Dampak Memberikan MPASI Terlalu Dini

Oleh Hotnida Novita Sary pada 31 Jan 2019, 16:40 WIB
Memberikan makanan pendamping ASI untuk kali pertama pada bayi tak boleh sembarangan. Jangan sampai, bayi diperkenalkan MPASI terlalu dini.
Dampak Memberikan MPASI Terlalu Dini (Subbotina-Anna/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pemberian makanan padat secara bertahap ke dalam makanan merupakan masa transisi yang harus dilewati setiap bayi. Jika sebelumnya hanya mengonsumsi ASI atau susu formula, setelah usia 6 bulan bayi akan mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Akan tetapi, penting bagi Anda untuk tidak memberikan MPASI terlalu dini pada bayi.

Menurut penjelasan dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter pemberian MPASI paling baik dimulai pada usia 6 bulan. Itu karena pada usia ini  kemampuan makan bayi sudah siap untuk menerima makanan semi padat.”

Selain itu, pada usia 6 bulan, bayi biasanya berhenti menggunakan lidah untuk mendorong makanan keluar dari mulut mereka. Bayi pun mulai mengembangkan koordinasi untuk memindahkan makanan padat dari depan mulut ke bagian belakang mulut untuk ditelan.

Selain itu, sebelum usia 6 bulan, bayi juga memiliki kadar enzim yang rendah yang membantu pencernaan. Karena itu, memasukkan makanan selain ASI kepada bayi sebelum usia 6 bulan dapat menyebabkan masalah pencernaan.

Hindari memberikan MPASI terlalu dini

Menurut dr. Aryogi Rama Putra kepada Klikdokter, pemberian MPASI hanya diberikan pada anak yang sudah memiliki kematangan motorik dan emosional untuk makan. “Rata-rata seorang anak bisa mencapai tahap tersebut adalah pada usia 6 bulan. Itulah kenapa ASI eksklusif diharuskan selama 6 bulan pertama,” dia menegaskan. Memberikan makanan padat pada bayi sebelum usia 6 bulan akan membuat bayi berisiko mengalami beberapa masalah kesehatan di kemudian hari.

Dilansir dari Babygooroo, memperkenalkan MPASI terlalu dini pada bayi dapat meningkatkan risiko bayi tersedak. Pada usia ini, bayi belum memiliki kontrol kepala dan lidah yang memadai. Bahkan saat menelan bubur makanan dan sereal bayi yang encer, kemungkinan bayi untuk tersedak cukup besar.

Selanjutnya, menurut The American Academy of Pediatrics (AAP), yang dikutip dari Verywell Family, memperkenalkan makanan padat sebelum bayi mencapai empat bulan meningkatkan risiko peningkatan berat badan dan obesitas, baik pada masa bayi dan anak usia dini. Banyak studi yang mengonfirmasi hal ini, termasuk studi yang dilakukan pada tahun 2011 dalam jurnal Pediatrics.

Penelitian ini secara khusus mengkaji waktu pemberian MPASI dengan risiko obesitas pada anak-anak. Studi ini mengamati pengenalan makanan yang terlalu dini pada bayi dapat memengaruhi tingkat obesitas pada anak usia prasekolah. Menurut penelitian ini, bayi yang tidak pernah disusui atau yang berhenti menyusui sebelum berusia 4 bulan, atau yang diperkenalkan makanan padat sebelum berusia 4 bulan berisiko enam kali lipat mengalami obesitas pada usia 3 tahun.

Terakhir, bayi yang diberikan makanan pendamping terlalu dini cenderung minum ASI atau susu formula kurang dari jumlah yang dibutuhkan. Hal ini tentu berdampak pada pemenuhan kebutuhan nutrisi dan kalori mereka dalam satu hari.

Tanda anak siap MPASI

Untuk memastikan bayi Anda siap menerima makanan bayi padat pertamanya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari Klikdokter, berdasarkan American Academy of Pediatrics (AAP) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi siap diperkenalkan makanan padat bila:

  • Kepala sudah tegak
  • Mampu duduk dengan bantuan
  • Refleks menjulurkan lidah sudah berkurang 
  • Terlihat tertarik ketika melihat orang makan
  • Mulai mencoba meraih makanan
  • Membuka mulut jika disodori sendok atau makanan

Jadi, memberikan MPASI terlalu dini pada bayi justru bisa berakibat buruk pada kesehatannya. Anda perlu menunggu bayi hingga berusia 6 bulan sebelum memperkenalkan makanan padat. Selama menunggu waktu tersebut, bayi bisa lebih banyak mendapatkan manfaat kesehatan dari ASI. Baca artikel lainnya di sini.

[RVS]