Benarkah Sayuran Pahit Ampuh Usir Kanker?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 06 Feb 2019, 13:30 WIB
Tak semua orang suka sayuran pahit. Namun, banyak yang bilang sayuran pahit punya banyak khasiat, termasuk ampuh usir kanker. Benarkah?
Benarkah Sayuran Pahit Ampuh Usir Kanker? (Grafvision/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Soal sayuran, banyak orang yang pilih-pilih. Tak sedikit pula yang menghindari sayuran pahit seperti pare, daun pepaya, leunca, daun kenikir, arugula, dan lain-lain, apalagi jika tak tahu cara mengolahnya dengan benar. Padahal, sayuran yang pahit sekalipun bisa membawa kebaikan bagi tubuh. Bahkan, dikatakan juga sayuran pahit bisa ampuh usir kanker. Benarkah klaim ini?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai kaitan antara sayuran pahit dengan kanker, sebaiknya kenali dulu hal-hal seputar kanker.  Hingga saat ini, penyebab tunggal munculnya kanker belum bisa dipastikan. Meski demikian, pola hidup yang tidak sehat, genetik, serta radikal bebas dipercaya memegang peranan penting dalam meningkatkan risiko kanker di kemudian hari.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, radikal bebas ini bisa muncul tanpa pernah disadari. Mulai dari lingkungan yang terkontaminasi, merokok, serta tekanan psikis seperti stres dan kurang istirahat.

“Untuk menangkal aktivitas radikal bebas ini, tubuh memerlukan antioksidan dalam jumlah cukup. Sudah bukan rahasia lagi bahwa sayuran dan buah adalah dua contoh sumber makanan yang kandungan antioksidannya tinggi,” kata dr. Dyan.

Kaitan antara sayuran pahit dan kanker

Di antara seluruh jenis sayuran yang ada, dr. Dyan mengatakan, ternyata sayuran yang memiliki cita rasa pahit terbukti memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Contoh sayuran jenis ini adalah sayuran silangan (cruciferous vegetable) seperti brokoli, kale, dan brussel sprout. Antioksidan yang tinggi diyakini dapat menurunkan risiko kanker pada tubuh seseorang.

Jenis sayuran ini mengandung senyawa glukosinolat yang memberikan rasa pahit, sekaligus bertanggung jawab terhadap semua manfaat baik yang ditawarkan. Dilansir dari Health, pada sebuah tes pada hewan menunjukkan bahwa glukosinolat dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker. Meski demikian, hasil ini tak tampak konsisten pada studi pada manusia.

Selain itu, meski ada data yang menunjukkan bahwa orang-orang yang makan lebih banyak sayuran beisiko lebih rendah terkena kanker, tapi tak semua studi setuju. Beberapa ahli percaya bahwa perbedaan ini mungkin karena perbedaan genetik, begitu juga dengan kadar glukosinolat yang bisa berbeda akibat kondisi penanaman atau proses memasak.

Untuk menjaga keutuhan kandungan antioksidan dalam sayuran pahit, teknik pengolahan penting untuk diperhatikan. Hindari mengolah sayur dengan cara digoreng, karena akan mengurangi kandungan alaminya.

“Konsumsi dalam bentuk mentah merupakan cara terbaik dalam mendapatkan manfaat optimal makanan. Namun, tak semua orang bisa menikmatinya karena rasanya yang pahit.”

Meski demikian, jangan jadikan rasanya yang pahit sebagai alasan Anda menjauhi jenis sayuran ini. Percayalah, meski pahit di lidah, manfaatnya “manis” untuk kesehatan tubuh, dan mungkin juga dapat membuat Anda terhindar dari kanker.

1 of 2

Mengoptimalkan pencegahan kanker

Selain dengan mengonsumsi berbagai sayuran—termasuk sayuran pahit—dan buah-buahan sebagai sumber antioksidan, ada beberapa langkah lainnya yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan risiko kanker. Seperti dianjurkan oleh dr. Alvin Nursalim, Sp.PD, dari KlikDokter, pastikan untuk:

  • Tidak merokok

Kebiasaan merokok bisa menyebabkan kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, laring, ginjal, rongga mulut, dan pankreas. Jika sampai saat ini Anda masih merokok, cobalah untuk berhenti. Memang tidak mudah, tapi demi kesehatan yang lebih baik tidak ada yang mustahil.

  • Pertahankan berat badan ideal

Mendapatkan berat badan yang ideal menurunkan risiko kanker, termasuk kanker  payudara, prostat, paru-paru, usus besar, dan ginjal. Salah satu cara untuk mempertahankan berat badan ideal adalah dengan aktivitas fisik. Anda disarankan untuk berolahraga setiap hari selama 30 menit.

  • Dapatkan vaksinasi

Menurut dr. Alvin, beberapa virus bisa menyebabkan terjadinya kanker. Untuk hal ini, vaksinasi adalah salah satu yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Vaksin yang direkomendasikan adalah hepatitis B untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut, yang pada akhirnya menurunkan risiko terjadinya kanker hati. Selain itu, vaksin human papillomavirus (HPV) juga disarankan karena dapat menurunkan kejadian kanker serviks dan kanker penis.

  • Lindungi diri sari sinar matahari

Paparan sinar matahari terlalu berlebihan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Meski sebetulnya sinar matahari itu baik, tapi ada waktu-waktu berbahaya yang paparan sinarnya buruk untuk kulit. Untuk mencegahnya, hindari paparan sinar matahari antara pukul 10 pagi hingga 4 sore. Gunakan tabir surya spektrum luas (broad spectrum) dengan SPF setidaknya 30. Tetap aplikasikan tabir surya meski hari berawan.

Karena menyehatkan dan memiliki banyak nutrisi dan antioksidan untuk usir radikal bebas pemicu kanker, yuk mulai sekarang berdamai dengan sayuran pahit. Anda bisa mencari tahu di internet mengenai cara pengolahannya, resep, atau mengombinasikannya dengan sayur atau bahan lainnya yang lebih sesuai dengan selera Anda.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓