Risiko Kesehatan yang Rentan Dialami Tahanan dalam Penjara

Oleh dr. Nadia Octavia pada 01 Feb 2019, 13:00 WIB
Baru saja mendekam di penjara, ini risiko kesehatan yang rentan dialami Ahmad Dhani dan juga tahanan lainnya.
Risiko Kesehatan yang Rentan Dialami Tahanan dalam Penjara (FOTOKITA/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Para tahanan yang mendekam di penjara rentan mengalami risiko kesehatan yang beragam, seperti influenza, penyakit kulit dan bahkan bisa tertular demam berdarah. Kondisi ini akan semakin parah jika kebersihan dan sanitasi dalam penjara juga tidak diperhatikan.

Keadaan di dalam penjara sedikit banyak akan segera dialami musisi Ahmad Dhani. Dilansir dari Liputan6.com, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara pada penyanyi Ahmad Dhani.

Pentolan grup band Dewa 19 tersebut dinyatakan bersalah karena telah menyebarkan ujian kebencian pada masyarakat. Kini Ahmad Dhani harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mendekam di penjara. Tentu saja vonis ini membuat Dhani dan seluruh keluarganya terpukul.

Melihat anggota keluarga berada di dalam tahanan tentu bukan hal yang diharapkan. Satu hal yang perlu diperhatikan, kondisi kesehatan harus terus dijaga agar tidak drop karena beragam risiko kesehatan yang rentan muncul di dalam tahanan ada di depan mata.

Berikut di bawah ini adalah beberapa risiko kesehatan yang harus diantisipasi bagi mereka yang menjalani masa tahanan di dalam penjara:

  • Infeksi menular seksual

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh oganisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO), para tahanan di penjara rentan mengalami infeksi menular seksual karena aktivitas seks yang berisiko tinggi (seks anal, berganti-ganti pasangan, tidak menggunakan kondom) dan juga penggunaan narkoba suntik. Beberapa penyakit infeksi menular seksual yang sering dialami oleh para tahanan di penjara antara lain infeksi klamidia, gonore, sifilis, hepatitis B dan HIV.

  • TBC

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis yang bersifat sistemik, yang dapat menimbulkan gejala pada hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi utama. TBC dapat ditularkan melalui droplet atau lewat udara.

Tempat yang berdesakan dengan banyak orang, sirkulasi udara yang buruk dan kebersihan lingkungan yang buruk menjadi beberapa faktor penyebab tahanan rentan alami infeksi TBC. Bahkan data WHO menyebutkan bahwa tingkat infeksi TBC di penjara 11 - 81 kali lebih tinggi dibandingkan kasus yang terjadi pada masyarakat umum.

1 of 2

Selanjutnya

  • Hepatitis A

Hepatitis A adalah infeksi sistemik akut  yang memengaruhi organ hati disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV).  Virus dapat ditularkan apabila seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh tinja pasien hepatitis A. Hepatitis A juga berkaitan erat dengan kondisi kebersihan yang buruk dan kurangnya sarana air bersih.

Kondisi tersebut sering dialami oleh para tahanan di penjara. Hepatitis A sebetulnya merupakan penyakit yang mudah untuk dicegah. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan atau beraktifitas merupakan cara termudah untuk mencegah penularan infeksi hepatitis A. 

  • Demam berdarah dengue (DBD)

DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus berkelamin betina. Nyamuk berkaki belang-belang putih ini menggigit manusia di siang hari. 

Musim hujan dengan banyaknya air yang tergenang seperti saat ini dapat membuat masyarakat berisiko tinggi DBD, termasuk para tahanan di penjara. Terlebih lagi kebersihan sel penjara yang buruk, banyaknya tumpukan barang dapat membuat para tahanan berisiko tinggi untuk alami DBD.

  • Influenza

Influenza atau common cold (pilek, selesma) adalah suatu reaksi peradangan saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus dan menular melalui droplet di udara. Gejalanya antara lain demam, pilek, batuk, nyeri otot dan sendi, nyeri tenggorokan dan nyeri kepala. Karena disebabkan oleh infeksi virus, influenza tergolong self-limiting disease (dapat sembuh dengan sendirinya). Lingkungan di dalam sel penjara yang membuat seseorang sering berkontak dgn banyak orang dan sirkulasi udara yang buruk, membuat para tahanan rentan tertular influenza.

Selain risiko kesehatan di atas, tahanan di penjara juga rentan mengalami masalah gangguan mental hingga percobaan bunuh diri. Pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi para tahanan di penjara juga dapat membantu pencegahan berbagai risiko kesehatan di atas. Pemeliharaan kebersihan lingkungan di dalam penjara bisa menjadi awal pencegahan penularan penyakit yang rentan terjadi di dalam area tersebut.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓