Pengendara Motor Rentan Kena Hipotermia Saat Musim Hujan

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 29 Jan 2019, 17:00 WIB
Pengendara motor wajib meningkatkan kewaspadaan, karena mereka terancam terkena hipotermia saat musim hujan. Kenali gejala dan tandanya!
Pengendara Motor Rentan Kena Hipotermia Saat Musim Hujan (Bubbers-BB/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Musim hujan memberikan banyak keberkahan. Namun di sisi lain, jika kondisi tersebut tidak dikelola dengan baik, musim ini rentan membawa penyakit seperti demam berdarah, leptospirosis, flu dan lain-lain. Salah satu  gangguan kesehatan yang harus diwaspadai selama musim hujan yang identik dengan udara dingin dan banjir adalah hipotermia. Para pengendara sepeda motor yang setiap hari harus terpapar dengan kondisi tersebut di musim hujan, jelas sangat rentan terserang hipotermia.

Suhu tubuh turun drastis

Hipotermia adalah suatu keadaan ketika suhu tubuh turun secara drastis, dari yang normalnya 37 derajat Celsius menjadi di bawah 35 derajat Celcius. Kondisi ini sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan otak, jantung, dan organ penting lainnya tidak bekerja dengan optimal.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, pengendara motor memang rentan terserang hipotermia. Hal ini karena mereka sangat mungkin kehujanan, jadi mau tak mau harus menggunakan pakaian yang basah dalam waktu lama.

Lebih lanjut, dr. Sepri menjelaskan bahwa hipotermia tak hanya mengintai para pengendara motor saja. Keadaan tersebut juga mengintai semua orang pada umumnya.

“Hiportermia itu bisa terjadi ketika seseorang berada di cuaca berangin atau dingin yang sangat lama, atau orang tersebut memakai baju yang basah dan kemudian kering di tubuh atau berulang-ulang seperti itu,” kata dr. Sepri.

"Akan tetapi, tidak semua orang mudah terkena hipotermia. Biasanya, mereka yang rentan adalah mereka yang berusia tua atau sangat muda. Orang yang mengonsumsi alkohol bisa terkena hipotermia juga," lengkapnya.

Gejala dan pertolongan pertama pada hipotermia

Ketika hipotermia terjadi, seseorang yang mengalaminya cenderung akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Menggigil. Kondisi ini terjadi sebagai mekanisme tubuh melawan suhu ekstrem. Dengan menggigil, panas tubuh akan dihasilkan melalui gerakan otot yang meningkat.
  • Napas menjadi pendek dan lambat.
  • Denyut nadi melemah.
  • Bicara meracau dan cadel.
  • Badan lemas dan mulai kehilangan kesadaran secara perlahan.
  • Pada bayi, kulit terlihat merah dan terasa sangat dingin.
  • Tangan dan jari mati rasa.
  • Kulit tampak pucat.

Jika Anda menemukan adanya tanda-tanda tersebut, baik pada diri sendiri maupun orang lain, jangan ragu untuk segera melakukan tindakan pertolongan pertama. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, berikut adalah cara-cara memberikan pertolongan pertama pada kasus hipotermia:

  • Ganti pakaian penderita yang basah dengan yang kering.
  • Gunakan beberapa lapis selimut atau jaket untuk menghangatkan tubuh, khususnya area perut dan kepala.
  • Jika penderita tak dapat bergerak, segera pindahkan ke dalam ruangan yang lebih hangat atau dekat dengan sumber panas.
  • Jika penderita masih sadar, segera berikan minuman hangat. Hindari memberikan kafein dan alkohol.
  • Peluk penderita dengan perlahan agar terjadi kontak kulit ke kulit. Hal ini mampu menghangatkan tubuh.
  • Kompres area leher, dada, dan selangkangan dengan botol berisi air hangat.

Masih berlangsungnya musim hujan hingga sekitar bulan April, tentu masih membuka peluang terjadinya gangguan kesehatan hipotermia. Oleh karena itu, selalu waspadalah dan berhati-hati dalam berkendara. Selalu siapkan jas hujan dan perlengkapan yang mendukung, khususnya jika Anda adalah pengendara motor yang kerap menerobos hujan. Jika merasakan adanya gejala hipotermia, segera lakukan tindakan pertolongan pertama. Apabila keluhan tak kunjung membaik, segera berobat ke dokter.

(NB/ RVS)