Benarkah Mioma Hanya Dapat Diatasi dengan Operasi?

Oleh dr. Atika pada 26 Jan 2019, 13:00 WIB
Cukup banyak kasus mioma pada rahim yang ditangani dengan cara operasi. Apakah memang operasi hanya satu-satunya cara untuk menyembuhkannya?
Benarkah Mioma Hanya Dapat Diatasi dengan Operasi? (Dragon Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mioma uteri, atau lebih dikenal dengan sebutan miom rahim, merupakan tumor jinak yang tumbuh dari jaringan otot rahim. Penyakit ini cenderung muncul karena faktor genetik, misalnya memiliki anggota keluarga yang sebelumnya juga terdiagnosis mioma rahim. Selama ini, penanganan yang dilakukan untuk mengatasi mioma adalah dengan operasi.

Mengenal mioma uteri dan gejalanya

Mioma uteri atau mioma merupakan kondisi yang hanya ditemukan pada wanita berusia subur (usia reproduktif). Kasus kejadian mioma pada rahim ini diperkirakan mencapai 70 persen pada usia 50 tahun. Ukuran mioma biasanya akan mengecil setelah wanita menopause, meskipun hal ini tidak pasti terjadi.

Penyakit ini termasuk dalam daftar gangguan kesehatan yang sangat dikhawatirkan oleh kaum wanita. Hal ini dikarenakan gejalanya yang mengganggu, serta kaitannya dengan kesulitan memiliki anak (infertilitas). Seseorang dapat dicurigai terkena mioma ketika mengalami gejala-gejala berikut:

  • Perdarahan menstruasi yang berlebihan
  • Menstruasi atau haid yang berkepanjangan
  • Nyeri panggul
  • Sering berkemih
  • Sulit mengosongkan kandung kemih
  • Konstipasi
  • Nyeri punggung
  • Nyeri kaki

Salah satu gejala miom yang paling sering dikeluhkan adalah nyeri saat menstruasi. Meski demikian, mioma pada rahim juga bisa muncul tanpa gejala.

Terkadang, penyakit ini ditemukan oleh dokter secara tidak sengaja. Ukuran dan jumlahnya pun bisa sangat bervariasi, mulai dari mioma tunggal hingga multipel (terdapat beberapa mioma di lokasi yang berbeda).

Komplikasi dari mioma sering kali dikaitkan dengan kesulitan untuk hamil. Namun, sesungguhnya hanya jenis tertentu yang dapat menyebabkan infertilitas. Hanya saja, memang benar bahwa mioma dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti lepasnya plasenta, gangguan perkembangan janin, dan persalinan prematur.

Saat keluhan muncul, umumnya pilihan metode pengobatan yang diambil adalah dengan operasi. Bahkan, di Amerika Serikat, mioma menjadi penyebab tersering operasi pengangkatan rahim (histerektomi). Pertanyaannya, apakah operasi ini adalah satu-satunya cara menangani mioma rahim?

1 of 2

Penanganan mioma pada rahim

Penanganan mioma rahim akan sangat bergantung pada ukuran dan keparahan gejala yang dialami penderita. Bahkan terkadang, mioma pada rahim tidak mendapat penanganan apa pun selain pemantauan ketika tidak menimbulkan gejala apa pun, atau gejalanya tidak terlalu mengganggu.

Pemberian obat-obatan juga menjadi salah satu pilar penanganan penyakit ini. Namun, tujuan pemberian obat bukanlah untuk menghilangkan mioma, melainkan untuk meredakan rasa nyeri yang bisa amat menyiksa, misalnya pada kondisi miomadi rahim yang terpuntir.

Obat-obatan juga dapat bertujuan untuk mengatur siklus menstruasi. Dengan begitu, perdarahan menstruasi yang berlebihan dapat dicegah. Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat-obatan yang dapat menghilangkan mioma dengan sempurna.

Cara yang dapat dipilih untuk menghilangkan mioma secara total memang hanya dengan operasi, namun tidak melulu operasi besar. Saat ini, kemajuan ilmu kedokteran memungkinkan penanganan mioma dengan sempurna hanya dengan sayatan kecil.

Pembuangan mioma (miomektomi) dapat dilakukan dengan cara laparoskopi, sehingga tidak dibutuhkan sayatan yang besar untuk membuang miom.

Bahkan, menghilangkan mioma juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang dimasukkan ke pembuluh darah. Dengan menutup pembuluh darah yang menyuplai mioma, maka lama-kelamaan jaringan mioma akan mati dengan sendirinya. Metode ini disebut sebagai embolisasi arteri uterine.

Teknik laparoskopi juga dapat dikombinasikan dengan alat yang menghantarkan radiofrekuensi maupun aliran listrik. Aliran ini akan mematikan pembuluh darah yang menuju ke miom, sehingga secara otomatis miom kehabisan suplai darah dan mati. Cara ini disebut sebagai miolisis.

Biasanya, salah satu kekhawatiran yang muncul ketika seseorang terkena mioma adalah perubahan mioma menjadi kanker. Hal ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, sebab angka kejadiannya sangat jarang. Sejauh ini, insiden perubahan mioma rahim menuju kanker hanya terjadi sekitar 0,2 persen.

Cara-cara di atas tentunya harus disesuaikan dengan kondisi penderita dan karakteristik miom itu sendiri. Bila kondisi kesehatan Anda memungkinkan serta fasilitas tersedia, Anda yang takut dengan operasi besar (histerektomi) bisa memilih operasi dengan sayatan kecil.

Prosedur tersebut tidak menimbulkan kerusakan jaringan yang besar serta waktu pemulihannya lebih cepat. Yang terpenting, hasil pemeriksaan kesehatan menyatakan Anda memenuhi syarat untuk ditangani dengan prosedur tersebut.

Jadi, penanganan terhadap mioma memang beragam. Namun, mioma hanya dapat dihilangkan dengan cara operasi. Meski demikian, penanganan dokter bisa berbeda-beda tergantung kondisi pasien.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓
windi chellywindi chelly

selamat malam dok. mohon maaf mengganggu waktunya dok. saya ingin menanyakan tenteng miom. saya menderita miom sudah 2 setngh tahun. untuk ukuran sya lupa. terkadang rasa sakit yg terus menerus dan darah pun seperti orng keguguran saat datang bulan. sedangkn saya dan suami ingin sekali pengn punya mongmongan. dengan cara oprasi saya takut di angkat rahimya. mohon solusinya.🙏🙏🙏