3 Gejala Hipotermia yang Perlu Anda Ketahui

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 25 Jan 2019, 14:15 WIB
Hati-hati, musim hujan yang menyebabkan tubuh terasa dingin hingga menggigil bisa memicu hipotermia. Kenali gejalanya berikut ini.
3 Gejala Hipotermia yang Perlu Anda Ketahui (Vchal/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Hipotermia merupakan suatu kondisi yang menunjukkan suhu tubuh turun secara drastis hingga dapat mengancam nyawa seseorang. Normalnya, suhu tubuh antara 370 Celsius.  Seseorang dikatakan mengalami hipotermia apabila tubuhnya memiliki suhu di bawah 350 Celsius.

Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, terutama anak-anak dan orang yang sudah lanjut usia. Tetapi, banyak pula ditemukan kejadian hipotermia pada orang yang gemar melakukan aktivitas di luar ruangan seperti mendaki gunung maupun olahraga air.

Di Amerika Serikat, kasus hipotermia cukup banyak menyebabkan kematian. Setiap tahunnya, 700 orang dengan rata-rata usia lebih dari 65 tahun meninggal akibat kondisi ini.

Sedangkan di Indonesia, kejadian hipotermia banyak menyerang bayi baru lahir dan menjadi perhatian khusus karena sering menyebabkan kematian. Meskipun demikian, tak jarang orang dewasa muda juga mengalami hipotermia, terutama pada mereka yang beraktivitas di suhu yang ekstrim.

Terjadinya hipotermia

Pada dasarnya, tubuh memiliki pengaturan suhu agar tubuh tetap terjaga kehangatannya, yang disebut dengan homestasis. Pusat pengaturan suhu ini berada di hipotalamus, yaitu salah satu bagian dari otak yang berukuran kecil dan berbetuk seperti kacang almond.

Namun, panas tubuh dapat hilang dengan lima mekanisme, yaitu radiasi, konduksi, konveksi, evaporasi dan respirasi.

Apabila terjadi perubahan suhu yang menyebabkan tubuh kehilangan panas, maka secara otomatis hipotalamus akan memberikan perintah untuk meningkatkan suhu tubuh dengan cara menggigil atau respon untuk menggunakan baju hangat.

Tetapi, pada kondisi-kondisi tertentu seperti cuaca yang terlampau dingin, terlalu lama berendam di air dingin  atau tak segera mengganti baju usai kehujanan akan membuat tubuh sulit untuk beradaptasi. Akibatnya, suhu tubuh menjadi turun dan terjadilah kondisi hipotermia.

1 of 2

Waspadai gejala hipotermia ini

Hipotermia merupakan salah satu masalah yang kurang mendapatkan perhatian. Padahal, kondisi ini termasuk dalam salah satu kondisi gawat darurat yang harus segera ditangani. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui gejala hipotermia yang umum terjadi, agar dapat mencari pertolongan sesegera mungkin, yaitu:

  1. Merasa kedinginan hingga menggigil

Tubuh yang terasa dingin merupakan gejala awal pada hipotermia, sehingga seseorang akan menggigil sebagai bentuk kompensasi tubuh terhadap perubahan suhu. Menggigil ini dapat meningkatkan metabolik basal menjadi 2-5 kali lebih tinggi dibandingkan normalnya.

Metabolik basal adalah energi yang diperlukan tubuh saat beristirahat untuk melancarkan pernapasan, peredaran darah, serta menjaga pertahanan tubuh.

Selain merasa dingin, dalam tahap awal hipotermia biasanya tubuh akan memberikan respon awal dengan meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, serta mengubah laju napas menjadi cepat dan pendek. Akibat dari mengecilnya pembuluh darah dan meningkatnya tekanan darah, tak heran jika telapak tangan dan kaki Anda pun terasa dingin.

  1. Gangguan irama jantung

Pada fase berikutnya, hipotermia juga dapat menyebabkan perubahan irama jantung.  Detak jantung akan berubah menjadi lambat dan tidak teratur, sehingga dapat membahayakan nyawa orang yang mengalaminya.

Tanda awal dari gangguan irama jantung dapat berupa lemas, merasa sesak napas, dan tekanan darah menurun.

  1. Penurunan kesadaran

Apabila kondisi hipertemia tidak ditangani secara cepat, maka seseorang dapat mengalami penurunan kesadaran. Awalnya, seseorang akan mulai kehilangan konsetrasi, meracau, dan kemudian berujung pada tak sadarkan diri.

Pada kondisi tak sadarkan diri seperti ini, biasanya seseorang berlanjut mengalami henti jantung dan napas. Apabila tidak segera mendapatkan pertolongan, akan berujung pada kematian.

Ketiga gejala hipotermia di atas merupakan gejala yang sering muncul pada saat berada di daerah bersuhu dingin atau musim hujan, namun terkadang tak Anda sadari bahwa tanda-tanda tersebut merupakan gejala hipotermia.

Jadi, ketika Anda atau anggota keluarga mengalaminya, jangan ragu untuk meminta pertolongan tenaga medis. Semakin cepat ditangani, semakin sedikit pula organ yang rusak akibat terganggunya suhu tubuh akibat hipotermia.

Suhu tubuh manusia juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di sekitarnya. Apabila tubuh kehilangan panas dan tidak terkompensasi dengan baik, maka dapat terjadi hipotermia yang bisa membahayakan nyawa.

Untuk mencegah diri dari hipotermia, gunakan pakaian hangat jika berada di suhu dingin atau akan beraktivitas di musim hujan. Selain itu, hangatkan tubuh dengan berbagai cara, misalnya membuat perapian atau menyalakan penghangat ruangan.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓