6 Atlet Ini Harus Berjuang Melawan Kanker

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 03 Feb 2019, 17:25 WIB
Atlet kerap dianggap memiliki fisik yang lebih sehat karena gaya hidup sehat mereka. Namun ternyata, atlet juga bisa kena kanker.
6 Atlet Ini Harus Berjuang Melawan Kanker (Design_Cells/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kabar cukup mengejutkan datang dari Nathan Adrian, atlet renang asal Amerika Serikat peraih medali emas di Olimpiade Rio 2016. Adrian didiagnosis mengalami kanker testis di usianya yang masih relatif muda, yakni 30 tahun. Kondisi yang sama juga pernah dialami atlet basket Indonesia, Jerry Lolowang yang pada 2013 lalu dideteksi terkena kanker testis.

Baik Adrian maupun Jerry merupakan atlet yang - oleh masyarakat - dikenal memiliki gaya hidup sehat yang sehat. Meski demikian menjadi seorang atlet ternyata bukan jaminan bisa kebal dari penyakit kanker. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tanpa pandang bulu. Buktinya, Adrian dan Jerry tidak "sendirian". Karena ternyata ada banyak deretan atlet yang juga bertarung dengan kanker.

Para atlet yang berjuang melawan kanker

Kanker dapat berkembang pada siapa saja, bahkan mereka yang dalam kondisi fisik prima seperti para atlet. Berikut ini adalah daftar atlet berprestasi yang juga ikut berjuang melawan kanker:

1. Shannon Miller

Atlet bernama lengkap Shannon Lee Miller ini menggeluti cabang olahraga senam artistik. Ia sukses meraih medali emas pada Olimpiade tahun 1996 di Atlanta, Amerika Serikat. Miller harus berjuang melawan kanker ovarium setelah dokter menemukan kista seukuran bola bisbol di ovariumnya pada 2010. Setelah 8 tahun berjuang lewat operasi dan kemoterapi, akhirnya ia dinyatakan bebas kanker pada Desember tahun lalu.

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, setidaknya ada lima gejala kanker ovarium yang harus diwaspadai. Kelima gejala tersebut adalah perubahan pola menstruasi, perut kian membesar, kembung atau mual, perubahan BAB atau BAK dan tekanan pada panggul dan pinggang.

2. Eric Shanteau

Sama seperti Adrian, atlet renang ini juga pernah mengalami kanker testis. Seminggu sebelum uji coba Olimpiade 2008 Beijing, Shanteau yang kala itu berusia 24 tahun didiagnosis menderita kanker testis. Dokter merekomendasikan agar ia segera menjalani operasi pengakatan testis. Tapi, Shanteau menunda prosedur pengobatan demi bersaing dalam Olimpiade 2008 di Beijing. Karena tak berhasil masuk final, ia pun pulang dan menjalani operasi pengangkatan testis. Kini Shanteau aktif melakukan kampanye seputar kanker bersama the American Cancer Society Cancer Action Network (ACSCAN).

Ada sejumlah gejala yang harus diwaspadai pria, berkaitan dengan kanker testis. Merujuk pada paparan dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter gejala-gejala tersebut antara lain, adanya benjolan pada testis, kaker testis, nyeri punggung bagian bawah, hingga tekanan pada skrotum dan perubahan ukuran testis.

1 of 2

Selanjutnya

3. Martina Navratilova

6 Atlet Ini Harus Berjuang Melawan Kanker (Peter-Valentino/Shutterstock)
6 Atlet Ini Harus Berjuang Melawan Kanker (Peter-Valentino/Shutterstock)

Petenis asal Republik Ceko ini diketahui menderita kanker payudara usai melakukan pemeriksaan mammogram rutin pada 2010. Pemeriksaan menunjukkan adanya karsinoma duktal in situ (DCIS), yakni sel kanker yang telah terbentuk dalam saluran namun belum menyebar. Navratilova kemudian menjalani operasi dan terapi radiasi sebagai pengobatan dan terus berusaha untuk terbebas dari kanker yang dideritanya.

Sama halnya dengan kanker lainnya, kanker payudara dapat mengancam nyawa. Namun menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter bila kanker ini terdiagnosis pada stadium awal dan segera diterapi, angka kesembuhannya bisa mencapai 100%.

4. Scott Hamilton

Pada 1997, Hamilton yang merupakan atlet skateboarding didiagnosis menderita kanker testis. Sejak saat itu, ia sering membahas penyakitnya di depan umum untuk mengedukasi orang tentang penyakit yang dideritanya.

Setahun setelah menjalani operasi dan kemoterapi, Hamilton kembali ke arena untuk berseluncur secara profesional. Ia kemudian menciptakan yayasan bernama Scott Hamilton CARES, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk penelitian kanker, pendidikan pasien, serta lembaga yang mendukung pasien dan anggota keluarga penderita kanker.

5. Meghan Kinney

Atlet renang artistik ini didiagnosis mengalami kanker tulang pada 2010. Kinney mengalami vonis itu pada usia 21 tahun. Diagnosis penyakitnya datang setelah ia mengalami nyeri lutut.

Ketika diperiksa, dokter menemukan tumor di lututnya, dan ia didiagnosis menderita osteosarkoma, sejenis kanker tulang yang cukup langka dan biasanya menyerang remaja dan anak-anak. Meghan kemudian menjalani operasi dan kemoterapi selama sepuluh bulan untuk mengangkat penyakitnya.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, kanker tulang dapat menyerang tulang bagian manapun di dalam tubuh,  namun umumnya kanker jenis ini menyerang tulang panjang pada lengan dan tungkai. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai adalah timbulnya nyeri tulang, mudah lelah, tulang patah dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

6. Mario Lemieux

Lemieux adalah seorang atlet hoki asal Kanada. Di tengah kariernya yang bersinar pada 1993, ia didiagnosis mengidap penyakit limfoma Hodgkin. Merasa beruntung dapat melalui masa-masa sulit dalam hidupnya tersebut, ia pun mendirikan Yayasan Mario Lemieux, sebuah organisasi yang mengumpulkan dana untuk penelitian kanker.

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, kanker limfoma termasuk sebagai salah satu tumor ganas yang dinilai agresif dan berbahaya. Jenis kanker ini juga populer dengan sebutan kanker kelenjar getah bening. Beberapa tanda dari kanker ini yang perlu Anda waspadai adalah badan lemas terus-menerus, demam, sesak napas, sering muncul keringat di malam hari dan pembengkakan di area-area getah bening seperti leher, ketiak dan selangkangan.

Beberapa kasus kanker yang pernah dijalani para atlet di atas bisa menjadi pelajaran bagi semua orang. Para atlet yang menjalankan gaya hidup sehat saja bisa terkena kanker, apalagi mereka yang pola hidupnya berantakan.

Mengenali faktor risiko penyebab kanker serta memperhatikan gejala kanker dengan saksama, bisa menjadi cara ampuh untuk mencegah penyakit ini mengganas. Deteksi dini kanker bisa Anda lakukan dengan menjalani pemeriksaan rutin di bawah pengawasan dokter. Dengan demikian Anda bisa mencegah terkena penyakit seperti yang pernah dialami para atlet di atas.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓