Tips Pertolongan Pertama pada Penderita Hipotermia

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 27 Jan 2019, 17:00 WIB
Hipotermia bisa terjadi saat Anda terpapar dinginnya udara, air, angin, atau hujan. Ini tips pertolongan pertama pada penderita hipotermia.
Tips Pertolongan Pertama pada Penderita Hipotermia (Cookie-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Seseorang dapat mengalami hipotermia saat terekspos dinginnya udara, air, angin, atau hujan. Mengingat curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia sedang tinggi yang bisa disertai udara dingin, hipotermia sangat mungkin terjadi.

Hipotermia adalah kondisi yang terjadi ketika temperatur tubuh menjadi sangat rendah, jauh di bawah suhu normal hingga di bawah 35 derajat Celcius. Penyebab paling sering hipotermia adalah paparan cuaca dingin, baju basah, terendam air dalam waktu lama, udara berangin, serta kulit yang terpapar suhu dingin dalam waktu lama.

Tubuh akan kehilangan panasnya saat terjadi kontak langsung dengan sesuatu yang dingin seperti air. Air merupakan penghantar panas yang baik untuk tubuh, sehingga panas tubuh akan hilang lebih cepat pada air dingin dibanding udara dingin. Contohnya pada kondisi banjir.

Hipotermia dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Hipotermia akut atau imersi

Kondisi ini terjadi apabila seseorang kehilangan panas tubuh secara mendadak dan sangat cepat.

  • Hipotermia akibat kelelahan

Pada kondisi yang terlalu lemah, tubuh tidak akan mampu menghasilkan panas, sehingga orang tersebut akan jatuh pada kondisi hipotermia.

  • Hipotermia kronis

Hipotermia jenis ini terjadi bila panas tubuh menghilang secara perlahan.

Semua orang dapat mengalami hipotermia. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hipotermia, di antaranya adalah:

  • Lansia, bayi, dan anak-anak tanpa pemanas, pakaian, atau makanan yang memadai
  • Orang-orang dengan gangguan mental
  • Orang-orang yang berada di luar ruangan dalam jangka waktu yang lama
  • Orang-orang yang berada di cuaca dingin yang mengonsumsi alkohol atau narkoba
  • Obat-obatan tertentu seperti antidepresan, antipsikotik, antinyeri narkotik, dan obat tidur
1 of 2

Kenali gejala hipotermia

Tanda dan gejala awal seseorang mengalami hipotermia adalah:

  • Menggigil
  • Kulit dingin, pucat, berwarna biru-abu-abu
  • Apati
  • Tak dapat menilai sesuatu dengan baik
  • Ketidakstabilan ringan dalam keseimbangan atau berjalan
  • Bicara cadel
  • Tangan dan jari mati rasa

Gejala yang lebih lanjut meliputi:

  • Batang tubuh (dada, perut, punggung, dan panggul) terasa dingin saat disentuh
  • Otot menjadi kaku
  • Denyut nadi lambat
  • Napas pendek dan melambat
  • Kebingungan
  • Kehilangan kesadaran
  • Menggigil, yang mungkin bisa berhenti saat suhu tubuh turun di bawah 32 derajat Celcius.

Pada bayi, gejalanya adalah kulitnya dingin saat disentuh, memerah, serta energi luar biasa rendah.

Pertolongan pertama pada penderita hipotermia

Kondisi hipotermia yang tidak ditangani segera dapat membahayakan penderita. Oleh karena itu, jika Anda atau seseorang di sekitar Anda mengalami hipotermia, berikut ini adalah tips pertolongan pertama yang bisa dilakukan.

  • Ganti pakaian penderita yang basah dengan yang kering.
  • Gunakan beberapa lapis selimut atau jaket untuk menghangatkan tubuh, khususnya area perut dan kepala.
  • Jika penderita tak dapat bergerak, segera pindahkan ke dalam ruangan yang lebih hangat atau mendekat ke sumber panas.
  • Jika penderita masih sadar, segera berikan minuman hangat. Hindari memberikan kafein dan alkohol.
  • Peluk penderita dengan perlahan, kontak kulit ke kulit. Kontak langsung dengan kulit dapat menghangatkan tubuh.
  • Kompres area leher, dada, dan selangkangan dengan botol berisi air hangat.

Jika setelah beberapa langkah penanganan di atas tidak membantu atau penderita tidak sadarkan diri, segera bawa ke rumah sakit agar bisa dilakukan penanganan lebih lanjut. Beberapa jenis perawatan intensif yang biasanya dilakukan meliputi:

  • Pemberian infus berisi cairan salin yang sudah dihangatkan.
  • Mengeluarkan dan menghangatkan darah pasien, lalu kembali mengalirkannya ke dalam tubuh pasien. Tindakan ini dilakukan dengan menggunakan mesin hemodialisis.
  • Memberikan oksigen yang sudah dilempabkan dan dihangatkan untuk menghangatkan saluran pernapasan menggunakan masker dan selang.

Jika tidak segera ditangani dengan baik risiko, terdapat komplikasi seperti:

  • Frostbite, yaitu kondisi jaringan tubuh yang membeku dan rusak oleh paparan suhu rendah.
  • Gangren, yaitu kondisi jaringan kulit yang menghitam (mengalami pembusukan) karena gangguan aliran darah.

Mengingat curah hujan sedang tinggi yang bisa disertai cuaca dingin, terdapat risiko terjadinya hipotermia. Karenanya, mengenali tanda dan gejala hipotermia sekaligus pertolongan pertamanya dapat menjadi bekal bilamana Anda atau seseorang di sekitar Anda mengalami kondisi ini.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓