dalam obat seperti aspirin dan obat antinyeri lainnya, juga perlu dihindari anak ADHD. Jika dokter meresepkan obat panas atau penahan nyeri, jangan lupa untuk selalu menginformasikan kepada dokter agar tidak salah memberikan obat untuk si Kecil yang ADHD.

Jadilah orang tua yang peka, apalagi terhadap perilaku anak sendiri. Jika si Kecil mengalami gejala-gejala yang merujuk pada ADHD atau hiperaktif, jangan ragu untuk membawanya berobat ke dokter.

Apabila si Kecil didiagnosis mengidap ADHD, segera terapkan pembatasan diet padanya. Semakin cepat dideteksi, diterapi, dan ditangani, maka prospek anak untuk terbebas dari keadaan tersebut ketika ia dewasa nanti menjadi semakin tinggi. Dengan penanganan yang tepat sejak dini, anak dengan ADHD alias gangguan hiperaktif bisa memiliki masa depan yang lebih baik.

[NB/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓