Jangan Katakan 5 Hal Ini pada Orang yang Sedang Diet

Oleh dr. Nadia Octavia pada 01 Feb 2019, 14:00 WIB
Orang yang sedang menjalankan program diet sering kali menjadi "sensitif". Jadi, hindari mengatakan hal-hal berikut ini.
Jangan Katakan 5 Hal Ini pada Orang yang Sedang Diet (Gladskikh-Tatiana/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian orang, terutama wanita, membicarakan berat badan menjadi isu yang sensitif. Alasan seseorang memutuskan untuk melakukan diet dan menurunkan berat badan pun berbeda-beda. Ada yang beralasan menghindari penyakit, ingin sehat atau sekedar ingin tampak langsing dan cantik di momen penting.

Apapun alasannya, Anda tidak berhak menghakimi alasan seseorang dalam berdiet ataupun cara diet yang dilakukannya. Meski Anda sering kali tidak tahan ingin mengomentari, namun sebaiknya jangan katakan hal-hal ini pada orang yang sedang berdiet:

1. "Kamu terlihat oke, kok. Tidak perlu lagi menurunkan berat badan"

Soal berat badan sering kali bersifat subjektif. Meski teman Anda yang tengah menjalankan diet tidak terlihat gemuk, tapi belum tentu ia merasa demikian. Bisa saja ia memiliki tujuan tersendiri dalam berdiet.

Jika khawatir dengan cara berdietnya yang terlalu ketat, sebaiknya tanyakan bagaimana kondisi kesehatannya selama menjalankan program diet tersebut dan sarankan untuk mencari bantuan ahli gizi. Berikan juga komen yang suportif ketika ia berhasil menurunkan berat badannya.

2. "Apakah kamu sudah mencoba diet ini?"

Saat ini jenis diet memang beragam. Mulai dari diet mayo, diet golongan darah, diet detoks, diet OCD dan masih banyak lagi. Namun, kondisi setiap orang berbeda dan kebutuhannya juga berbeda - beda.

Untuk itu, hindari menyarankan seseorang untuk melakukan diet tertentu yang belum tentu cocok untuk dirinya. Berat badan seseorang dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor genetik, perilaku, biologi, kultur dan lingkungan. Jadi, diet yang cocok untuk Anda belum tentu cocok untuk orang lain.

3. "Katanya sedang berdiet, kok makan itu, sih?

"Maksud Anda mungkin baik, ingin mengingatkan teman agar tidak makan kentang goreng atau makanan berkalori tinggi lainnya. Namun, bisa saja teman Anda memiliki alasan tersendiri saat mengonsumsi makanan tersebut.

Hati-hati, menjadi "polisi" makanan bagi teman yang tengah berdiet justru bisa membuatnya stres.

4. "Kalau diet, jangan makan malam"

Konsep melewatkan jam makan (seperti melewatkan sarapan atau makan malam) memang bisa menurunkan berat badan Anda. Namun, menganjurkan seseorang untuk melewatkan jam makan justru dapat membuat orang tersebut makan berlebihan di waktu makan berikutnya.

Bahkan, penelitian menyebutkan orang yang rutin sarapan justru dapat menurunkan berat badan lebih cepat dibandingkan mereka yang melewatkannya.

5. "Sekali-kali cheating saat berdiet tidak apa–apa, kok"

Ketika sedang makan bersama teman-teman dan mendapati ada yang sedang berdiet, mungkin Anda tidak tahan ingin mengomentarinya agar memesan makanan enak sebagai momen cheating.

Dalam diet terdapat konsep cheating yang diakui orang sebagai momen untuk mengapresiasi diri dengan makan enak setelah lama berdiet. Tapi, bisa saja teman Anda tersebut sedang berusaha keras menghindari makanan tertentu yang berkalori tinggi.

Secara tak sadar, Anda dapat menggagalkan diet yang sedang dijalani. Daripada  Anda mengatakan hal tersebut, lebih baik ajak berolahraga bersama atau tanyakan ingin makan apa saat di akhir pekan nanti, yang biasanya menjadi momen cheating para pelaku diet.

Untuk berdiet dan menurunkan berat badan dibutuhkan motivasi, tekad dan kedisiplinan yang kuat. Jadi sebagai teman atau orang terdekat, sebaiknya jangan katakan hal-hal di atas pada mereka yang sedang berdiet. Dukung upayanya selama menjalankan program diet dan berikan semangat saat ia mulai goyah.

[NP/ RVS]