Mengenal Cara Kerja Selimut Anti Hipotermia

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 28 Jan 2019, 17:00 WIB
Kodisi hipotermia bisa diatasi dengan penggunaan selimut anti hipotermia. Bagaimana cara selimut tersebut bekerja?
Mengenal Cara Kerja Selimut Anti Hipotermia (Kzenon/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu ancaman yang jarang diperhatikan ketika curah hujan tinggi seperti sekarang adalah terjadinya hipotermia. Keadaan yang juga dikenal sebagai kedinginan parah itu sangat berbahaya karena bisa mengancam nyawa. Untungnya, hipotermia bisa diatasi dengan penggunaan selimut anti hipotermia. Tahukah Anda tentang selimut “ajaib” ini?

Perlu diketahui sebelumnya, hipotermia adalah suatu keadaan ketika suhu tubuh turun secara drastis dari yang normalnya 37⁰ Celsius menjadi di bawah 35⁰ Celcius. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan otak, jantung, dan organ penting lainnya tidak bekerja optimal.

Hipotermia, kondisi apa ini?

Hiportermia terjadi akibat cuaca yang sangat dingin. Kondisi ini umumnya menimpa pada pendaki gunung yang hidup di daerah tropis. Namun, melihat kondisi cuaca yang sangat dingin seperti beberapa hari belakangan, hipotermia juga bisa menimpa orang pada umumnya.

Hipotermia digolongkan menjadi tiga derajat, yakni ringan, sedang, dan berat. Hipotermia ringan adalah ketika suhu tubuh berada di antara 32–35⁰ Celsius dan hipotermia sedang saat suhu tubuh antara 28–32⁰ Celsius. Sedangkan hipotermia berat adalah saat suhu tubuh berada di bahwa 28⁰ Celsius.

Secara garis besar, hipotermia memberikan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Menggigil. Kondisi ini terjadi sebagai mekanisme tubuh melawan suhu ekstrem. Dengan menggigil, panas tubuh akan dihasilkan melalui gerakan otot yang meningkat.
  • Napas menjadi pendek dan lambat.
  • Denyut nadi melemah.
  • Bicara meracau dan cadel.
  • Lemas serta mulai kehilangan kesadaran.
  • Pada bayi, kulit terlihat merah dan terasa sangat dingin.
  • Tangan dan jari mati rasa.
  • Kulit pucat.

Selimut anti hipotermia

Salah satu yang bisa menolong seseorang ketika dalam keadaan hipotermia adalah selimut anti hipotermia. Tak seperti jenis lainnya, selimut anti hipotermia menggunakan bantuan daya seperti listrik atau baterai untuk menimbulkan sensasi hangat.

"Selimut anti hipotermia bertujuan untuk meningkatkan suhu tubuh. Untuk orang-orang yang mudah hipotermia, selimut ini biasanya bisa diatur suhunya sesuai dengan kebutuhan," ujar dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

"Selimut penghangat ini biasanya menggunakan sumber daya listrik. Bisa juga pakai baterai atau sumber daya yang lainnya. Akan tetapi, ada juga selimut penghangat yang seperti aluminium foil, tidak memakai sumber daya. Ini biasanya bahannya yang panas, jadi bisa langsung dipakai begitu saja dan dengan cepat membuat seseorang berkeringat," sambungnya.

Selimut anti hipotermia banyak dijual bebas. Biasanya, jenis selimut yang bagus memiliki sistem keamanan dengan perlindungan overheating (panas berlebih) sehingga orang yang menggunakannya tidak merasa seperti terbakar. Selimut anti hipotermia biasanya hanya bisa digunakan selama 180 menit sampai mati sendiri supaya penggunanya tidak merasa terlalu kepanasan.

Selimut anti hipotermia memang bisa menjadi pertolongan pertama saat hipotermia menyerang. Namun, meski praktis dan mudah, penggunaannya tetap harus diperhatikan agar tidak memberikan efek samping yang justru merugikan kesehatan.

(NB/ RVS)