5 Penyebab Penis Berbau Tidak Sedap

Oleh dr. Nadia Octavia pada 09 Feb 2019, 14:00 WIB
Penis Anda berbau tidak sedap? Mungkin satu di antara sekian keadaan ini yang jadi penyebabnya.
5 Penyebab Penis Berbau Tidak Sedap (Dragana Gordic/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penis merupakan organ vital yang sangat penting bagi pria. Namun, tak sedikit pria yang abai akan kesehatan organ vitalnya tersebut. Bahkan, tak sedikit pula pria yang memiliki penis berbau tidak sedap. Bagaimana dengan Anda? Apakah penis Anda mengeluarkan aroma yang tidak sedap?

Fakta menyebut, penis berbau tidak sedap merupakan pertanda dari kebersihan organ vital yang tidak terjaga dengan baik. Hal ini sangat mungkin terjadi jika seorang pria enggan membersihkan penisnya seusai buang air kecil atau ketika mandi.

Tak cuma itu, penis berbau tidak sedap juga berhubungan dengan adanya suatu gangguan kesehatan. Berikut adalah beberapa gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan keluhan penis berbau tidak sedap:

  1. Infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual, seperti infeksi klamidia dan gonore, dapat menimbulkan keluhan penis berbau tidak sedap. Gejala infeksi klamidia pada pria, misalnya keluarnya cairan (secret) yang jernih atau keruh dari ujung penis, terasa nyeri saat berkemih, rasa panas dan gatal pada ujung penis, serta rasa nyeri dan pembengkakan di sekitar testis.

Sementara itu, infeksi gonore (gonorrhoeae) pada pria bisa menimbulkan keluhan adanya cairan putih kekuningan dari penis, rasa nyeri dan terbakar saat buang air kecil, serta adanya peradangan di kulit penis.

  1. Balanitis

Balanitis sering ditemukan pada pria yang belum disunat akibat kebersihan yang buruk atau akibat iritasi oleh smegma. Balantis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri aerob atau anaerob, jamur, virus, parasit, dan lainnya. Penyakit kulit tertentu seperti psoriasis atau alergi terhadap sabun, kondom, dan obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan terjadinya balanitis.

Selain penis berbau tidak sedap, balanitis juga dapat menimbulkan keluhan nyeri, gatal, iritasi, dan rasa tidak nyaman saat buang air kecil.

  1. Smegma

Smegma adalah penumpukan produksi sekret, sel kulit mati, dan minyak alami yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar di sekitar kepala penis. Jika penis tidak dibersihkan dengan saksama secara rutin, maka smegma dapat terbentuk dan menyebabkan timbulnya cairan lengket keputihan di sekitar area penis.

Smegma sering dialami oleh pria yang tidak melakukan sirkumsisi (sunat). Selain menimbulkan bau, keadaan ini juga dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan meningkatkan risiko infeksi bakteri.

  1. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih menyebabkan keluhan sering buang air kecil, nyeri, buang air kecil sedikit-sedikit, rasa tidak tampias setelah buang air kecil, dan nyeri di bagian perut bawah. Gejala dari keadaan tersebut juga bisa disertai dengan perubahan warna urine menjadi keruh atau kemerahan, juga penis berbau tidak sedap.

Faktor risiko infeksi saluran kemih adalah minum sedikit, kebersihan yang buruk, sering menahan buang air kecil, dan hubungan seksual yang tidak sehat.

  1. Infeksi jamur

Keadaan ini umumnya disebabkan oleh jamur jenis Candida. Tak hanya menyebabkan penis berbau tidak sedap, infeksi jamur juga bisa menimbulkan keluhan rasa terbakar dan nyeri saat buang air kecil, iritasi, kemerahan, dan keluar cairan putih seperti keju dari penis. Infeksi jamur juga sering dialami oleh penderita diabetes mellitus.

Penis yang sehat, bersih, dan terawat tidak akan mengeluarkan bau apapun. Dengan kata lain, apabila mengalami keluhan penis berbau tidak sedap, berarti ada masalah yang sedang menyelimuti organ vital Anda tersebut, apalagi bila keluhan disertai dengan sensasi nyeri saat buang air kecil, keluar cairan abnormal dari penis, dan lainnya. Apabila Anda memang mengalami keluhan-keluhan tersebut, jangan sungkan apalagi malu untuk berobat ke dokter.

(NB/ RVS)

satr10satr10

Gimana sih cara bersihin daki di penis ?