Yuk, Kenali Bakteri Penyebab Kusta

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 27 Jan 2019, 12:00 WIB
Penyakit kusta disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Kenali bakteri penyebab kusta lewat penjelasan di bawah ini.
Yuk, Kenali Bakteri Penyebab Kusta (Leonid-Eremeychuk/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit kusta atau dikenal dengan nama lepra adalah penyakit kulit yang sejak dulu ditakuti oleh masyarakat karena dapat mengakibatkan cacat dan terputusnya salah satu anggota tubuh. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini menyerang saraf tepi, kulit dan saluran pernapasan.

Bakteri Mycobacterium leprae dan penularannya

Bakteri penyebab kusta adalah Mycobacterium leprae yang apabila menyerang seseorang memerlukan waktu selama 40 hari hingga 40 tahun untuk dapat berkembang di dalam tubuh. Dari mulai tertular sampai timbul gejala rata-rata memakan waktu antara 3-5 tahun.

Mycobacterium leprae adalah kuman jenis aerob yang membutuhkan oksigen untuk dapat hidup. Ukurannya 1-8 mm dan hidup di dalam sel serta tahan terhadap asam.

Penularan bakteri ini terjadi melalui kontak kulit yang lama dengan penderita kusta atau melalui cairan dari hidung yang biasanya menyebar ke udara ketika penderita batuk atau bersin, dan dihirup oleh orang lain.

Awalnya bakteri penyebab kusta akan masuk melalui saluran pernapasan. Lalu, seiring berjalannya waktu, bakteri akan berpindah ke jaringan saraf dan menjadikan sel saraf sebagai tempat tinggal serta berkembang biak.

Bakteri kusta ini mengalami proses perkembangbiakan dalam waktu 2-3 minggu, lalu membelah dalam waktu 14-21 hari dengan masa inkubasi antara 3-5 tahun.

1 of 2

Penyebab kusta, gejala dan cara penanganannya

Ada beberapa faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit ini. Beberapa faktor risiko tersebut di antaranya adalah:

  • Melakukan kontak fisik dengan hewan penyebar bakteri kusta tanpa sarung tangan. Hewan perantara tersebut di antaranya adalah armadillo dan simpanse.
  • Bertempat tinggal di kawasan endemik kusta.
  • Memiliki kelainan genetik yang berakibat terhadap sistem kekebalan tubuh.

Bila Anda berkaitan dengan berbagai faktor di atas, bisa jadi kemungkinan Anda untuk tertular kusta cukup tinggi. Coba perhatikan berbagai gejala kusta berikut ini. Berbagai gejala yang rata-rata akan muncul pada tahun kelima antara lain:

  • Muncul bercak putih pada kulit
  • Mati rasa atau baal pada kulit
  • Sebagian area kulit tampak berubah menjadi lebih terang atau gelap
  • Kulit kering, kaku, dan tebal
  • Muncul luka tapi tidak terasa sakit
  • Kerontokan pada alis dan bulu mata
  • Kerusakan mata yang bisa berujung kebutaan

Jika Anda memiliki beberapa gejala di atas, segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin. Diagnosis kusta dapat didasarkan pada gejala yang dimiliki dan pemeriksaan langsung pada area kulit yang diduga kusta.

Selain itu, dokter akan memerlukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan bakterioskopik yang dibuat dari kerokan jaringan kulit di beberapa tempat. Hasil pemeriksaan bakteri di laboratorium atau rumah sakit memerlukan waktu paling sedikit 15-30 menit. Sedangkan, pemeriksaan sel memakan waktu 3-7 hari.

Jika masih memungkinkan, Anda juga dapat melakukan tes lepromin untuk membantu penentuan tipe kusta. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menentukan cara pengobatan. 

Untuk dapat menegakkan diagnosis, dokter biasanya mencari 3 tanda utama yang khas dari penyakit kusta, yakni kelainan kulit yang mati rasa, penebalan saraf tepi, dan hasil pemeriksaan bakterioskopik yang positif.

Diagnosis dini dan pengobatan kusta yang tepat merupakan pencegahan yang paling baik untuk mencegah kecacatan pada penderita dan penularan lebih luas dari bakteri penyebab kusta. Selain itu, dalam rangka Hari Kusta Sedunia, edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit kusta sangat penting dalam mendorong para penderita untuk mau memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓