Hamil Muda, Perlukah Ibu Diet Khusus?

Oleh Ayu Maharani pada 06 Feb 2019, 15:40 WIB
Demi menguatkan janin dan tubuh ibu hamil, adakah hal-hal khusus seperti diet yang mesti diterapkan saat hamil muda?
Hamil Muda, Perlukah Ibu Diet Khusus? (fizkes/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Begitu banyak pertanyaan yang terlintas di benak ibu hamil, apalagi yang baru pertama hamil. Tak sedikit pula yang kebingungan, seperti bertanya-tanya apakah boleh ngopi atau tidak, masih bolehkah makan nanas, boleh olahraga atau tidak, bolehkan makan pedas, hingga perlukah diet khusus untuk ibu yang sedang hamil muda.

Satu hal yang perlu diketahui seputar hamil muda, pada masa ini (trimester pertama) banyak terjadi pertumbuhan dan perkembangan awal janin yang dapat menentukan pertumbuhan dan perkembangan janin selanjutnya. Tak heran pada masa ini ibu hamil banyak mendapat anjuran atau wejangan, khususnya soal makanan.

Ada benarnya juga, sih, karena asupan nutrisi ibu hamil akan memengaruhi kondisinya dan janin. Semakin tercukupi kebutuhan nutrisinya, maka semakin besar pula kesempatan janin tumbuh sehat.

Perlukah diet khusus saat hamil muda?

Lantas, diet seperti apa yang diperlukan oleh para wanita di luar sana yang sedang hamil muda? Ini bisa bergantung pada kondisi fisik masing-masing ibu hamil, misalnya pada ibu hamil yang mengalami obesitas.

Menurut dr. Sara Elise Wijono, M.Res, dari KlikDokter, kondisi obesitas dalam kehamilan berhubungan dengan banyak sekali risiko, baik bagi ibu maupun janin. Misalnya diabetes gestasional, keguguran, preeklamsia, tromboemboli, obstructive sleep apnea, hingga kematian.

Penyembuhan luka pada ibu yang obesitas setelah melahirkan juga lebih lama ketimbang ibu yang memiliki berat badan ideal. Bahkan, di masa depan, bayi yang terlahir dari seorang ibu yang obesitas berisiko mengalami kelainan metabolik.

Oleh sebab itu, ada beberapa anjuran khusus yang mesti dipatuhi oleh ibu hamil obesitas agar risiko di atas tidak terjadi, antara lain:

  • Ada rekomendasi kenaikan berat badan yang sehat untuk ibu hamil obesitas, yakni 5-9 kg selama kehamilan (kehamilan tunggal) dan 11-19 kg untuk kehamilan multipel.
  • Konsumsi sayuran berbagai warna, disarankan 5 porsi masing-masing 75 gram per hari.
  • Konsumsi buah-buahan, disarankan sebanyak 2 porsi masing-masing 150 gram per hari.
  • Konsumsi protein nabati dan hewani tanpa lemak jahat. Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi 3 ½ porsi per hari (1 porsinya kurang lebih 65 gram).
  • Konsumsilah produk susu sebanyak 2 ½ porsi per hari (1 porsi kurang lebih sama dengan segelas susu).
  • Kurangi makanan yang berlemak jenuh, seperti aneka kue dan gorengan.
  • Jangan mengonsumsi banyak garam. Pilih makanan bersodium rendah.
  • Hindari makanan dan minuman yang mengandung banyak gula, sekalipun itu jus kemasan.
  • Hindari makanan mentah atau setengah matang.

Ibu hamil dengan berat badan ideal, tetap perlu diet khusus?

Juga dari KlikDokter, dr. Nadia Octavia mengatakan, bila Anda tidak memiliki kondisi khusus yang direkomendasikan oleh dokter untuk melakukan diet, sebaiknya jangan batasi asupan makanan. Membatasinya justru bisa membahayakan janin.

Jika kenaikan berat badan berlebih adalah hal yang Anda takutkan, cobalah akali dengan makan porsi kecil tetapi sering, lalu perbanyak asupan serat. Ibu hamil memang membutuhkan setidaknya 25 gram serat per hari agar tidak mengalami masalah konstipasi yang parah dan untuk menstabilkan tekanan darah.

Kesehatan saat hamil muda memang perlu diperhatikan, karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan awal janin yang sangat menentukan. Tak hanya janin, kesehatan ibu hamil pun juga perlu dijaga. Perlu diet atau tidaknya ibu hamil saat hamil muda ditentukan oleh kondisi tubuhnya, terutama jika memiliki kondisi medis tertentu atau tidak. Karenanya, penting untuk memeriksakan diri kepada dokter kandungan dan ikuti semua anjurannya. Prioritasnya adalah untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi kehamilan agar janin tetap sehat, persalinan lancar, serta tumbuh kembang bayi selalu terjaga.

(RN/ RVS)