Olahraga Aerobik Bisa Memperlambat Proses Penuaan?

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 08 Feb 2019, 10:30 WIB
Olahraga aerobik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Apakah salah satunya adalah memperlambat proses penuaan?
Olahraga Aerobik Bisa Memperlambat Proses Penuaan? (Syda Productions/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Melakukan aktivitas fisik secara rutin dan teratur memberikan berbagai manfaat positif bagi kesehatan. Di antaranya adalah menjaga daya tahan tubuh tetap optimal, menunjang kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta menstabilkan berat badan. Salah satu penelitian terkini bahkan menyebut bahwa olahraga, terutama olahraga aerobik, juga dapat memperlambat proses penuaan.

Salah satu penelitian yang dilakukan di Jerman bertujuan untuk menilai dampak dari tiga jenis olahraga, yaitu high intensity interval training, berjalan atau berlari, dan angkat beban terhadap tanda penuaan pada sel darah manusia. Para peneliti mengukur panjang dari telomere atau penutup protektif pada ujung kromosom yang merupakan kumpulan deoxyribonucleic acid (DNA) pada setiap sel manusia. Telomer itu sendiri mencegah kerusakan pada kromosom yang mengandung informasi genetik pada sel, dan akan menjadi lebih pendek seiring dengan berlangsungnya proses penuaan tubuh.

Hasilnya menunjukkan, setelah 6 bulan berolahraga selama 45 menit sebanyak 3 kali seminggu, masing-masing jenis olahraga dapat meningkatkan taraf kesehatan fisik. Akan tetapi, hanya interval training dan berjalan atau berlari sajalah yang memiliki pengaruh terhadap proses penuaan selular tubuh.

Perlu diketahui, penelitian yang dipublikasikan di European Heart Journal tersebut merupakan studi jenis randomized controlled trial (RCT). Ini merupakan metode penelitian yang paling tepat untuk menilai apakah suatu intervensi - misalnya jenis olahraga tertentu - dapat mencapai hasil luaran yang ingin diamati.

Masih belum pasti

Menurut para pakar, hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa menyelesaikan suatu program latihan olahraga dengan tingkatan sedang hingga tinggi memiliki efek antipenuaan pada sel-sel darah yang bersirkulasi di dalam tubuh. Temuan itu juga konsisten dengan manfaat positif pada kesehatan jantung dan pembuluh darah secara jangka panjang, yang juga bisa didapat dari berolahraga secara rutin.

Satu hal yang perlu digarisbawahi, hasil dari penelitian yang telah dilakukan itu sesuai dengan rekomendasi dari European Society of Cardiology. Di mana dikatakan bahwa aktivitas resistensi atau angkat beban dapat dilakukan secara berkesinambungan dengan latihan aerobik seperti interval training atau berlari.

Berdasar pada hal ini, untuk mendapatkan hasil yang paling baik, seseorang sebaiknya melakukan kombinasi antara latihan aerobik maupun latihan angkat beban selama 30–60 menit setiap hari, dengan frekuensi sekitar 5 kali setiap minggu.

Kesimpulannya, meski temuan tersebut memberikan hasil yang nyata, masih dibutuhkan studi lebih lanjut. Salah satunya termasuk untuk menelusuri apakah  olahraga aerobik bisa memperlambat proses penuaan tubuh. Walau demikian, penelitian yang telah dilakukan itu semakin menambah pemahaman terkait dengan bagaimana olahraga dapat membantu seseorang tetap sehat seiring dengan bertambahnya usia.

(NB/ RVS)