Apakah Tifus Bisa Picu Kanker Usus?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 08 Feb 2019, 17:00 WIB
Penyakit tifus yang berkaitan dengan pencernaan disebut dapat memicu kanker usus. Benarkah anggapan tersebut?
Apakah Tifus Bisa Picu Kanker Usus? (Magic-mine/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Karena berkaitan dengan sistem pencernaan, penyakit tifus sering disebut-sebut sebagai salah satu penyebab kanker usus.. Tapi, benarkah anggapan tentang hal ini?

Tifus atau demam tifoid menjadi salah satu penyakit menakutkan pada musim hujan seperti sekarang ini, selain demam berdarah. Penyakit tifus terjadi karena adanya peradangan pada usus yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhi lewat makanan dan minuman.

Setelah masuk melalui mulut dan menyebar ke lambung lalu ke usus halus, bakteri Salmonella typhi akan memperbanyak diri di dalam usus halus, yang kemudian menyebabkan tifus.

Penyakit tifus dan kanker usus

Pada akhirnya, karena penyakit tifus berhubungan dengan usus, banyak yang menganggapnya sebagai pemicu kanker usus. Tetapi, menurut dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter, gejala tifus yang muncul ternyata tidak serta merta menyebabkan kanker usus. Sebab, mekanisme di antara kedua penyakit ini sangat berbeda.

"Kalau tifus itu komplikasinya perdarahan pada saluran pencernaan. Sedangkan, kalau kanker itu terjadi karena adanya mutasi sel. Jadi, tifus bukan pemicu kanker usus," tegas dr. Nabila.

Lalu, apa yang bisa memicu kanker usus?

Kanker usus biasa disebut juga kanker kolorektal atau kanker usus besar, dan merupakan tipe kanker saluran cerna yang paling sering terjadi. Berikut ini adalah kondisi yang rentan memicu Anda terkena kanker usus:

1. Polip usus

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, sering kali kanker usus bermula dari kelainan usus yang disebut polip usus. Meski tidak bersifat seperti kanker, tapi polip usus memiliki kemungkinan berubah menjadi kanker, seiring berjalannya waktu.

"Polip bisa berukuran kecil dan berjumlah banyak, dan mungkin saja tidak menimbulkan gejala apa pun. Jadi, Anda harus waspada," ujar dr. Atika.

Hingga kini penyebab kanker usus belum diketahui. Namun, diketahui bahwa faktor genetik berperan besar pada terjadinya kanker usus.

Di sisi lain, bagi orang yang memiliki mutasi gen tertentu akan memiliki penyakit polip usus yang bersifat turunan. Penderita polip usus turunan memiliki risiko hampir 100 persen mengalami kanker usus besar pada usia 40 tahun.

2. Pola makan tidak sehat

Perlu diketahui juga, salah satu faktor terbesar pemicu kanker usus adalah pola makan yang tidak sehat, yakni konsumsi daging merah dan lemak hewani secara berlebihan dan kurang serat. Hati-hati, kurang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker usus.

Menurut dr. Atika risiko akan menjadi semakin besar ketika orang dengan pola makan di atas memiliki berat badan yang tidak ideal. Pada pria, obesitas dapat memicu kanker usus, sedangkan pada wanita, berat badan yang terlalu rendah justru bisa mendapatkan efek yang sama.

3. Memiliki penyakit tertentu

Ada penyakit tertentu yang memang memicu kanker usus, yakni beragai penyakit radang usus seperti kolitis ulseratif maupun penyakit Crohn. Jika Anda memilikinya, maka risiko mengalami kanker usus juga dapat meningkat.

4. Gaya hidup tidak sehat

Menjalankan kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, dan gaya hidup sedenter (kurang olahraga) juga dikaitkan dengan peningkatan risiko mengalami kanker usus. Jadi mulai sekarang, aturlah jadwal Anda untuk berolahraga secara rutin.

Jadi jelas, tifus bukan pemicu kanker usus, karena merupakan hal yang berbeda. Di sisi lain, pemicu kanker usus sudah dijabarkan di atas. Agar kanker usus dapat tertangani dengan cepat, segera lakukan pemeriksaan dini saat mengalami gangguan pencernaan. Misalnya saat terdapat perubahan konsistensi tinja dalam jangka waktu lama, terutama bila disertai darah pada tinja. Upayakan juga menerapkan gaya hidup sehat untuk kualitas hidup yang lebih baik.

[NP/ RVS]