3 Cara agar Anak Betah di Rumah

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 30 Jan 2019, 14:15 WIB
Membiasakan anak betah di rumah ternyata bukanlah hal yang mudah. Namun, ada tiga kiat yang bisa Anda terapkan.
3 Cara agar Anak Betah di Rumah (Evgeny Atamanenko/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Dalam hidup berkeluarga, sangat penting untuk menciptakan suasana rumah yang positif. Perkembangan jiwa dan raga anak pun akan tumbuh baik jika dibesarkan di rumah yang mampu memberi rasa aman, ketenangan untuk belajar hal baru, tidak takut untuk melakukan kesalahan, atau dipermalukan. Hal tersebut adalah kunci utama agar anak betah di rumah.

Sebagai orang tua, alangkah baiknya jika Anda mampu menjamin kejiwaan anak terbentuk secara positif. Jika tidak, anak tidak akan merasa betah di rumah.

Beberapa hal ini perlu diketahui orang tua ketika anak tidak tumbuh dalam suasana positif:

  • Anak bisa kecewa saat orang tua berada di rumah, tapi tidak terasa kehadirannya secara emosional.
  • Jika anak tidak menerima dorongan atau pujian yang tulus, usaha yang mereka lakukan dalam mencapai sesuatu akan terasa tidak berharga.
  • Belajar adalah aktivitas yang baik dan perlu dibiasakan sejak masa kanak-kanak. Ketika anak tidak belajar sejak dini, ia akan mengalami kesulitan saat menjalani kehidupan ketika dewasa, baik dalam pekerjaan maupun hidup bersosial.

Di sisi lain, orang tua harus sabar dan konsisten dalam mendidik anak dengan baik. Saat orang tua sudah menikmati, proses mendidik anak akan berjalan dengan menyenangkan dan menimbulkan perasaan bahagia.

Ketika anak-anak tumbuh di dalam rumah yang penuh kasih, hangat, dan positif, mereka akan berkembang menjadi pribadi  yang seimbang dan percaya diri. Anak-anak yang memiliki dasar kepercayaan diri, kecerdasan emosi, dan keterampilan komunikasi yang positif akan menjadi pribadi yang seimbang, bahagia, dan tangguh.

Nah, agar anak betah di rumah, berikut tiga cara yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua:

  1. Pilih dengan bijak kata-kata yang digunakan dalam keluarga

Tanyakan pada diri sendiri, apakah lingkungan rumah menjadi tempat yang positif atau justru menimbulkan hal-hal negatif dengan kata dan tindakan yang menyakitkan.

Sebagai orang tua, Anda tidak akan mampu mengontrol bagaimana dan dengan siapa anak berbicara di sekolah atau tempat bermain. Namun, Anda dapat mengontrol sepenuhnya suasana seperti apa yang dibangun di dalam rumah.

Suara yang Anda gunakan saat berbicara dengan anak akan selalu diingat oleh mereka, apa yang Anda ucapkan ke mereka adalah hal yang mereka percayai. Suara yang penuh dengan keyakinan, cinta, kesabaran, dukungan dan penerimaan harus ditanamkan kepada anak. Itu karena tidak ada orang lain yang mampu memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan orang tua.

Oleh karena itu, tempat yang paling jauh dari hal negatif, dan paling aman bagi anak semestinya adalah rumah dan orang-orang didalamnya. Rumah harus bisa menjadi tempat anak untuk mengembangkan potensi diri, kepercayaan diri, dan sikap.

  1. Ciptakan suasana rumah yang positif, dan berikan pujian positif dan dorongan yang tepat bagi anak

Anak-anak punya semangat dan keinginan yang kuat untuk belajar hal baru, tapi pada saat belajar sering kali membutuhkan waktu yang lama atau bahkan mengalami kegagalan berkali-kali. Di sinilah kata-kata dari orang tua berperan sangat penting.

Memberikan semangat dengan antusias dan kehangatan akan menambah energi serta semangat anak untuk terus belajar. Namun, ketika anak justru mendapatkan kalimat yang bersifat kritik dengan nada yang tinggi akan menurunkan semangat anak dan membuat mereka berhenti untuk mencoba serta  merasa gagal.

Ini adalah prinsip dasar dalam memberikan dorongan. Anak akan semakin dekat dengan orang tua ketika mereka diberikan dorongan melalui pujian dan nasihat yang membangun. Sebaliknya, kritik pada saat mereka sudah berusaha dengan keras justru mematikan semangat dan komitmen mereka untuk mendapatkan hasil yang baik.

  1. Bahagiakan anak dengan menunjukkan kasih sayang dan perhatian yang tulus

Tunjukkan kasih sayang orang tua kepada anak dengan cara memeluk, merangkul, memegang tangan dan cara-cara lain yang menyuarakan bahwa orang tua sangat menyayangi mereka. Cara orang tua mendemonstrasikan cinta akan membantu anak merasa nyaman untuk balik mengekspresikan perasaan mereka pada saat mereka sakit atau berada dalam masalah, meskipun mereka hanya sekadar butuh untuk berbicara.

Penting untuk menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak ketika mereka terluka dan memiliki sesuatu yang salah atau melanggar aturan. Ini meyakinkan mereka, bahwa bahkan ketika ada sesuatu yang salah, Anda tidak akan berhenti mencintai mereka apapun situasinya.

Membuat anak betah di rumah bukanlah sekadar mengajak anak bermain dan menyibukkannya di rumah. Menciptakan suasana rumah yang nyaman dan aman, akan membuat anak betah di rumah. Suasana rumah yang positif dengan seluruh anggota keluarga yang suportif, akan membuat anak betah di rumah dan merasa dihargai. Kesan ini akan membentuk pribadinya menjadi positif pula hingga dewasa.

[HNS/ RVS]