Efek Samping Pil KB yang Paling Sering Muncul

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 26 May 2020, 15:55 WIB
Pil KB sangat berguna untuk mencegah kehamilan. Namun, ada sejumlah efek samping penggunaan pil KB yang perlu Anda perhatikan.
Efek Samping Pil KB yang Paling Sering Muncul

Klikdokter.com, Jakarta Pil KB merupakan salah satu metode kontrasepsi yang banyak diandalkan wanita untuk mencegah kehamilan. Selain itu, pil KB juga sering digunakan untuk mengatasi gangguan haid, endometriosispremenstrual syndrome (PMS), dan bahkan jerawat. 

Biasanya pil KB mengandung hormon sintetis estrogen, progesteron, atau kombinasi keduanya. Oleh karena itu, tak jarang beberapa efek samping pil KB dapat muncul. 

1 of 3

Efek Samping Pil KB yang Sering Muncul

Efek samping penggunaan pil KB sampai saat ini masih menjadi perbincangan. Sebagian besar efek samping tersebut tergolong ringan, namun ada juga yang sampai mengganggu aktivitas. 

Berikut beberapa efek samping dari penggunaan pil KB:

  1. Flek di Antara Siklus Haid

Perdarahan atau flek di antara siklus haid sering dialami wanita yang mengonsumsi pil KB. Kondisi ini biasanya akan membaik setelah 3 bulan pemakaian pil KB. Perdarahan ini terjadi karena rahim sedang "beradaptasi" pada dinding endometrium yang lebih tipis dan tubuh pun sedang beradaptasi pada perubahan hormon yang terjadi.

Artikel lainnya: Minum Pil KB Malah Kena Stroke, Kok Bisa?

Namun, Anda jangan khawatir. Meski Anda mengalami flek atau perdarahan di antara siklus haid, pil KB tersebut masih bekerja efektif asalkan dikonsumsi sesuai dosis yang tepat dan teratur.

  1. Nyeri Kepala

Nyeri Kepala
Nyeri Kepala pada Wanita

Kandungan hormon yang terdapat di dalam pil KB dapat meningkatkan risiko terjadinya nyeri kepala dan migrain. Setiap jenis dan dosis pil kB dapat memberikan gejala nyeri kepala yang berbeda-beda. 

Sebagai pencegahan, penggunaan pil KB dengan dosis yang rendah dapat membantu mengurangi terjadinya nyeri kepala. Namun sebetulnya gejala ini dapat menghilang dengan sendirinya seiring dengan pemakaian pil KB.

  1. Peningkatan Berat Badan

Dari penelitian ditemukan bahwa penggunaan pil KB jenis progestin dapat menyebabkan peningkatan berat badan sekitar 2 kg dalam kurun waktu 6-12 bulan. Namun, tidak semua wanita yang mengonsumsi pil KB mengalami hal ini. 

Efek peningkatan berat badan pun hanya bersifat sementara. Sebetulnya, peningkatan berat badan terjadi karena adanya retensi (penumpukan) cairan, bukan karena lemak yang bertambah. Biasanya terjadi di area payudara dan pinggul.

Artikel lainnya: Benarkah Ada Alat Kontrasepsi yang Bisa Bikin Gemuk?

  1. Gangguan Haid

Gangguan Haid
Gangguan Haid pada Wanita

Sama seperti KB suntik, implan, atau IUD, pil KB juga dapat menyebabkan gangguan haid karena mengandung hormonal. 

Namun, telat haid juga bisa disebabkan oleh faktor lain. Misalnya stres, gangguan tiroid, kurang gizi, atau kondisi medis tertentu. Untuk itu, jika Anda mengalami telat haid sebaiknya lakukan test pack terlebih dahulu.

  1. Perubahan Cairan Vagina

Ketika mengonsumsi pil KB, Anda dapat mengalami perubahan produksi cairan vagina. Cairan vagina untuk "pelumas" dapat bertambah banyak atau bisa juga justru menurun. 

Jika Anda mengalami vagina kering, penggunaan cairan lubrikan buatan dapat membantu saat berhubungan seks. Namun, jika perubahan cairan vagina tersebut disertai dengan perubahan warna atau berbau, kemungkinan Anda mengalami infeksi.

  1. Nyeri Payudara

Nyeri Payudara
Nyeri Payudara pada Wanita

Kandungan hormon estrogen dan progesteron yang terdapat dalam pil KB dapat berpengaruh pada payudara Anda. Payudara Anda dapat menjadi lebih besar, bahkan menyebabkan rasa nyeri. 

Namun, efek ini hanya berlangsung sementara dan akan hilang dengan sendirinya. Jika Anda merasakan nyeri terus-menerus, terlebih jika disertai dengan benjolan pada payudara, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Artikel lainnya: Perhatikan Ini Saat Memilih Metode Kontrasepsi

  1. Perubahan Mood

Kandungan hormonal pada pil KB dapat menyebabkan perubahan mood atau mood swings. Seperti efek samping pil KB lainnya, umumnya hal ini hanya bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa lama.

  1. Perubahan Hasrat Seksual

Perubahan Hasrat Seksual
Perubahan Hasrat Seksual

Libido atau hasrat seksual dapat menurun pada beberapa pemakai pil KB. Hormon dalam pil KB menimbulkan penurunan produksi hormon androgen pada indung telur (ovarium). Padahal, hormon androgen berperan pada proses timbulnya hasrat berhubungan intim. 

Sebaliknya, pada beberapa orang lain, konsumsi pil KB malah dapat menambah libido. Penjelasannya mungkin adalah walaupun terdapat penurunan androgen, namun jumlahnya tidak sampai berpengaruh terhadap hasrat seksual. 

Beberapa efek psikologis dari konsumsi pil KB juga mungkin membuat Anda lebih percaya diri sehingga libido meningkat. Misalnya, merasa terlindungi dari kehamilan, mengurangi gejala PMS, kulit yang bebas jerawat, dsb.

Artikel lainnya: Waktu yang Tepat Suntik KB Pertama Kali

2 of 3

Cara Mengatasi Efek Samping dari Pil KB

Sebelum menggunakan pil KB, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa efek sampingnya dan bagaimana cara mengatasinya. 

Timbulnya efek samping pada penggunaan pil KB tentunya tidak nyaman bagi penggunanya. Namun, tidak perlu terburu-buru merasa khawatir. Efek samping juga tidak pasti terjadi pada semua pemakai pil KB.

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa efek samping ini sering kali hanya muncul sementara. Jadi, saat keluhan tersebut timbul, awasi dahulu selama beberapa bulan. Umumnya, keluhan membaik dengan sendirinya setelah tubuh beradaptasi dengan perubahan hormonal akibat konsumsi pil KB.

Agar kadar hormon di tubuh Anda tetap stabil, jangan lupa mengonsumsi pil KB secara teratur. Bahkan, Anda sebenarnya disarankan meminumnya pada waktu yang sama setiap hari. Gunakan pengingat seperti alarm atau kotak obat agar Anda tidak lupa. 

Perhatikan untuk menerapkan pola hidup sehat, terutama menjaga pola makan semasa menggunakan alat kontrasepsi ini. Konsumsilah makanan bergizi seimbang serta batasi konsumsi garam untuk mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh.

Jika efek samping pil KB terus muncul dan mengganggu Anda, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk ditangani dengan tepat. 

[NWS/ RS]

Lanjutkan Membaca ↓