Trombosit Turun Bukan karena Demam Berdarah Dengue, Apa Sebabnya?

Turunnya jumlah trombosit tak melulu tanda demam berdarah dengue. Ada penyebab lain turunnya trombosit, seperti dijelaskan di artikel ini.
Trombosit Turun Bukan karena Demam Berdarah Dengue, Apa Sebabnya? (supergalactic/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu gejala khas demam berdarah dengue (DBD) adalah turunnya trombosit hingga membuat penderitanya lemas. Meski begitu, turunnya trombosit tidak selalu disebabkan oleh  virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti.

Ini dibenarkan oleh dr. Atika dari KlikDokter, bahwa kondisi rendahnya trombosit dalam tubuh atau trombositopenia, bisa dipicu oleh beberapa faktor. Baik itu faktor penyakit, pengobatan, maupun kondisi fisik tertentu.

Baca Juga

Waspada trombositopenia

Dilansir dari Mayo Clinic, berikut ini adalah berbagai gelaja dari trombositopenia yang harus Anda waspadai:

  • Mudah memar
  • Muncul bintik-bintik ungu kemerahan, biasanya berada di kaki bagian bawah
  • Saat tubuh mengalami luka, perdarahan sulit berhenti
  • Gusi atau hidung sering mengeluarkan darah
  • Perdarahan menstruasi yang berat
  • Ada darah dalam feses atau air kencing
  • Mudah lelah.

Bila Anda mengalami beberapa gejala di atas dan Anda ingin memastikan apakah Anda benar mengalami trombositopenia atau bukan, segera lakukan pemeriksaan berupa tes darah dan fisik.

Pada orang dewasa. Jumlah trombosit normal adalah 150.000-450.000 trombosit per mikroliter darah. Jika setelah dicek jumlah trombosit menunjukkan kurang dari 150.000, berarti Anda mengalami trombositopenia. Untuk pemeriksaan medis, dokter biasanya akan mencari tanda-tanda pendarahan di bawah kulit dan meraba apakah limpa Anda membesar.

Kenapa limpa? Limpa berfungsi untuk melawan infeksi dan menyaring bahan yang tidak diinginkan dari darah. Ketika limpa membesar, berarti ada yang tidak beres, dalam arti banyak trombosit yang terperangkap di sana. Otomatis, jumlah trombosit yang beredar dalam tubuh pun berkurang drastis.

“Mengatasi trombositopenia bergantung dari faktor penyebabnya. Masing-masing membutuhkan treatment yang berbeda,” dr. Atika menekankan. Minum banyak air putih untuk meningkatkan trombosit tak selalu bisa diterapkan karena tergantung dari faktor penyebabnya. Bila penyebabnya adalah dengue, mungkin itu bisa dilakukan. Namun jika penyebabnya hal lain, misalnya leukemia, tentu penanganannya lebih kompleks.

Penyebab menurunnya kadar trombosit lainnya

Selain trombositopenia, penyebab turunnya kadar trombosit darah termasuk:

  • Hamil. Ibu hamil biasanya memiliki kadar trombosit yang lebih rendah. Namun, kondisi ini termasuk ringan dan akan berangsur membaik setelah melahirkan.
  • Terlalu banyak dan terlalu sering minum alkohol.
  • Infeksi bakteri yang parah dalam darah, hingga menyebabkan penghancuran trombosit. Dari sekian banyak bakteri, E.coli adalah yang paling sering jadi biang kerok. Bakteri ini biasanya diperoleh dari makanan mentah atau makanan yang tidak higienis.
  • Thrombotic thrombocytopenic purpura (TTP), yakni kondisi langka yang terjadi ketika gumpalan darah kecil terbentuk di seluruh tubuh hingga menghabiskan banyak trombosit.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat dapat mengurangi jumlah trombosit karena zat dalam obat “membingungkan” sistem kekebalan tubuh dan justru menyebabkan penghancuran trombosit. Misalnya antibiotik yang mengandung sulfa dan antikonvulsan.
  • Paparan kemoterapi, radiasi, atau zat kimia beracun.

Ditambahkan oleh dr. Atika, rendahnya kadar trombosit juga bisa disebabkan oleh leukemia alias kanker darah, anemia, infeksi virus seperti hepatitis C atau HIV, serta penyakit autoimun.

Jadi, itulah beberapa penyebab trombosit turun yang bukan diakibatkan oleh demam berdarah dengue. Dibutuhkan pemeriksaan, seperti pemeriksaan darah dan pemeriksaan fisik, untuk mengetahui penyebab pasti penurunan trombosit yang terjadi. Jangan menunggu-nunggu untuk periksa ke dokter atau pergi ke dokter saat kondisi tubuh terlalu lemas. Jika jumlah trombosit sudah berada di bawah 10.000 per mikroliter darah, ini bisa menyebabkan perdarahan otak yang dapat berakibat fatal.

Jika masih ada pertanyaan mengenai DBD bisa langsung klik tanya dokter. Dokter kami segera menjawab pertanyaan Anda.

(RN/ RVS)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Kiat Lindungi Bayi dari Serangan Demam Berdarah

Info Sehat
29 Jan

3 Ciri Nyamuk Demam Berdarah yang Perlu Anda Tahu

Info Sehat
29 Jan

Efektifkah Sari Kurma untuk Menyembuhkan Demam Berdarah?

Info Sehat
26 Jan

Gejala Demam Berdarah Bisa Mirip Penyakit Lain

Info Sehat
24 Jan

Abate, Solusi Efektif Atasi Jentik Nyamuk Demam Berdarah

Info Sehat
23 Jan

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk