Bayi Tersedak, Ini yang Perlu Anda Lakukan

Oleh Hotnida Novita Sary pada 04 Feb 2019, 17:00 WIB
Mengunyah dan menelan makanan termasuk aktivitas yang dijalani oleh bayi. Dalam proses tersebut kejadian bayi tersedak sering terjadi.
Bayi Tersedak, Ini yang Perlu Anda Lakukan (Africa-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Masa MPASI adalah masa dimana bayi Anda mengenal makanan selain ASI. Dalam kurun waktu ini, si Kecil mulai diperkenalkan dengan  makanan baru dalam beragam tekstur dan bentuk. Peralihan dari fase menyusu menuju fase mengunyah dan menelan rentan membuat bayi tersedak.

Tak hanya tersedak akibat makanan, pada bayi dan balita, juga mudah tersedak akibat memasukan benda-benda kecil ke dalam mulut.

Menurut dr. Alvin Nursalim dari Klikdokter, tersedak merupakan penyebab paling sering kecelakaan dan kematian yang dialami oleh bayi.

“Hal itu karena bayi memiliki jalan napas yang kecil sehingga rentan tersumbat,” kata dr.Alvin.

Selain itu, dr. Alvin menambahkan, bayi juga masih dalam proses belajar untuk mengunyah dan menelan makanan, dan mereka belum mampu untuk batuk seperti layaknya orang dewasa saat sedang tersedak.

Pertolongan pertama saat bayi tersedak

Bayi memang cenderung mudah tersedak. Oleh karenanya, ada beberapa kondisi yang harus Anda perhatikan.

Jika bayi Anda batuk dan tersedak, tetapi masih bisa lancar bernapas, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Namun, jika bayi mengalami kondisi seperti tidak sadarkan diri, sulit bernapas karena ada benda menghalangi jalan napasnya, mengi atau terengah, tidak dapat menangis, atau membuat suara, wajah membiru, memegang tenggorokan, terlihat panik, segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Ketika bayi Anda tersedak,  jangan panik. Segera minta bantuan orang yang lebih berpengalaman. Bila Anda dapat melihat objek tersebut, coba untuk keluarkan dengan hati-hati.

Jangan menyodok dengan jari karena objek dapat terdorong lebih dalam ke tenggorokan bayi. Namun, jika tidak, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai pertolongan pertama, seperti dilansir dari WebMD

1. Arahkan posisi bayi

  • Posisikan bayi tengkurap atau menghadap ke bawah dengan lengan Anda, ditopang oleh paha Anda.
  • Jaga agar tubuh bayi lebih tinggi dari kepalanya.

2. Berikan tepukan kuat

  • Dengan telapak tangan, tepuk punggung bayi di antara bahu sampai lima kali. Tepukan jangan sampai membuatnya tersedak. Lakukan dengan kekuatan yang terjaga.

3. Balikkan bayi

  • Balikkan bayi menghadap ke atas, dan tetap menopang kepala dan leher. Jika objek belum juga keluar, lanjutkan ke langkah 4.

4. Tekan Dada

  • Tempatkan anak pada permukaan yang kuat.
  • Letakkan dua atau tiga jari di tengah tulang dada anak dan tekan dengan cepat hingga lima kali.

Cara-cara tersebut bisa Anda pelajari untuk mengantisipasi jika Anda menjumpai bayi dalam kondisi tersedak.

1 of 2

Tips mencegah bayi tersedak

Untuk mencegah bayi tersedak, ada hal-hal yang perlu diperhatikan orang tua secara lebih cermat. Berikut beberapa tips dari dr. Alvin:

1. Hindari memberikan makanan yang "berisiko tinggi"

  • Jangan memberikan bayi Anda potongan-potongan kecil makanan, seperti daging cincang, potongan keju, atau anggur. Kecuali jika Anda memotongnya sangat kecil.
  • Hindari juga memberikannya makanan padat dan keras, misalnya biji-bijian, kacang, permen, atau berondong jagung.

2. Awasi saat bayi makan

  • Saat bayi Anda mulai beranjak besar, jangan perbolehkan dia main, berjalan-jalan atau berlarian saat makan. Pastikan bayi Anda duduk saat makan.
  • Ingatkan juga untuk mengunyah dan menelan makanannya sebelum mulai berbicara.

3. Waktu yang tepat

  • Mengenalkan bayi pada makanan padat sebelum si Kecil memiliki kemampuan untuk menelan dengan benar dapat meningkatkan risiko bayi tersedak. Oleh karena itu, tunggu hingga bayi Anda paling tidak berusia 6 bulan untuk diberi makanan padat.

4. Perhatikan mainannya

  • Untuk membuat bayi tertarik makan, Anda tentu sering kali memberinya mainan atau benda apa pun untuk dimainkan. Hati-hati dan jangan biarkan bayi bermain dengan benda kecil, seperti kelereng, bola, atau mainan yang mengandung partikel kecil.

5. Jangan memburu-buru bayi saat makan

  • Biarkan bayi Anda memiliki cukup waktu untuk menikmati, mengunyah dan menelan makanannya.

Bayi di bawah usia 1 tahun tahun memang rentan tersedak. Kalau ini terjadi, hal yang paling penting adalah jangan panik. Anda bisa minta bantuan orang lain yang lebih berpengalaman untuk mengatasi bayi tersedak. Selain itu, Anda sebagai orang tua juga harus memperhatikan secara saksama bentuk makanan sekaligus mainan yang berada di sekitar anak. Baca artikel ini juga untuk mengetahui cara penanganan bayi tersedak

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓