search

Ramuan Tradisional untuk Merawat Vagina, Amankah?

Tidak semua bahan bisa digunakan untuk merawat vagina (termasuk kulitnya) yang tergolong sensitif. Lalu, amankah memakai ramuan tradisional?
Ramuan Tradisional untuk Merawat Vagina, Amankah? (MaraZe/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Urusan kebersihan dan perawatan organ kewanitaan, tak sedikit wanita yang memilih metode perawatan tradisional. Mungkin inilah kenapa banyak wanita yang menggemari ratus atau spa vagina. Jenis perawatan ini kerap menggunakan ramuan tradisional. Nah, apakah penggunaan ramuan tradisional ini aman untuk merawat vagina?

Tujuan dari penggunaan ramuan tradisional dalam perawatan vagina umumnya adalah untuk menjaga kesehatan dan kebersihan vagina, bebas dari aroma yang mengganggu, termasuk mengencangkan otot yang kendur.

Baca Juga

Sebagian dari metode perawatan vagina ini dilakukan dengan teknik pengasapan,  yang dipercaya dapat mengoptimalkan khasiat dan bahan-bahan yang digunakan. Anda penasaran ingin melakukannya juga? Tunggu dulu, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui.

Perhatikan ini sebelum menggunakan ramuan tradisional untuk vagina

Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, mengingat vagina merupakan area sensitif, perawatan yang dilakukan juga tidak boleh sembarangan. Ingat, klaim “tradisional” bukan jaminan aman untuk perawatan vagina. Ada rambu-rambu yang perlu diperhatikan.

  • Hanya digunakan di bagian luar vagina

Ramuan tradisional sendiri sebenarnya boleh saja digunakan untuk merawat area kewanitaan, asalkan berasal dari bahan alami dan terbatas hanya digunkan untuk bagian luar vagina.

Contoh ramuan tradisional yang cukup sering digunakan adalah rebusan daun air sirih. Menggunakan rebusan daun sirih tidak dilarang. Namun, pastikan menjaga benar-benar kebersihan dalam pengolahannya.

  • Pastikan bebas bahan kimia

Selain kebersihan saat proses pengolahan, pastikan pula tidak ada bahan tambahan kimia tercampur dalam ramuan yang belum teruji klinis keamanannya. Tambahan bahan kimia yang belum tentu aman digunakan dapat membuat reaksi alergi. Tidak hanya iritasi, luka dan infeksi sekunder bisa mengancam.

  • Suhu juga perlu diperhatikan

Selain berbagai bahan campuran ramuan tradisional, suhu dalam ramuan juga perlu dicermati. Bila menggunakan air rebusan, hendaknya air tersebut didiamkan dulu sampai suhunya netral atau sama dengan suhu ruangan.

Perlu dicatat, suhu air yang terlalu hangat, bahkan cenderung panas, dapat membuat kulit vagina kemerahan. Ini dapat menimbulkan iritasi. Biasanya, ini bisa terjadi sebagai salah satu efek samping perawatan ratus.

Tingginya suhu yang digunakan saat pengasapan dapat membuat kulit iritasi, bahkan bisa timbul luka bakar. Sekali lagi, ini karena kulit di area vagina relatif lebih sensitif dan tipis dibandingkan dengan area tubuh lainnya. Karenanya, metode perawatan vagina apa pun yang Anda pilih, pastikan suhunya netral sehingga aman digunakan.

1 dari 2

Berbagai cara lainnya untuk merawat vagina

loading

Selain mengandalkan perawatan dengan ramuan tradisional, menjaga kesehatan vagina juga dapat dilakukan dengan berbagai cara lainnya yang alami, yaitu:

  • Setelah buang air kecil, bilas vagina dengan air dari arah depan ke belakang.
  • Hanya gunakan air yang suhunya netral atau sedikit lebih hangat dari suhu ruangan.
  • Hindari penggunaan cairan pembersih vagina di luar pengawasan dokter.
  • Gunakan pakaian dalam yang berbahan dasar katun agar dapat menyerap keringat dengan baik.
  • Jaga area kewanitaan tetap kering, terutama setelah dari toilet.
  • Ganti pembalut setiap 4 jam sekali saat sedang haid.
  • Hindari gunakan pantyliners terlalu sering. Jika harus menggunakannya, pilih yang bebas pewangi dan ganti sesering mungkin.
  • Hindari menggaruk area kewanitaan.
  • Gunakan sabun pencuci pakaian yang lembut untuk mencuci celana dalam.
  • Selalu cuci celana dalam baru sebelum digunakan.

Jika Anda sudah bikin janji dengan tempat spa favorit untuk melakukan perawatan vagina dengan ramuan tradisional, tak perlu membatalkannya. Ramuan tradisional boleh digunakan untuk vagina. Asal, pastikan bahan-bahannya alami tanpa bahan kimia, hindari paparan suhu tinggi di sekitar area vagina, dan hanya gunakan ramuan di bagian luar vagina. Selektif dalam memilih cara merawat vagina tidak hanya akan menjaga kesehatan area kewanitaan, tapi juga mampu melindunginya dari berbagai efek samping akibat salah perawatan.

(RN/ RVS)

ARTIKEL TERKAIT

Fakta tentang pH Vagina yang Perlu Diketahui Wanita

Info Sehat
23 Jan

Bagaimana Menentukan Masa Subur Wanita?

Info Sehat
17 Jan

Amankah Membersihkan Vagina dengan Tisu Basah?

Info Sehat
19 Des

Pentingnya Menjaga Kesehatan Seksual dan Reproduksi Sejak Dini

Info Sehat
03 Des

Kupas Tuntas tentang Peremajaan Vagina

Info Sehat
27 Nov

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat