Kenali 6 Penyebab Vagina Kering

Oleh Ayu Maharani pada 01 Feb 2019, 15:00 WIB
Tak nyaman dan khawatir karena vagina kering? Perhatikan dan hindari berbagai penyebab vagina kering di bawah ini.
Kenali 6 Penyebab Vagina Kering (NotarYES/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi vagina yang kering kerap kali tidak disadari oleh wanita sampai saat mereka hendak berhubungan seksual dengan pasangannya. Dan meskipun sudah melakukan foreplay cukup lama, entah mengapa vagina tetap saja kering. Kondisi ini bisa membuat Anda stres dan hubungan seks yang dilakukan menjadi tidak maksimal. Ada beberapa penyebab vagina kering.

Mengenai hal ini dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid., dari KlikDokter, menjelaskan sebagai berikut alasan mengapa vagina menjadi kering:

1. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Bila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan yang mengandung antihistamin (obat alergi) ataupun obat asma, efek samping dari obat-obatan tersebut adalah menurunnya efek produksi lendir di vagina sebagai pelumas, sehingga vagina menjadi kering.

Jika alergi dan asma sudah membaik, Anda bisa memberhentikan konsumsi obat tersebut. Dengan demikian, secara otomatis produksi pelumas pada vagina juga akan kembali normal.

2. Rendahnya gairah seks

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, terkadang meski sudah melakukan foreplay, vagina masih saja kering.

“Nah, dalam beberapa kasus, vagina kering memang dapat disebabkan oleh rendahnya libido atau masalah seksual dengan pasangan.” jelas dr. Resthie. Jadi, percuma saja foreplay dilakukan bila Anda memiliki masalah libido. Vagina pun menjadi tidak bisa merespons dengan cara memproduksi pelumas.

3. Gangguan cemas

Ini biasanya pernah dialami oleh sebagian besar wanita. Saat stres dan merasa tertekan, vagina akan terasa kering. Bahkan tak cuma kering, libido pun tidak akan naik karena faktor psikologis sangat memengaruhi hal tersebut.

Jadi, jika Anda ingin kondisi vagina kembali normal, kondisikan pikiran Anda dengan cara meditasi, relaksasi, berlibur, ataupun melakukan aktivitas lain yang menyenangkan dan dapat menghalau perasaan cemas. Kontribusi dari pasangan sebenarnya juga berperan penting dalam kasus ini.

Pasangan yang sabar, mengerti kondisi, dan bahkan bisa mencairkan suasana biasanya lebih bisa meningkatkan efek produksi pelumas pada vagina saat berhubungan seksual.

1 of 2

Selanjutnya

4. Iritasi

“Beberapa wanita alergi terhadap bahan kimia seperti sabun, produk kebersihan, pewarna, dan parfum.” pungkas dr. Resthie. Maka, coba ingat-ingat lagi, apakah baru-baru ini Anda membeli sabun pembersih vagina ataupun sabun mandi merek baru?

Jangan-jangan, vagina yang kering disebabkan oleh organ intim Anda yang alergi terhadap produk tersebut. Selain itu, perhatikan juga benda-benda yang ditempatkan di dalam vagina (sex toys). Terkadang, bukannya bikin libido naik, benda tersebut justru bisa membuat iritasi dan menurunkan produktivitas pelumas pada vagina.

5. Habis melahirkan dan sedang menyusui

Secara alami, vagina akan mengalami perubahan setelah melahirkan, salah satunya adalah vagina yang mengering. Sebab, usai melahirkan, kadar estrogen di dalam tubuh menurun, apalagi bila Anda juga menyusui.

Kendati demikian, saat masa menyusui selesai dan periode menstruasi datang lagi, maka kadar estrogen akan kembali meningkat dan produksi pelumas pada vagina akan kembali normal.

6. Sudah memasuki masa menopause

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes., dari KlikDokter, vagina kering bisa terjadi pada wanita pasca menopause. Pada kondisi ini, dinding vagina menjadi menipis, kering, dan kurang elastis akibat berkurangnya hormon estrogen secara drastis.

Untuk mengatasi permasalahan vagina yang kering, selain karena adanya masalah seksual, dr. Sara menyarankan untuk memanfaatkan pelumas yang dijual di pasaran. Tentunya, pilihlah pelumas yang tidak mengubah pH vagina agar aman saat digunakan.

“Namun, hindari penggunaan losion ataupun ekstrak herbal lainnya karena dapat mengubah pH vagina dan justru memperburuk keadaan.” dr. Sara menegaskan.

Sebagai solusi jangka panjang, Anda juga bisa mendapatkan terapi hormonal yang berisi estrogen untuk menjaga kestabilan hormon dan membuat vagina tetap lembap saat berhubungan seksual.

Kondisi vagina kering rentan menyebabkan stres, karena hubungan seksual pun menjadi tidak nyaman untuk dilakukan. Akibatnya bisa berpengaruh juga terhadap keharmonisan hubungan Anda dan pasangan. Agar terhindar dari hal tersebut, hindari berbagai penyebab vagina kering dan lakukan saran-saran di atas, sehingga kehidupan seksual Anda menjadi lebih menggairahkan.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓
Diqi KurniawanDiqi Kurniawan

trims,artikel sangat manfaat