Tips Atasi Sesak Napas Saat Hamil

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 01 Feb 2019, 08:30 WIB
Sesak napas merupakan salah satu kondisi yang cukup sering dikeluhkan ibu hamil. Berikut ini yang perlu dilakukan untuk mengatasinya.
Tips Atasi Sesak Napas Saat Hamil (Motortion Films/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Dunia hiburan Tanah Air dikejutkan dengan meninggalnya aktris Saphira Indah pada hari Rabu (30/1) lalu. Salah satu pemain film Eiffel I’m in Love 2 ini meninggal mendadak dalam kondisi hamil 6 bulan. Ia tak memiliki riwayat penyakit serius sebelumnya. Hanya saja, seperti yang dilansir Liputan6.com, sang suami menuturkan bahwa Saphira sempat mengalami sesak napas beberapa hari sebelum mengembuskan napas terakhir. Keluhan sesak napas saat hamil – seperti dialami Saphira Indah – sebetulnya merupakan salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil.

Sebuah studi pada tahun 2015 menemukan bahwa sekitar 60-70% ibu hamil pernah merasakan sesak napas dalam kehamilannya. Pada dasarnya sesak napas yang dialami oleh ibu hamil bisa merupakan hal yang wajar, namun bisa juga merupakan kondisi yang berbahaya dan mengancam nyawa.

Sesak napas yang ”normal” pada kehamilan

Sesak napas bisa jadi merupakan hal yang wajar terjadi dalam kehamilan. Hal ini karena janin bertambah besar di dalam rahim. Akibatnya rahim juga akan makin membesar dan mendorong organ lain ke atas. Akibatnya ruangan untuk paru dan jantung menjadi lebih sempit dan ibu hamil jadi bernapas lebih pendek dari biasanya.

Selain itu, volume darah yang mengalir dalam tubuh ibu hamil sangat meningkat jumlahnya dibandingkan  sebelum hamil. Oleh karena itu, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan ke plasenta. Peningkatan kerja jantung tersebut kadang juga menimbulkan sensasi sesak napas.

Sesak napas yang wajar pada kehamilan biasanya mulai terjadi pada kehamilan di atas 20 minggu, dan ibu hamil masih bisa beraktivitas seperti biasa sekalipun napasnya terasa agak tidak nyaman. Untuk mengurangi rasa sesak yang terjadi, berikut ini yang dapat dilakukan:

  1. Menggunakan penyangga perut untuk ibu hamil

Penyangga perut bukan hanya membantu untuk mendukung otot perut dan punggung bawah saja, melainkan juga membantu agar tubuh ibu hamil berada dalam postur yang baik. Postur tubuh yang baik akan membantu mengurangi rasa sesak napas yang dialami oleh ibu hamil.

  1. Tidur miring ke kiri

Tidur miring ke kiri akan membantu memperlancar peredaran darah ke plasenta sehingga bayi mendapat aliran darah yang cukup. Selain itu, saat tidur miring ke kiri, rahim tidak akan terlalu mendesak ke atas sehingga jantung dan paru akan memiliki ruangan yang lebih luas dan sesak akan terasa lebih ringan.

  1. Mengatur pernapasan

Jika ibu hamil mengikuti senam hamil atau program persiapan persalinan, umumnya ibu hamil akan diajarkan teknik mengatur pernapasan yang baik saat berada dalam kondisi bersalin. Teknik pernapasan tersebut bisa digunakan juga saat masih berada dalam kondisi hamil. Tarik napas perlahan, buang napas perlahan juga. Lakukan selama 5 menit dengan irama yang teratur, sambil memfokuskan diri pada suatu objek tertentu misalnya melihat satu foto dan tak memikirkan hal lainnya.

1 of 2

Sesak napas yang membahayakan dalam kehamilan

Ada beberapa kondisi medis dalam kehamilan yang memiliki gejala sesak napas. Tiga penyakit yang paling sering terjadi adalah:

  • Asma

Pada wanita yang memiliki riwayat asma sebelumnya, kehamilan sering kali membuat asma semakin berat dan semakin mudah kambuh. Asma umumnya ditandai dengan sesak napas disertai bunyi ”ngik-ngik” di saluran napas.

  • Kardiomiopati peripartum

Penyakit ini merupakan penyakit gagal jantung yang terjadi terkait kehamilan.  Gejalanya berupa sesak napas, bengkak pada tungkai bawah, rasa lelah yang berlebihan, berdebar-debar, dan tekanan darah cenderung rendah. Penyakit ini bisa terjadi saat hamil maupun sesaat setelah melahirkan.

  • Emboli paru

Emboli paru merupakan penyakit paru yang ditandai dengan sumbatan bekuan darah yang mendadak pada pembuluh darah paru. Penyakit ini ditandai dengan sesak napas mendadak yang hebat, nyeri dada, dan batuk.

Jika salah satu kondisi ini yang terjadi, maka sebaiknya ibu hamil segera mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit. Jika terlambat ditangani, sesak napas akibat penyakit tersebut bisa membawa komplikasi yang fatal pada ibu dan janin.

Untuk membedakan apakah sesak napas saat hamil itu dalam batas wajar atau sudah pada level berbahaya, perhatikan baik-baik gejala yang dialami. Bila sesak napas dirasakan semakin memberat, disertai nyeri saat bernapas, berdebar-debar, bunyi ”ngik-ngik” pada saluran napas, atau kebiruan pada bibir dan jari, sebaiknya ibu hamil segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓