Bolehkah Anak Dikerok Saat Demam?

Oleh dr. Atika pada 10 Feb 2019, 08:00 WIB
Kerokan dengan bawang merah adalah salah satu cara yang dianggap baik untuk meredakan demam anak. Ketahui faktanya di sini.
Bolehkah Anak Dikerok Saat Demam? (Aleksandra-Suzi/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Demam merupakan kondisi yang menjadi momok bagi para orang tua. Demam pada anak bisa membuat si Kecil menjadi lemas dan tidak bersemangat. Orang tua pun lantas mencari beragam metode untuk menangani kondisi tersebut. Nah, ada yang bilang bahwa kerokan dengan bawang merah dapat membantu meredakan demam anak. Benarkah demikian? Lalu, apakah mengerok anak saat demam diperbolehkan secara medis?

Penyebab terjadinya demam

Demam merupakan kondisi tubuh yang mencapai lebih dari 38 derajat Celsius. Suhu tubuh normal yaitu 36,5 hingga 37,5 derajat Celsius.

Suhu tubuh seseorang bervariasi dalam 1 hari, dipengaruhi oleh usia dan tingkat aktivitas. Selain itu, suhu tubuh cenderung lebih rendah pada pagi hari dan lebih hangat pada sore hari.

Demam terjadi ketika pusat pengaturan suhu tubuh, hipotalamus, meningkatkan suhu tubuh di atas normal. Organ yang terletak di otak ini berfungsi untuk menetapkan suhu yang tepat untuk tubuh.

Sewaktu-waktu, contohnya ketika tubuh sedang melawan kuman batuk atau pilek, hipotalamus akan meningkatkan suhu tubuh. Hal ini diyakini terjadi karena meningkatkan suhu tubuh merupakah salah satu cara untuk melawan kuman penyebab infeksi. Selain itu, suhu tubuh yang lebih tinggi merupakan lingkungan yang kurang menyenangkan bagi kuman penyakit.

Selain menyebabkan tubuh demam, proses yang juga terjadi adalah pengiriman “tentara” sel imunitas ke tempat infeksi. Dengan begitu, kuman akan dilawan dan dicegah untuk menyebar, serta proses menuju kesembuhan akan dimulai. Maka, umumnya demam bisa dikatakan sebagai respons alami tubuh dalam melawan infeksi.

Selain akibat infeksi, berikut adalah penyebab demam yang sering dialami anak:

  • Dehidrasi. Ketika tubuh anak mengalami kekurangan cairan, suhu tubuh akan terasa lebih tinggi. Oleh sebab itu, ketika suhu anak naik, hal pertama yang sebaiknya diperiksa adalah kecukupan cairannya. Ini terutama terjadi pada anak yang mengalami muntah atau diare.
  • Vaksinasi. Setelah vaksinasi, ada kalanya suhu tubuh meningkat. Suhu tubuh yang meningkat menandakan respons aktif tubuh anak terhadap substansi vaksinasi yang diberikan. 
  • Pemakaian pakaian yang berlebihan. Hal ini khususnya pada bayi di bawah usia 3 bulan. Pengaturan suhu tubuh bayi belum sesempurna orang dewasa. Karena itu, pemberian pakaian yang terlalu tebal bisa menyebabkan suhu tubuh agak meningkat, meskipun umumnya tidak sampai di atas 38 derajat Celsius
1 of 2

Kerokan untuk anak demam?

Kerokan merupakan cara pengobatan tradisional di Indonesia yang telah lama dikenal. Umumnya kerokan dilakukan untuk menghilangkan “masuk angin”, saat tubuh terasa tidak nyaman, dan terdapat nyeri otot. Kerokan dilakukan menggunakan koin dan balsam atau minyak, hingga terbentuk guratan merah gelap di area kerok. Semakin gelap guratan merah yang terbentuk, dikatakan bahwa penyakit lebih berat/ parah.

Sebetulnya, pandangan medis terkait kerokan masih kontroversial. Berdasarkan ilmu kedokteran, kemerahan yang terjadi pada kerokan terjadi akibat melebar atau pecahnya pembuluh darah kecil (kapiler) di kulit karena digores oleh kepingan uang logam. Oleh sebab itu, dalam dunia kedokteran tidak didapatkan hubungan antara kerokan dan proses hilangnya penyakit dari tubuh. Pecahnya banyak pembuluh darah kecil justru tampak sebagai hal yang merugikan.

Lalu, dari mana perasaan sembuh yang umumnya dirasakan para penerima kerokan? Penelitian menyebutkan bahwa kerokan dapat menghasilkan hormon bahagia, yaitu hormon endorfin. Kemungkinan dari sinilah efek tersebut berasal.

Kerokan kurang disarankan sebagai penanganan anak yang sedang demam. Lebih baik orang tua berfokus pada penanganan yang lebih pasti efektif, yaitu mencari penyebab demam dan menanganinya.

Apabila si Kecil demam akibat kekurangan cairan, maka pemberian asupan cairan yang cukup akan mengembalikan suhu normal tubuhnya. Begitu pula ketika si Kecil mengalami demam akibat batuk atau pilek. Pemberian obat demam akan membantu pada kondisi ini, sekalipun tidak dapat menghilangkan demam sepanjang waktu. Hal ini dikarenakan bahwa selama kuman masih ada di dalam tubuh, peningkatan suhu tubuh masih akan terus berlangsung.

Menangani demam pada anak dengan cara memberikan kerokan, salah satunya dengan memakai bawang merah, masih menjadi perdebatan. Namun jika anak Anda demam, lebih baik segera bawa ke dokter. Konsultasikan selalu kondisi anak kepada dokter ketika Anda menangkap tanda-tanda demam yang berbahaya. Penanganan yang tepat tentunya akan memberikan hasil yang baik pula.

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓