Bawang Putih dalam Masakan Cina Ampuh Cegah Kanker?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 04 Feb 2019, 15:45 WIB
Bawang putih banyak dipakai dalam masakan Cina sebagai penambah rasa dan aroma. Tapi, benarkah bawang putih ampuh mencegah kanker?
Bawang Putih dalam Masakan Cina Ampuh Cegah Kanker? (Francesco83/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Imlek atau tahun baru Cina yang akan dirayakan besok, Selasa (5/2) selalu identik dengan makanan khas yang menggugah selera. Beragam hidangan dari Tiongkok memang dikenal dengan cirinya, yaitu menggunakan bawang putih untuk menambah aroma dan rasa. Di balik manfaatnya sebagai bumbu masakan, bawang putih juga dikenal memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Tapi benarkah bawang putih juga bisa mencegah kanker?

Tanaman bawang putih yang harum memiliki banyak sebutan termasuk dikenal sebagai “umbi pohon kehidupan" karena sifat antipenuaan yang dimilikinya. Bawang putih juga dipercaya bisa meningkatkan gairah seks, memberikan daya tahan kepada atlet, dan menangkal radikal bebas. Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah khasiat dari bawang putih termasuk sebagai antibiotik alami dan sifat antioksidan, yang dapat membantu mencegah kanker.

Manfaat sehat bawang putih

Bawang putih adalah sayuran dari keluarga Allium dan tanaman yang berbentuk umbi. Tumbuh dalam beberapa ukuran dan warna dan dapat ditanam bersama sayuran lain sebagai pestisida alami.

Menariknya, Anda bisa tahu dimana bawang putih ditanam jauh sebelum Anda melihatnya. Ini karena aroma belerang yang kuat akan membuat Anda tahu lokasinya dengan sangat jelas.

Meskipun mengonsumi makanan beraroma bawang putih dapat membuat napas juga beraroma bawang, tapi jangan khawatir. Mengonsumsi jenis bawang ini justru dapat meningkatkan kesehatan Anda dengan menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol jahat.

Faktanya, satu siung bawang putih segar sehari dapat menurunkan risiko kanker payudara, kerongkongan, perut, usus, dan prostat. Kombinasikan bawang putih dalam makanan Anda dengan sayuran, buah-buahan, serat makanan, dan olahraga teratur, dan risiko Anda untuk kanker payudara bisa turun lebih rendah.

Mengandung senyawa antikanker

Bawang putih memiliki antioksidan alami dan bersifat antiinflamasi, antibiotik, dan antivirus. Setiap bonggol dan siung bawang putih mengandung sulfur, flavonoid, dan selenium tingkat tinggi. Dan, ketika dihancurkan, dicincang, atau digeprek, bawang putih menghasilkan senyawa allicin.

Senyawa itu memiliki sifat sebagai antibakteri yang dapat membantu mencegah kanker. Selain itu juga memiliki kemampuan dalam meningkatkan perbaikan genetik, memperlambat proliferasi sel, dan mencegah pembentukan zat karsinogenik dalam tubuh.

Berikut adalah tiga senyawa pelawan kanker yang perlu diketahui:

  • Allicin: Senyawa tanaman yang mengandung antibiotik dan antijamur. Memasak bawang putih dapat mempercepat penguraian allicin. Namun memasaknya dengan microwave tampaknya membunuhnya dan merusak manfaat kesehatan.
  • Flavonoid: Senyawa tanaman aromatik yang dianggap memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa ini melawan kanker dengan mencegah kerusakan sel.
  • Selenium dan allyl sulfida: Kedua bahan kimia tanaman ini bisa menjadi antimutagen, atau zat yang mencegah kanker dengan memblokir kerusakan pada DNA sel atau merangsang tubuh untuk memperbaiki DNA yang rusak.

Senyawa di atas sudah lama diuji sebagai pencegah kanker, terutama kanker saluran pencernaan. Di sisi lain, menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, bawang putih bagus untuk mencegah kanker paru. Untuk mendapatkan khasiat lebih banyak, coba makan bawang putih secara mentah. Memang rasanya tidak enak, tapi manfaatnya luar biasa. Jika Anda ingin mencobanya, mulailah dengan potongan yang keci dulu.

Tidak ada salahnya dalam rangka menyambut Imlek Anda menyiapkan aneka makanan Cina, termasuk hidangan  yang mengandung bawang putih. Selain membuat makanan bertambah harum dan lezat, bawang putih juga berkhasiat untuk kesehatan, termasuk mencegah kanker.

[RVS]