Kunci Penting Merawat Bayi Baru Lahir

Oleh Ruri Nurulia pada 04 Feb 2019, 12:00 WIB
Merawat bayi baru lahir bisa menguras tenaga, emosi, serta memunculkan rasa khawatir dan bingung. Apakah ini juga terjadi pada Anda?
Kunci Penting Merawat Bayi Baru Lahir (GOLFX/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Meski Anda dan pasangan sudah melakukan persiapan untuk menyambut kehadiran buah hati sejak jauh-jauh hari, tapi tetap saja ada kemungkinan Anda bingung, clueless, atau khawatir saat bayi sudah lahir dengan peran baru sebagai orang tua. Inilah yang mendasari bincang-bincang Babyo Session dengan tema “Life with a Newborn Baby” (30/1) di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Lewat talk show ini, dibahas mengenai kunci penting merawat bayi baru lahir.

Salah satu pembicara, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, dari KlikDokter mengatakan, kunci penting merawat bayi lahir itu tak lepas dari berbagai persiapan saat kehamilan.

Anjuran konsumsi suplemen kehamilan

“Ingat, 1.000 hari kehidupan bayi itu dimulai dari dalam kandungan, bukan setelah bayi lahir. Jadi, menjaga asupan nutrisi selama kehamilan itu penting,” kata dr. Dinda.

Pemenuhan nutrisi untuk anak harus dijaga sejak bayi dalam kandungan. Pengaruh nutrisi terhadap anak antara lain:

  • Membantu perkembangan otak
  • Anak yang kurang gizi akan jadi kurus, pendek, mudah sakit, lebih muda kena alergi
  • Anak akan kesulitan belajar di kemudian hari.

Jika perlu, konsumsi suplemen tambahan yang mengandung asam folat, besi, kalsium, dan mikronutrien. Sayangnya, dr. Dinda mengatakan bahwa masih banyak ibu hamil yang malas atau enggan mengonsumsi suplemen. Ada juga yang merasa tak perlu.

“Suplemen tetap dianjurkan karena pola makan orang Indonesia itu sangat kurang zat gizi, terutama dari sayur dan buah-buahan, dan lebih banyak karbohidrat. Padahal, memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan itu penting bagi perkembangan otak bayi,” ungkapnya.

1 of 2

Tantangan baru saat bayi sudah lahir

Tantangan baru saat bayi sudah lahir (Ruri Nurulia/Klikdokter)
Tantangan baru saat bayi sudah lahir (Ruri Nurulia/Klikdokter)

Setelah bayi sudah lahir, beda lagi ceritanya. Beberapa hal yang bisa menantang para orang tua baru adalah kecenderungan untuk begadang atau kurang tidur, perubahan fisik, menerjemahkan tangisan bayi, persaingan dengan saudara kandung, bahkan adanya ancaman dari baby blues.

  • Mengerti tangisan bayi

    Diungkapkan oleh dr. Dinda, orang tua sering dibingungkan dengan tangisan bayi. Biasanya, penyebab bayi menangis antara lain:

    • Lapar
    • Popoknya sudah penuh dan tak nyaman
    • Suhu ruangan yang terlalu rendah
    • Kolik

    “Memang tak ada panduan pasti untuk membedakan jenis tangisan bayi. Saran saya, diawali dengan sok tahu saja, nanti lama-kelamaan akan dapat feeling-nya,” kata dr. Dinda.

  • Bayi sering bangun atau tidak tidur pada malam hari

Tantangan lainnya adalah bayi yang sering terbangun atau tak bisa tidur pada malam hari. Percayalah, hampir semua ibu pasti mengalami ini. Saran dari dr. Dinda, usahakan agar bayi tidak tidur siang terlalu lama.

Bayi berusia 3-11 bulan membutuhkan sekitar 14-15 jam tidur total dalam sehari. Jika Anda ingin bayi tidur selama 12 jam pada malam hari, maka tidur siangnya cukup 2-3 jam. Selebihnya, Anda bisa mengajak bayi bermain, bernyanyi, atau menjaganya tetap aktif.

Selanjutnya, usahakan untuk disiplin dalam mematuhi jam tidur. Satu hal penting lainnya, upayakan untuk mengondisikan ruang tidur bayi sedemikian rupa.

“Misalnya dengan mematikan lampu atau menggunakan lampu tidur yang redup. Ini bisa sekaligus mengajarkan bayi konsep gelap dan terang dalam keseharian bayi,” dr. Dinda menjelaskan.

  • Menyusui dengan benar

    Khususnya untuk ibu yang baru menyusui pertama kali, ada beberapa hal yang perlu diketahui seputar proses menyusui.

    • Jangan berkecil hati karena produksi ASI sedikit. Terus susui bayi, dan perah ASI dengan menggunakan tangan atau pompa. Dengan demikian, payudara akan terus memproduksi ASI. Anjuran dari dr. Dinda, perhatikan durasi menyusui. “Maksimal 20 menit pada setiap payudara. Ini penting untuk menjaga produksi ASI,” ungkapnya.
    • Posisi menyusui harus benar, dalam arti perlekatannya tepat. Jika diperlukan, gunakan bantal menyusui.
    • Mungkin ada masalah yang muncul, seperti puting lecet, payudara terasa keras dan nyeri, hingga infeksi payudara. Jika lecet, Anda bisa atur ulang posisi perlekatan bayi dan payudara. Jika puting tampak kemerahan dan lecet, oleskan sedikit ASI di puting sebelum dan setelah menyusui. Jika payudara terasa keras, kompres dengan air hangat. Namun, bila payudara sudah mulai merah dan teraba hanya, kompres dingin terlebih dulu lalu kompres hangat.

Segala macam kekhawatiran seputar merawat bayi baru lahir harus dihadapi. Percayalah semua wanita diberikan kesanggupan dalam manajemen waktu dan multitasking. Jangan ragu untuk diskusi dengan suami, teman yang juga seorang ibu, atau support group. Kehadiran bayi akan mengubah hidup Anda. Dengan kesiapan fisik dan mental, semua tantangan akan bisa Anda hadapi.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓