Perdarahan Implantasi, Apa Itu?

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 10 Feb 2019, 07:40 WIB
Flek yang Anda alami bisa jadi tanda awal haid, kehamilan, atau bisa juga perdarahan implantasi. Apa itu? Perlukah dikhawatirkan?
Perdarahan Implantasi, Apa Itu? (Photographee.eu/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Terkadang agak sulit membedakan apakah perdarahan yang Anda alami merupakan flek, darah menstruasi, atau darah implantasi. Sebetulnya, apa itu perdarahan implantasi dan perlukah ini dikhawatirkan?

Perdarahan implantasi adalah perdarahan yang dialami wanita saat embrio “tertanam” (implantasi) pada rahim. Setiap bulannya, wanita akan mengalami masa subur. Masa ini terjadi saat sekitar waktu ovulasi, saat sel telur dikeluarkan dari indung telur atau ovarium. Jika pada masa tersebut terjadi pembuahan atau fertilisasi, maka akan terbentuk embrio yang terus membelah dan berkembang.

Perdarahan implantasi bisa jadi penanda kehamilan

Pembuahan sendiri biasanya terjadi dalam 24-36 jam setelah ovulasi, sesuai dengan masa hidup sel telur. Sering kali fertilisasi terjadi pada tuba falopii, yaitu saluran antara ovarium dan rahim.

Embrio yang terbentuk ini akan bergerak melewati tuba falopii hingga mencapai rahim. Umumnya, hal ini terjadi dalam 6-12 hari setelah pembuahan.

Dalam masa ini embrio akan mengirim sinyal kepada tubuh untuk mempersiapkan terjadinya kehamilan. Dinding rahim yang sudah menebal semasa menjelang haid akan bersiap untuk melindungi dan menyuplai nutrisi kepada embrio.

Setelah mencapai rahim, embrio akan melekat di dinding dalam rahim atau endometrium. Hal inilah yang dikenal dengan implantasi.

Pada saat ini dapat terjadi pecahnya pembuluh darah kecil, hingga terjadi perdarahan. Kondisi inilah yang dikenal dengan perdarahan implantasi.

Ya, perdarahan implantasi dapat menjadi suatu tanda awal kehamilan, dan kondisi ini umumnya dialami kurang lebih sepertiga wanita hamil. Oleh karena itu, tidak adanya perdarahan implantasi bukanlah penanda pasti hamil atau tidaknya seseorang.

1 of 2

Ciri-ciri perdarahan implantasi

Sering kali perdarahan implantasi muncul mendekati masa haid, sehingga wajar dikira awal haid. Umumnya, kondisi ini diamati kurang lebih seminggu sebelum masa haid berikutnya.

Perdarahan implantasi dapat disertai beberapa keluhan yang serupa dengan keluhan PMS (pre-menstrual syndrome). Misalnya kram perut ringan (lebih ringan dari kram saat haid), sakit kepala, mual, nyeri payudara, perubahan suasana hati, serta nyeri punggung.

Terdapat beberapa ciri dari perdarahan implantasi, antara lain:

  • Warnanya biasanya pink muda atau kecokelatan, sedangkan darah haid umumnya berwarna merah, baik muda maupun gelap.
  • Perdarahan implantasi tidak disertai gumpalan-gumpalan yang bisa ditemukan saat sedang haid.
  • Seringnya berlangsung dalam 1-2 hari, tapi bisa juga terjadi dalam rentang waktu beberapa jam hingga 3 hari. Beda dengan durasi haid yang lebih lama, dari 3-7 hari.
  • Jumlah perdarahan implantasi lebih sedikit, umumnya hanya berupa flek yang tampak saat menyeka vagina atau jumlahnya tidak memenuhi pantyliner. Kalau jumlahnya banyak, misalnya memenuhi pembalut, ini menandakan darah haid.

Perlukah perdarahan implantasi dikhawatirkan?

Perdarahan implantasi bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Kondisi ini juga tidak menimbulkan bahaya bagi janin yang tengah dikandung.

Namun, jika perdarahan terjadi setelah Anda terlambat haid (jika Anda mengalami kehamilan), biasanya ini bukanlah perdarahan implantasi dan perlu dievaluasi lebih lanjut oleh dokter kandungan.

Meski juga bisa menandakan terjadinya kehamilan, tapi flek yang Anda alami bukan berarti akibat perdarahan implantasi. Untuk memastikannya, Anda bisa melakukan tes dengan test pack.

Sebaiknya, tunggu beberapa waktu setelah Anda terlambat haid sebelum melakukan pemeriksaan ini agar hasilnya lebih akurat. Anjurannya, lakukan pemeriksaan setelah terlambat haid selama seminggu.

Jadi, umumnya perdarahan implantasi tidak berbahaya dan tidak butuh penanganan khusus. Perdarahan ini juga memang sering kali menjadi indikasi awal yang menandakan kehamilan. Namun, sebaiknya Anda tetap melakukan pemeriksaan kehamilan untuk memastikan kondisi Anda. Namun, satu hal yang perlu diwaspadai, jika terjadi perdarahan saat hamil muda, lebih baik segera memeriksakan diri karena ada kemungkinan dan penyebab lain yang mendasarinya.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓