4 Makanan dan Minuman Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Oleh dr. Nadia Octavia pada 04 Feb 2019, 16:00 WIB
Waspada, konsumsi makanan dan minuman ini jika berlebihan bisa tingkatkan risiko kanker.
4 Makanan dan Minuman Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (CI-Photos/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap tanggal 4 Februari bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kanker, termasuk cara pencegahan, deteksi dini hingga penanganan kanker. Menurut data dari organisasi kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization), kanker menjadi penyebab kematian kedua tertinggi di dunia dengan jumlah kematian diperkirakan sekitar 9.6 juta orang di tahun 2018.

Pencegahan kanker penting untuk dilakukan. Salah satunya dengan menghindari konsumsi makanan dan minuman ini secara berlebihan karena bisa tingkatkan risiko kanker.

Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang dapat memicu munculnya kanker pada tubuh:

1. Alkohol

Menurut penelitian yang dilakukan oleh The National Toxicology Program of the US Department of Health and Human Services, semakin banyak dan sering Anda mengonsumsi alkohol maka risiko Anda untuk mengalami kanker nasofaring, esofagus, hati, payudara dan usus juga meningkat.

Bahkan menurut data dari American Journal of Public Health, di Amerika Serikat sendiri angka kematian pasien kanker akibat alkohol diperkirakan sekitar 3.5%. Ketika tubuh memetabolisme alkohol maka akan terbentuk acetaldehyde yaitu suatu bahan kimia yang akan merusak DNA dan menyebabkan terjadinya mutasi sel dan berujung pada kanker.

2. Daging olahan

Daging olahan seperti sosis, dendeng (sapi atau babi) atau daging olahan lainnya (yang melalui proses pengasapan, pengasinan atau penambahan bahan kimia tertentu) dapat meningkatkan risiko kanker.

The International Agency for Research on Cancer (badan riset kanker WHO) menyebutkan bahwa konsumsi 50 gram daging olahan atau setara dengan 1 buah sosis berukuran sedang atau 4 lembar bacon (daging babi olahan) setiap harinya dapat meningkatkan risiko kanker usus hingga 18%.

Sebaiknya jika Anda ingin mengonsumsi daging olahan, pilihlah daging olahan yang tidak mengandung pengawet tambahan (bebas nitrit dan nitrat) atau Anda juga bisa mengolahnya sendiri.

3. Daging yang dimasak dengan suhu tinggi

Bagi sebagian orang, daging yang dibakar hingga hampir gosong dianggap lebih lezat ketimbang daging yang dibakar setengah matang. Menurut penelitian yang dilansir oleh jurnal Environmental and Molecular Mutagenesis, ketika daging (termasuk daging sapi, babi, ikan atau ayam) dimasak dengan suhu tinggi (digoreng atau dibakar langsung dengan api terbuka) dapat membentuk senyawa heterocyclic amines dan polycyclic aromatic hydrocarbons.

Pada eksperimen laboratorium disebutkan bahwa senyawa tersebut bersifat mutagenik atau dapat menyebabkan mutasi (perubahan) pada DNA dan meningkatkan risiko kanker. 

4. Makanan kalengan

Di saat mendesak atau malas memasak, makanan kalengan memang bisa 'menyelamatkan' Anda dari rasa lapar. Bahkan ada beberapa makanan kaleng yang bisa langsung segera dikonsumsi.

Namun berdasarkan jurnal Life Sciences, makanan kaleng mengandung senyawa bisphenol A (BPA) yang dapat meningkatkan risiko kanker. BPA sendiri digunakan dalam industri makanan untuk pembuatan kaleng makanan ataupun kemasan plastik.

Pada penelitian tersebut menyebutkan kandungan BPA yang terdapat di dalam kaleng makanan dapat masuk dan mencemari makanan sehingga jika dikonsumsi bisa meningkatkan risiko kanker. Meski tidak semua kemasan makanan mengandung BPA, namun ada baiknya untuk dikurangi konsumsi makanan kalengan.

Meski penyebab kanker adalah multifaktorial, mulai dari faktor genetik, gaya hidup, penyakit penyerta, dan beragam faktor lainnya, namun beberapa jenis makanan dan minuman di atas dari penelitian telah terbukti dapat meningkatkan risiko kanker. Oleh karena itu sebaiknya batasi atau hindari konsumsinya secara berlebihan.

[RVS]