Darah dari Luka Tak Kunjung Berhenti? Lakukan Cara Ini!

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 07 Feb 2019, 11:30 WIB
Jari terluka dan berdarah saat tak tersayat pisau. Sudah dicuci bersih, lalu diperban, tapi darah tak kunjung berhenti, coba lakukan ini!
Darah dari Luka Tak Kunjung Berhenti? Lakukan Cara Ini! (Kdshutterman/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Luka akibat benda tajam bisa datang dari mana saja. Misalnya jari tak sengaja teriris pisau saat mengiris bawang atau tergores benda lancip. Bahkan luka juga bisa terjadi akibat goresan kertas (paper cut). Jika luka sudah ditangani tapi darah tak juga berhenti mengucur, apa yang harus dilakukan?

Pada dasarnya, cedera dan kondisi medis tertentu bisa menyebabkan perdarahan. Sebelum menangani luka, sebaiknya Anda mengidentifikasi keparahan luka terlebih dulu. Ada beberapa situasi dimana Anda dilarang untuk memberikan langkah-langkah pertolongan pertama sendiri. Begitu juga jika Anda mencurigai perdarahan internal atau ada benda yang tertanam atau masuk ke dalam daging.

Cara menangani luka berdarah

Jika luka tergolong ringan, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan perdarahan, yakni:

  1. Awali dengan membersihkan tangan

Jika luka tergolong ringan atau kecil, segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah penyebaran infeksi ke luka. Meski demikian, jika luka tergolong besar, Anda disarankan untuk sesegera mungkin memberikan tekanan pada luka.

Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), dari KlikDokter, ketika terluka bersihkan luka dari benda asing yang menempel seperti debu, tanah, rumput, duri dan sebagainya. Jika sulit, jangan memaksakan diri. Sebaiknya cari bantuan medis daripada nekat dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

  1. Memberi tekanan pada luka

Dilansir dari Prevention, memberi tekanan pada luka merupakan langkah penting saat darah tak kunjung berhenti. Joshua Zeichner, MD, direktur penelitian kosmetik dan klinis di Rumah Sakit Mount Sinai, Amerika Serikat, menyarankan untuk menggunakan kain bersih atau perban, lalu tekan luka secara perlahan.

Berikan tekanan pada luka sekitar 10-15 menit kecuali penderitanya memiliki gangguan perdarahan (bleeding disorder). Jika tak berhasil, segera cari bantuan medis.

  1. Pikir dua kali jika ingin menggunakan obat-obatan alternatif

Saat menangani luka, alih-alih mengambil antiseptik, tak sedikit orang yang justru mengambil obat-obatan herbal, bahan dapur, atau bahan lainnya yang bukan diperuntukkan untuk mengobati luka.

Dr. Jesslyn menyarankan agar Anda menghindari bahan-bahan yang tidak dianjurkan seperti pasta gigi, kecap, minyak goreng, daun-daunan, kopi, kunyit, lidah buaya, bawang putih, dan sebagainya.

“Bahan-bahan tersebut justru dapat mengontaminasi luka dan nantinya akan menyulitkan dokter untuk membersihkanya. Risiko terjadinya infeksi pun akan lebih tinggi,” kata dr. Jesslyn.

1 of 2

Penanganan setelah perdarahan berhenti

Setelah luka berhenti berdarah, sebaiknya perhatikan luka secara saksama - apakah ada debu yang tertinggal, duri, atau apa pun di dalam luka. Jika ada, segera bersihkan. Penting untuk memastikan area luka dibersihkan dengan benar. Bersihkan area luka dengan sabun. Namun, menurut Mayo Clinic, jangan menyabuni luka secara langsung.

Saat luka sudah bersih dan perdarahan sudah berhenti, aplikasikan salep antibiotik. Ini cara untuk menjaga luka tetap lembap dan terlindungi.

Luka sayatan kecil atau luka gores bisa dibiarkan terbuka tanpa perban setelah dioleskan salep. Namun, jika lukanya tergolong besar, Anda butuh proteksi ekstra dengan perban. Ganti perban sekali sehari sampai luka benar-benar tertutup dan sembuh.

Jika luka tergolong dalam dan kotor, pertimbangkan untuk mendapatkan vaksin tetanus, apalagi jika Anda belum mendapatkannya dalam lima tahun belakangan. Ini dapat membantu mencegah infeksi dan penyakit serius. Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan untuk mendapatkan booster tetanus tiap 10 tahun sekali.

Lalu kapan harus ke dokter? Anda perlu segera mencari bantuan medis jika luka yang Anda alami:

  • Dalam atau tepi luka bergerigi atau terbuka.
  • Terdapat di wajah.
  • Memiliki kotoran atau puing yang tak bisa dikeluarkan.
  • Menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, nyeri saat ditekan, keluar cairan yang tebal, atau jika penderitanya demam.
  • Mati rasa di sekitar area luka.
  • Terdapat garis merah di sekitar luka.
  • Akibat gigitan manusia atau hewan.
  • Berupa tusukan atau luka dalam dan belum pernah suntik tetanus selama 5 tahun belakangan, atau siapa saja yang belum pernah mendapatkan suntikan tetanus selama 10 tahun terakhir.

Luka, meskipun kecil dan ringan, perlu diobati dengan benar. Jika darah dari luka tak kunjung berhenti, lakukanlah cara-cara yang disebutkan di atas untuk mendukung proses penyembuhan dan mengurangi risiko infeksi. Jika setelah luka ditangani tak terlihat adanya perbaikan - atau justru terlihat tanda-tanda infeksi - sebaiknya  segera periksakan luka tersebut ke dokter.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓