Kenali Penyebab Aroma ASI Perah Bau Apak

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 10 Feb 2019, 14:35 WIB
Biasanya, ibu akan ragu memberikan ASI perah bau apak pada sang buah hati. Mengapa aroma demikian bisa muncul dari ASI perah?
Kenali Penyebab Aroma ASI Perah Bau Apak (Nor Gal/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pemberian ASI perah saat ini memang menjadi tren tersendiri. Bagi para ibu bekerja yang tidak 24 jam bersama sang bayi, metode ini menjadi salah satu solusi agar hak bayi mendapatkan ASI tetap terpenuhi. Meski demikian, ada beberapa masalah yang sering terjadi seputar ASI perah. Salah satunya adalah ASI perah bau apak.

ASI perah memang memiliki aroma yang berbeda dengan ASI segar. ASI perah terutama yang dicairkan dari kondisi beku kadang memunculkan aroma seperti apak atau tengik. Sebagian juga mengatakan ASI perah yang sempat disimpan dalam lemari es akan berbau atau memiliki rasa seperti sabun. Hal-hal tersebut membuat para ibu enggan memberikannya karena khawatir ASI sudah kedaluwarsa.

ASI berbau apak atau tengik disebabkan oleh tingginya kandungan lipase di dalamnya. Lipase merupakan enzim yang dalam kadar tertentua da di dalam ASI. Enzim ini memiliki sejumlah fungsi penting, seperti melarutkan lemak dalam ASI agar mudah dicerna bayi, memecah lemak dalam ASI agar vitamin larut lemak (vitamin A dan D) dan asam lemak dapat diserap dengan mudah oleh bayi, serta melumpuhkan kuman protozoa yang dapat menginfeksi bayi. Saat lipase aktif memecah lemak akan timbul bau seperti bau sabun hingga tengik, bergantung pada seberapa banyak lipase yang terdapat dalam ASI.

Bolehkah ASI perah bau apak diberikan pada bayi?

Pada dasarnya, ASI perah yang berbau apak tersebut boleh diberikan pada bayi. Dengan catatan, Anda benar-benar mengikuti teknik penyimpanan dan pencairan ASI perah dengan baik dan benar. Di sisi lain, respons bayi terhadap ASI perah yang berbau apak atau tengik pun berbeda-beda.

Ada bayi yang menolak karena ada perubahan rasa, ada pula bayi yang lebih toleran dan masih mau mengonsumsinya. Namun, selama rasa ASI tidak berubah menjadi asam atau basi, ASI perah masih aman untuk dikonsumsi bayi.

Bagaimana cara mencegah ASI perah berbau apak?

Tidak ada cara khusus untuk mencegah bau apak atau tengik dalam ASI perah. Namun demikian, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi bau, yaitu memanaskan ASI perah sebelum didinginkan dalam lemari es atau freezer. Teknik ini disebut dengan scalding.

ASI perah dimasukkan ke dalam panci kemudian dipanaskan di atas kompor hingga muncul gelembung kecil di tepi panci (tidak sampai mendidih). Setelah itu, matikan api dan segera dinginkan ASI lalu masukkan ke dalam lemari pendingin. Teknik ini akan menonaktifkan lipase sehingga proses pemecahan lemak tidak terjadi.

Proses scalding ini memang dapat mengurangi kandungan gizi yang lain dalam ASI karena pemanasan. Akan tetapi, secara umum ASI perah yang telah dipanaskan tersebut tetap lebih baik dibandingkan susu formula.

ASI perah bau apak atau tengik tidak selalu berarti basi. Kondisi tersebut terjadi karena kandungan enzim di dalam ASI itu sendiri. Selama Anda melakukan penyimpanan ASI perah dengan benar, ASI perah tetap berkualitas dan baik untuk bayi.

[HNS/ RVS]